Viral! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ini Alasannya

Bagikan

Viral! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ini Alasannya
Yuharni menggendong putranya, Muhammad MBG Subianto, di kediamannya di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Wonosobo, Nusantara Info: Sebuah nama unik yang disematkan kepada seorang bayi laki-laki di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bayi tersebut diberi nama Muhammad MBG Subianto, sebuah nama yang langsung mengingatkan publik pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Di balik nama yang viral itu, tersimpan kisah perjuangan sebuah keluarga yang mengaku berhasil bangkit dari kesulitan ekonomi berkat pekerjaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), salah satu pelaksana program MBG.

Muhammad MBG Subianto lahir di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, pada Jumat, 10 Juli 2026 melalui persalinan normal.

Program MBG Jadi Titik Balik Kehidupan Keluarga

Sang ibu, Yuharni, mengungkapkan bahwa keputusan memberikan nama tersebut bukan dilakukan secara spontan ataupun demi mencari perhatian publik. Nama itu dipilih setelah melalui kesepakatan bersama sang suami, Ambon Yasin, sebagai bentuk rasa syukur atas perubahan yang mereka rasakan.

Yuharni bercerita, dirinya sempat kehilangan pekerjaan sebelum akhirnya diterima bekerja sebagai Koordinator Ompreng di dapur SPPG pada 25 Agustus 2025.

Pekerjaan tersebut, menurutnya, menjadi sumber penghasilan baru yang membantu keluarganya kembali bangkit secara ekonomi.

“Karena saya kerja di MBG. Saya sangat suka dengan program itu karena sangat membantu. Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto supaya menjadi kenangan sampai seumur hidup,” ujar Yuharni, Selasa (14/7/2026).

Baginya, nama “MBG” merupakan singkatan dari Makan Bergizi Gratis, sedangkan “Subianto” diambil dari nama belakang Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan terhadap program yang menurutnya membawa manfaat bagi keluarganya.

“Biar ada nama Pak Presidennya buat kenang-kenangan,” katanya.

Disepakati Bersama Sang Suami

Yuharni menegaskan, pemberian nama tersebut telah dibahas bersama suaminya sebelum anak ketiga mereka lahir.

Sang suami hanya memberikan satu syarat, yakni nama depan anak tetap diawali dengan “Muhammad”, sebagaimana nama dua kakaknya.

Dari kesepakatan itulah lahir nama Muhammad MBG Subianto.

Dua kakak bayi tersebut masing-masing bernama Muhammad Adi Saputra dan Muhammad Khairul Anwar.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Gandeng Baznas Perbaiki 20 Rumah Warga Terdampak Ledakan di Pondok Cabe Ilir

“Subianto itu dari Prabowo Subianto. Biar ada nama Pak Presiden yang menurut saya berjasa menghadirkan program MBG,” jelas Yuharni.

Lahir Lebih Cepat dari Perkiraan

Yuharni juga mengisahkan bahwa dirinya baru mengetahui sedang hamil ketika usia kandungan telah memasuki tujuh bulan.

Meski demikian, kehamilannya berlangsung normal tanpa kendala berarti.

Hari Perkiraan Lahir (HPL) sebenarnya jatuh pada 22 Juli 2026, namun bayi tersebut lahir lebih cepat, yakni pada 10 Juli 2026.

Muhammad MBG Subianto lahir dengan berat 3.060 gram dan panjang badan 50 sentimeter.

Kondisi ibu maupun bayi dilaporkan sehat.

“Semuanya sehat, alhamdulillah,” ungkap Yuharni.

Saat ini keluarga sedang mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran, sementara acara syukuran pemberian nama masih menunggu tradisi tujuh harian.

Viral di Media Sosial, Tuai Beragam Respons

Sejak kisah tersebut tersebar luas di media sosial, nama Muhammad MBG Subianto menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian memberikan apresiasi karena menganggap nama tersebut mencerminkan rasa syukur keluarga atas perubahan hidup yang mereka alami. Namun, tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif.

Yuharni mengaku memilih tidak mempermasalahkan berbagai komentar miring yang muncul.

“Ada yang baik, ada yang jelek. Yang baik saya balas, yang jelek tidak saya balas. Sudah biasa, manusia tidak ada yang sempurna,” katanya.

Simbol Perjalanan Bangkit dari Masa Sulit

Bagi Ambon Yasin dan Yuharni, nama putra mereka bukanlah bentuk sensasi ataupun upaya mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan.

Nama itu, menurut mereka, menjadi simbol perjalanan keluarga yang pernah mengalami masa sulit akibat kehilangan pekerjaan hingga akhirnya memperoleh harapan baru setelah bekerja di SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis.

Kisah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah program pemerintah dapat dimaknai berbeda oleh masyarakat. Di luar berbagai perdebatan mengenai implementasi kebijakan MBG, bagi keluarga kecil di Wonosobo tersebut, program itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mereka abadikan melalui nama anak mereka. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait