
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memperketat proses verifikasi lowongan dalam Program Pemagangan Nasional atau MagangHub 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan posisi magang yang ditawarkan perusahaan benar-benar sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan peserta, yang mayoritas merupakan lulusan perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker RI, Darmawansyah, mengatakan pengetatan verifikasi dilakukan agar program pemagangan tidak sekadar menjadi sarana penempatan tenaga kerja, tetapi memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi peserta.
Menurut Darmawansyah, perusahaan yang banyak menyediakan posisi magang berasal dari sektor jasa keuangan dan perbankan. Selain itu, terdapat pula perusahaan dari industri manufaktur dan sektor kesehatan.
Untuk penempatan di luar Pulau Jawa, Kemenaker tetap membuka peluang bagi fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan. Klinik maupun rumah sakit, misalnya, dapat memperoleh kuota untuk posisi tertentu seperti perawat.
“Kalau perusahaan, kebanyakan di bidang jasa keuangan dan perbankan. Selain itu, banyak juga di industri manufaktur dan kesehatan. Di luar Jawa, jika memang layak, seperti klinik atau rumah sakit, kami berikan kuota untuk posisi perawat,” ujar Darmawansyah kepada awak media di kantor Kemenaker, Selasa (11/8/2026).
Posisi Administrasi hingga Sales Dihapus
Salah satu perubahan penting dalam MagangHub 2026 adalah penghapusan sejumlah posisi yang dinilai tidak sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Kemenaker memastikan peserta tidak lagi diarahkan ke pekerjaan administratif umum. Posisi seperti front office dan kasir telah dihapus dari katalog lowongan magang nasional.
“Jabatan seperti front office atau kasir sudah kami hapus dari katalog. Jadi, jabatan yang tersedia benar-benar sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi,” kata Darmawansyah.
Sebagai gantinya, posisi yang ditawarkan harus memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuan peserta. Di sektor kesehatan, misalnya, peserta dapat ditempatkan sebagai perawat atau teknisi pemeliharaan peralatan medis.
Selain front office dan kasir, posisi sales dan operator juga dihapus dari daftar lowongan MagangHub. Kemenaker menilai jenis pekerjaan tersebut tidak lagi sesuai dengan level kompetensi yang menjadi sasaran program pemagangan nasional bagi lulusan sarjana.
Perusahaan dan Lowongan Sama-sama Diverifikasi
Untuk memastikan kualitas program, Kemenaker menerapkan verifikasi berlapis. Prosesnya dimulai dengan memeriksa kelayakan perusahaan penyelenggara magang dan kepatuhannya terhadap regulasi ketenagakerjaan.
Setelah perusahaan dinyatakan layak, Kemenaker baru melakukan verifikasi terhadap lowongan yang diajukan.
“Pola verifikasinya adalah kami memverifikasi penyelenggara magang terlebih dahulu apakah perusahaan tersebut layak dan patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan. Setelah perusahaannya dinyatakan layak, lowongannya pun kami verifikasi,” jelas Darmawansyah.
Dengan mekanisme tersebut, perusahaan yang memenuhi persyaratan belum otomatis dapat memasukkan seluruh posisi yang dimilikinya ke dalam MagangHub. Setiap lowongan tetap harus memenuhi ketentuan kompetensi peserta.
Apabila sebuah perusahaan dinyatakan layak sebagai penyelenggara, tetapi posisi yang ditawarkan tidak relevan dengan kompetensi lulusan sarjana, Kemenaker akan menghapus lowongan tersebut dari program.
MagangHub Sediakan 150.000 Kuota
Program Pemagangan Nasional melalui MagangHub merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah. Pada 2026, program ini menyediakan sekitar 150.000 kuota peserta dengan alokasi anggaran sekitar Rp4,14 triliun.
Penyerapan peserta tersebut dilakukan dalam tiga batch. Untuk batch pertama, sekitar 46.160 peserta telah dinyatakan lolos.
Sementara batch kedua dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja melalui penempatan di kementerian maupun perusahaan BUMN.
Masa pemagangan berlangsung selama enam bulan, dengan peserta mendapatkan uang saku yang mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) dan dibayarkan melalui dukungan pemerintah.
Pengetatan verifikasi lowongan menjadi bagian penting untuk memastikan besarnya anggaran dan kuota program benar-benar menghasilkan manfaat bagi peserta. Dengan posisi yang sesuai bidang keilmuan, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga meningkatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin mengikuti MagangHub, perubahan katalog lowongan menjadi sinyal bahwa kesesuaian antara jurusan, kompetensi, dan posisi magang akan semakin menjadi perhatian dalam program pemagangan nasional 2026. (*)






