Safrizal ZA Laporkan Progres Huntara di Aceh: 80% Masih Dibangun, 3.248 Unit Sudah Rampung

Bagikan

Percepat Pembangunan Huntara di Aceh, Safrizal: Progres Sudah Mencapai 19,9 Persen
Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA (kiri), bersama Kepala Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Muhammad Tito Karnavian (tengah), meninjau lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir dan longsor. (Foto: Puspen Kemendagri)

Aceh, Nusantara Info: Penanganan pascabencana banjir dan longsor di Aceh terus bergerak cepat. Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan rekap terbaru terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak.

Berdasarkan data sementara, dari total 16.294 unit Huntara yang direncanakan di seluruh Aceh, 3.248 unit telah selesai dibangun atau setara 19,9%, sementara 13.046 unit lainnya (80,1%) masih dalam proses pengerjaan. Safrizal menegaskan seluruh jajaran di lapangan bekerja keras untuk memastikan target pembangunan dapat segera diselesaikan, mengingat kebutuhan mendesak para korban yang masih tinggal di lokasi pengungsian.

“Hingga kini, 12 kabupaten/kota telah mengajukan Huntara dan 16 kabupaten/kota mengajukan DTH. Seluruh tim di lapangan bekerja maksimal agar masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian layak,” kata Safrizal, Rabu (28/1/2026).

Beberapa daerah menunjukkan progres signifikan. Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan capaian terbesar, dengan sekitar 1.000 unit Huntara selesai dan 1.600 unit sedang dibangun. Disusul Aceh Utara (829 unit selesai, 3.400 unit dalam pengerjaan), Pidie Jaya (222 unit selesai), Aceh Tengah (275 unit selesai), dan Bener Meriah (200 unit selesai dari ratusan unit yang direncanakan).

Sementara itu, untuk skema Dana Tunggu Hunian (DTH), total penerima mencapai 8.047 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 KK telah menerima DTH, sedangkan sisanya masih dalam tahap finalisasi, termasuk pembukaan rekening dan verifikasi lapangan.

Safrizal menegaskan bahwa pemerintah pusat bekerja ekstra untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari pendataan, percepatan pembangunan Huntara, hingga penyaluran bantuan. Ia menekankan koordinasi intensif antarjajaran agar pembangunan Huntara dan penyaluran DTH segera tuntas, memberikan kepastian hunian bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Antisipasi Kepadatan Pemudik, Menhub Dudy dan Gubernur Banten Bahas Strategi Kesiapan Angkutan Lebaran 2025

Arahan Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Nasional PRRP
Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Nasional menekankan bahwa penanganan Huntara dan DTH di Aceh memasuki fase kritikal pemulihan. Percepatan diperlukan pada empat aspek utama:

  1. Percepatan pembangunan Huntara
  2. Penyelesaian DTH tanpa hambatan administratif
  3. Sinkronisasi data korban bencana
  4. Kepastian lokasi dan legalitas lahan

Catatan penting, penyelesaian Huntara menjadi syarat utama bagi pengalihan rumah tangga terdampak menuju skema Hunian Tetap (Huntap). (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait