Gunung Anak Krakatau Meletus 19 Kali pada 17 Agustus, Abu Vulkanik Capai 400 Meter

Bagikan

Gunung Anak Krakatau Meletus 19 Kali pada 17 Agustus, Abu Vulkanik Capai 400 Meter
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami 19 kali letusan sepanjang Senin (17/8/2026), dengan kolom abu vulkanik tertinggi mencapai 400 meter di atas puncak. (Foto: Istimewa)

SERANG, NUSANTARA INFO: Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih tinggi. Sepanjang Senin, 17 Agustus 2026, gunung api tersebut tercatat mengalami 19 kali letusan dengan amplitudo 30–64 milimeter (mm) dan durasi gempa letusan antara 21 hingga 197 detik.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tercatat dalam Magma Indonesia dan disusun petugas Pos Pantau Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Deny Mardiono, letusan tersebut juga menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 400 meter di atas puncak.

Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau pada hari yang sama tidak hanya berupa letusan. Sejumlah jenis gempa vulkanik juga terekam sepanjang periode pengamatan.

Puluhan Gempa Hembusan Terekam

Dalam laporan tersebut, tercatat 64 kali gempa hembusan dengan amplitudo 15–59 mm. Durasi gempa hembusan berkisar antara 18 hingga 150 detik.

Selain itu, terdapat 20 kali gempa harmonik dengan amplitudo 36–56 mm. Gempa jenis ini memiliki durasi antara 42 hingga 260 detik.

Kegempaan lainnya berupa empat kali gempa low frequency dengan amplitudo 24–43 mm dan durasi 6–14 detik.

Petugas juga mencatat 19 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 4–50 mm.

Sementara itu, satu kali gempa tremor menerus turut terekam dengan amplitudo 2–55 mm dan amplitudo dominan 20 mm.

Rangkaian data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan perlu terus dipantau. Kegempaan menjadi salah satu parameter penting dalam pengamatan aktivitas gunung api karena dapat memberikan gambaran mengenai dinamika di dalam tubuh gunung.

Aktivitas Berlanjut hingga Selasa Pagi

Aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak berhenti pada Senin. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, berdasarkan pengamatan sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, masih tercatat sejumlah aktivitas kegempaan.

Dalam periode enam jam tersebut, tercatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 10 mm dan durasi 38 detik.

Baca Juga :  Staf Administrasi KPK Ikut Ditahan dalam OTT Bupati Pemalang

Selanjutnya, terjadi lima kali gempa harmonik dengan amplitudo 14–43 mm. Durasi gempa harmonik tersebut berkisar antara 20 hingga 424 detik.

Petugas juga merekam satu kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 8 mm.

Selain itu, masih terjadi satu kali tremor menerus dengan amplitudo 1–20 mm dan amplitudo dominan 1 mm.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kegempaan Gunung Anak Krakatau masih berlanjut hingga Selasa pagi, sehingga aktivitas gunung api tersebut tetap menjadi perhatian pengawasan vulkanologi.

PVMBG Minta Masyarakat Tidak Mendekat

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan ketentuan keselamatan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat akibat potensi lontaran material vulkanik dari aktivitas gunung api.

Bagi nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan sekitar Selat Sunda, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau juga perlu menjadi perhatian sebelum melakukan kegiatan di sekitar kawasan tersebut.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Perlu Terus Dipantau

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang berada di Selat Sunda dan terus mendapatkan pemantauan aktivitas vulkanik. Perubahan jumlah dan karakter kegempaan maupun aktivitas letusan menjadi bagian penting dalam evaluasi kondisi gunung.

Dengan adanya 19 letusan pada Senin dan aktivitas kegempaan yang masih tercatat hingga Selasa pagi, masyarakat diminta tidak mengabaikan imbauan keselamatan dari otoritas terkait.

Masyarakat juga disarankan memperoleh informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari PVMBG dan kanal resmi Magma Indonesia, bukan dari informasi yang belum terverifikasi.

Tetap patuhi radius aman yang ditetapkan dan hindari aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer demi keselamatan. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait