Kepergok Main Game di Rapat Paripurna, Camat Madiun Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Bagikan

Kepergok Main Game di Rapat Paripurna, Camat Madiun Akui Kesalahan dan Minta Maaf
Camat Madiun Muksin Harjoko terekam sedang memainkan game di telepon genggam saat berada di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun. (Foto: Istimewa)

Madiun, Nusantara Info: Jagat media sosial di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 18 detik yang memperlihatkan seorang pejabat diduga tengah bermain game di telepon genggam saat berada di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun.

Video yang pertama kali diunggah akun Instagram @medhioen.ae pada Rabu (15/7/2026) itu langsung menyedot perhatian publik. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan keterangan, “Oknum Pejabat Pemkab Tersorot Kamera Sedang Bermain Game Saat Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Madiun.”

Tak butuh waktu lama, video tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi. Banyak warganet menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan profesionalisme seorang aparatur sipil negara (ASN), terlebih dilakukan di lingkungan forum resmi pemerintahan.

Identitas Pria dalam Video Akhirnya Terungkap

Setelah sempat memunculkan berbagai spekulasi mengenai sosok yang terekam kamera, identitas pria dalam video akhirnya dipastikan.

Ia adalah Muksin Harjoko, yang saat ini menjabat sebagai Camat Madiun.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kabupaten Madiun, Sawung Rehtomo, membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut memang berada di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun yang berlokasi di Jalan Nasional Madiun–Surabaya, Kecamatan Wonoasri.

Namun, ia menegaskan pria yang terekam bukan anggota DPRD.

“Yang jelas dan perlu saya tegaskan, sosok pria yang terekam di video itu bukan anggota dewan (DPRD Kabupaten Madiun),” ujar Sawung kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Menurut Sawung, berdasarkan posisi tempat duduknya, pria tersebut berada di kursi yang diperuntukkan bagi tamu undangan dari unsur eksekutif atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia juga mengakui pihak Sekretariat DPRD sempat mengalami kesulitan mengidentifikasi sosok tersebut karena ruang rapat belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV).

Camat Madiun Akui Bermain Game

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (16/7/2026), Muksin Harjoko tidak membantah bahwa pria dalam video viral tersebut adalah dirinya.

Ia mengakui memang sempat membuka permainan di telepon genggamnya. Namun, Muksin membantah keras tudingan sebagian warganet yang mengaitkannya dengan aktivitas judi online.

Menurutnya, aplikasi yang dimainkan adalah Higgs Domino sebagai permainan biasa tanpa menggunakan uang maupun melakukan transaksi pembelian chip.

“Itu sama sekali bukan judi online, tolong diluruskan. Itu hanya game online biasa, game Higgs Domino. Kami tegaskan tidak pernah melakukan proses pembelian chip ataupun top-up menggunakan uang,” terang Muksin.

Baca Juga :  Komitmen Terhadap Pelayanan Peserta, TASPEN Jakarta II Rutin Kunjungan ke Mitra Bayar

Berdalih Dilakukan Sebelum Rapat Dimulai

Muksin menjelaskan aktivitas tersebut dilakukan ketika acara belum resmi dimulai.

Saat itu, kata dia, seluruh tamu undangan masih menunggu pimpinan sidang membuka rapat paripurna.

“Posisinya saat itu acara masih belum dimulai. Para tamu undangan dan unsur pimpinan masih menunggu jalannya acara. Jadi, saya memainkan game itu murni hanya untuk menghilangkan kepenatan dan mengisi waktu luang di masa tunggu,” jelasnya.

Agenda rapat paripurna saat itu adalah penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025.

Ia menegaskan, begitu sidang resmi dibuka, permainan tersebut langsung dihentikan.

“Begitu acara rapat paripurna resmi dibuka dan dimulai, detik itu juga saya langsung menutup permainan dan fokus mengikuti jalannya sidang sampai akhir,” katanya.

Akui Kurang Etis dan Minta Maaf kepada Publik

Meski memberikan penjelasan bahwa permainan dilakukan sebelum rapat dimulai, Muksin mengakui tindakannya tetap tidak tepat secara etika sebagai pejabat publik.

Ia menyadari perbuatannya telah menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat serta mencoreng citra aparatur sipil negara.

“Kami sangat menyadari bahwa tindakan itu telah memicu persepsi yang kurang baik di mata publik. Meskipun itu dilakukan sebelum rapat dimulai, hal tersebut kurang elok. Oleh karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga,” ujarnya.

Muksin juga berjanji menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran penting dalam kariernya sebagai ASN. Ia berkomitmen untuk lebih menjaga etika, disiplin, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Sorotan Publik terhadap Etika ASN

Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi publik mengenai pentingnya etika pejabat dan aparatur sipil negara saat menghadiri forum-forum resmi pemerintahan.

Meskipun Muksin menegaskan permainan dilakukan sebelum rapat dimulai dan membantah adanya unsur judi online, video tersebut tetap menuai kritik karena dinilai kurang mencerminkan sikap profesional yang diharapkan dari seorang pejabat publik.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perilaku pejabat di ruang publik, termasuk dalam masa menunggu kegiatan resmi dimulai, dapat dengan mudah menjadi sorotan masyarakat di era media sosial. Transparansi, kedisiplinan, dan keteladanan dinilai tetap menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait