
Jakarta, Nusantara Info: Kurma menjadi salah satu menu wajib saat berbuka puasa karena rasanya manis, praktis, dan cepat mengembalikan energi. Tak sedikit orang langsung mengonsumsinya begitu saja, terutama karena kurma umumnya dijual dalam kemasan yang terlihat bersih dan higienis.
Namun, di balik tampilannya yang rapi, kurma ternyata tetap perlu dicuci sebelum dikonsumsi.
Mengutip Saudi Food and Drug Authority (SFDA), buah kering seperti kurma berpotensi terpapar debu, kotoran, hingga kontaminasi dari tangan manusia selama proses produksi. Proses pengeringan kurma yang kerap dilakukan di ruang terbuka juga meningkatkan kemungkinan adanya partikel kecil yang menempel di permukaan buah.
Selain itu, kurma melewati berbagai tahapan sebelum sampai ke tangan konsumen, mulai dari panen, penyortiran, hingga pengemasan. Pada setiap tahap tersebut, kurma bisa saja ditangani berkali-kali, sehingga meningkatkan risiko paparan kotoran yang tidak terlihat oleh mata.
Tak hanya itu, beberapa jenis kurma juga dilapisi sirup glukosa atau minyak agar tampak lebih mengilap dan tidak kering. Meski aman dikonsumsi, lapisan tersebut dapat meninggalkan residu lengket di permukaan buah.
“Mencuci kurma dapat membantu menghilangkan debu, kotoran, serta sisa lapisan yang menempel sehingga lebih bersih dan segar saat dikonsumsi,” demikian imbauan otoritas tersebut.
Cara mencuci kurma pun cukup sederhana. Kurma dapat dibilas di bawah air mengalir menggunakan saringan agar seluruh permukaannya terkena air. Jika terasa lengket atau berdebu, kurma bisa direndam selama 5–10 menit, lalu dibilas kembali hingga bersih.
Langkah ini penting mengingat kurma umumnya dikonsumsi langsung tanpa proses pemanasan. Dengan mencuci terlebih dahulu, kebersihan dan keamanan pangan dapat lebih terjaga, terutama saat berbuka puasa di bulan Ramadan. (*)






