Avtur Naik 70 Persen, Harga Tiket Pesawat Ikut Melambung: Jakarta-Bali Tembus Rp4 Juta

Bagikan

Avtur Naik 70 Persen, Harga Tiket Pesawat Ikut Melambung: Jakarta-Bali Tembus Rp4 Juta
Ilustrasi harga avtur naik 70 persen, sehingga membuat harga tiket pesawat pun ikut melambung. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Harga tiket pesawat di sejumlah rute domestik dan internasional terpantau mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga avtur yang mencapai lebih dari 70 persen, ditambah kebijakan penyesuaian tarif oleh maskapai penerbangan.

Pemerintah pun turun tangan dengan menetapkan batas kenaikan harga tiket maksimal sebesar 13 persen guna menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi agar lonjakan tarif tidak semakin memberatkan masyarakat.

“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9–13 persen,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Avtur Jadi Faktor Utama

Airlangga mengungkapkan, harga avtur memiliki kontribusi besar terhadap struktur biaya penerbangan, yakni mencapai sekitar 40 persen dari total harga tiket. Kenaikan tajam komoditas ini menjadi faktor utama di balik lonjakan tarif yang terjadi saat ini.

Untuk meredam dampak tersebut, pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis. Pertama, pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dengan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk periode dua bulan.

“Subsidi yang diberikan sekitar Rp1,3 triliun per bulan. Jadi jika dipersiapkan untuk dua bulan, totalnya mencapai Rp2,6 triliun,” jelasnya.

Kedua, pemerintah menetapkan penyamarataan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar menjadi 38 persen untuk seluruh jenis pesawat. Kebijakan ini diharapkan memberikan ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan Tarif Batas Atas (TBA) tanpa membebani penumpang secara berlebihan.

Ketiga, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen guna menekan biaya operasional maskapai.

Harga Tiket Melampaui Normal

Baca Juga :  Jelang Libur Nataru, Menhub Lakukan Koordinasi Lintas Sektoral Penanganan Arus Kendaraan di Sejumlah Ruas Tol

Berdasarkan penelusuran, harga tiket sejumlah rute populer melonjak jauh di atas harga normal. Untuk rute Jakarta–Surabaya pada periode 17–19 April 2026, tiket pulang-pergi berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta, dari harga normal Rp1,65 juta hingga Rp2,15 juta.

Maskapai Lion Air tercatat menawarkan tiket sekitar Rp2.415.174, Citilink Indonesia Rp2.504.599, dan Batik Air Rp2.551.725.

Lonjakan serupa terjadi pada rute Jakarta–Medan, dengan harga mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4,6 juta, jauh di atas kisaran normal Rp2,7 juta hingga Rp3,3 juta. Bahkan, Garuda Indonesia mematok harga hingga Rp4,6 juta untuk rute tersebut.

Sementara itu, rute Jakarta–Bali mencatat kenaikan paling mencolok. Harga tiket pulang-pergi kini berada di kisaran Rp3,6 juta hingga Rp4 juta, padahal biasanya hanya berkisar Rp1,95 juta hingga Rp2,45 juta.

Rute Internasional Ikut Terkerek

Kenaikan harga juga merambah rute internasional jarak dekat. Rute Jakarta–Singapura kini berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp4,3 juta, hampir dua kali lipat dari harga normal.

Rute Jakarta–Kuala Lumpur naik menjadi Rp2,7 juta hingga Rp2,8 juta, sementara rute Jakarta–Bangkok melonjak hingga Rp6,5 juta sampai Rp7,8 juta.

Daya Beli dan Mobilitas Terancam

Lonjakan harga tiket pesawat ini berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat serta sektor pariwisata dan bisnis. Meski pemerintah telah mengeluarkan berbagai insentif, tekanan dari kenaikan biaya operasional maskapai masih menjadi tantangan utama.

Ke depan, efektivitas kebijakan pemerintah dalam menahan laju kenaikan harga akan sangat bergantung pada stabilitas harga avtur di pasar global serta kemampuan maskapai dalam melakukan efisiensi operasional.

Dengan kondisi yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna mendapatkan harga tiket yang lebih kompetitif. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait