Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp750 Juta untuk Temukan Aman Yani

Bagikan

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp750 Juta untuk Temukan Aman Yani
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa)

Bandung, Nusantara Info: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat langkah mengejutkan dengan menggelar sayembara senilai Rp750 juta bagi siapa saja yang dapat menemukan sosok bernama Aman Yani, pria yang disebut-sebut sebagai otak di balik kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu.

Kasus pembunuhan sadis yang terjadi pada Agustus 2025 itu menewaskan lima anggota keluarga sekaligus dan sempat mengguncang publik Jawa Barat. Hingga kini, misteri keberadaan Aman Yani masih menjadi tanda tanya besar setelah namanya muncul dalam persidangan para terdakwa.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi mengaku telah bertemu dengan adik Aman Yani untuk menelusuri keberadaan pria tersebut yang disebut hilang sejak 2016.

“Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia,” ujar Dedi dikutip Jumat (22/5/2026).

Nama Aman Yani Muncul di Sidang Pembunuhan Satu Keluarga

Kasus ini bermula dari pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Indramayu, yang menewaskan Haji Sahroni (75), anaknya Budi (45), menantu Euis (40), serta dua cucunya berusia 7 tahun dan 8 bulan.

Jasad kelima korban baru ditemukan pada 1 September 2025. Polisi kemudian menangkap dua terdakwa, yakni Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30).

Dalam persidangan, Ririn menyebut pelaku pembunuhan berjumlah lima orang. Sementara Priyo menyebut beberapa nama yang diklaim sebagai pelaku utama, yakni Aman Yani, Joko, Yoga, dan Hadi.

Nama Aman Yani kemudian menjadi sorotan lantaran keberadaannya tidak diketahui selama hampir satu dekade. Keluarga bahkan mengaku telah lama kehilangan kontak dengan pria tersebut.

Dedi Mulyadi Soroti Dugaan Dana Pensiun Dicairkan Secara Janggal

Dalam pernyataannya, Dedi juga mengungkap adanya dugaan kejanggalan terkait pencairan dana pensiun Aman Yani senilai sekitar Rp400 juta.

Menurutnya, dana tersebut diduga dicairkan oleh seorang pengacara bernama Khotibul atas arahan terdakwa Ririn, meski pihak yang menerima kuasa disebut tidak pernah bertemu langsung dengan Aman Yani.

“Yang pertama apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu, ini peristiwa paling aneh,” kata Dedi.

Baca Juga :  Pj Gubernur Fatoni Tekankan Realisasi APBD Papua Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Dedi bahkan menawarkan bantuan pribadi apabila Aman Yani benar-benar masih hidup dan bersedia kembali menemui keluarganya di Indramayu.

“Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta saya tambahin jadi Rp750 juta deh saya kasih buat bapak tapi bapak balik. Balik ke Indramayu temui istri, temui anak-anak dan keluarga,” ujarnya.

Sayembara Rp750 Juta dan Misteri Hilang Sejak 2016

Tak hanya kepada Aman Yani, Dedi juga menawarkan hadiah Rp750 juta kepada siapa pun yang berhasil menemukan pria tersebut.

“Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani saya kasih juga Rp750 juta. Silakan kembali bawa Pak Aman Yani ke Indramayu,” terang pria yang akrab disapa KDM ini.

Di sisi lain, keluarga Aman Yani membantah tudingan bahwa pria tersebut terlibat dalam pembunuhan berdarah di Paoman. Kuasa hukum keluarga, Ruslandi, menyebut Aman Yani sudah hilang sejak Maret 2016 setelah berpamitan merantau ke Bandung usai resign dari sebuah bank pelat merah.

Sejak saat itu, keluarga mengaku tak pernah lagi menerima kabar. Bahkan informasi orang hilang telah disebarkan sejak 2020 melalui media sosial.

Keluarga juga melaporkan terdakwa Priyo Bagus Setiawan ke Polres Indramayu atas dugaan obstruction of justice dan tuduhan tanpa dasar karena mencatut nama Aman Yani dalam persidangan.

Adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengaku pernah diminta seseorang untuk berpura-pura menjadi kakaknya demi mencairkan dana pensiun, termasuk membuat surat kuasa palsu.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik lantaran menyimpan banyak kejanggalan, mulai dari hilangnya Aman Yani selama bertahun-tahun hingga dugaan manipulasi identitas dan dana pensiun.

Publik pun menanti apakah sosok misterius yang disebut sebagai dalang pembunuhan satu keluarga itu benar-benar masih hidup atau justru telah lama menghilang tanpa jejak. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait