Gempa M5,6 Kembali Guncang NTT, Warga Ruteng Berhamburan Keluar Rumah

Bagikan

Gempa M5,6 Kembali Guncang NTT, Warga Ruteng Berhamburan Keluar Rumah
Suasana warga terlihat di luar bangunan setelah gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Ruteng pada pagi hari ini, Kamis (20/8/2026). (Foto: Istimewa)

RUTENG, NUSANTARA INFO: Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pagi. Guncangan bermagnitudo 5,6 yang berpusat di sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai, membuat warga di Kecamatan Langke Rembong berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk mencari tempat yang lebih aman.

Warga di kawasan Jalan Kartini, Ruteng, terlihat keluar dari rumah, hotel, dan sejumlah bangunan sesaat setelah gempa terjadi. Guncangan yang berlangsung beberapa detik tersebut disertai suara gemuruh dari atap dan tembok bangunan.

Sejumlah warga memilih berkumpul di tempat terbuka karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Dinding kamar mandi retak, langsung berjatuhan semennya,” ujar seorang warga yang mengungsi sementara dari salah satu hotel di Jalan Kartini, Kamis.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi sekitar pukul 06.47 waktu setempat. Ruteng berada di zona waktu WITA (Waktu Indonesia Tengah).

BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 5,6 dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Gempa Tektonik Ruteng, Manggarai, NTT. Magnitudo 5,6. Tidak Berpotensi Tsunami,” demikian keterangan BMKG yang dikutip dari akun Instagram resminya, @BMKG.

Guncangan Terasa Beberapa Detik

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di Ruteng. Sejumlah orang yang sedang berada di dalam rumah maupun penginapan langsung keluar setelah merasakan bangunan berguncang.

Warga mengaku merasakan guncangan selama kurang lebih dua detik. Meski berlangsung singkat, intensitas guncangan membuat sebagian masyarakat panik karena wilayah NTT masih mengalami rangkaian aktivitas gempa.

Suara benda dan bagian bangunan yang bergeser atau bergetar terdengar bersamaan dengan guncangan. Kondisi tersebut membuat warga memilih tidak langsung kembali ke dalam bangunan.

Sampai laporan ini disusun, warga di sejumlah lokasi masih bertahan di luar rumah maupun penginapan. Mereka memilih menunggu situasi lebih aman sambil mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Gempa M5,7 Juga Terjadi Dini Hari

Gempa pagi di Ruteng bukan satu-satunya gempa berkekuatan signifikan yang terjadi di wilayah NTT pada Kamis.

Baca Juga :  Selama Periode Nataru 2024/2025, Kemenhub Sediakan Puluhan Ribu Tiket Kapal Laut Gratis

Beberapa jam sebelumnya, gempa bermagnitudo 5,7 tercatat terjadi sekitar pukul 00.17 waktu setempat. Aktivitas gempa tersebut menambah kewaspadaan masyarakat, terutama setelah rangkaian gempa yang terjadi di NTT dalam beberapa hari terakhir.

BMKG sebelumnya mencatat aktivitas gempa susulan dalam jumlah sangat besar setelah gempa utama yang mengguncang wilayah NTT.

Berdasarkan pembaruan BMKG hingga 20 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 3.394 gempa bumi susulan.

Dari jumlah tersebut, BMKG mencatat gempa susulan terbesar bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.

Sebanyak 26 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, sementara 99 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

“Hingga tanggal 20 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Total gempa bumi susulan: 3394. Magnitudo terbesar: 6.2. Magnitudo terkecil: 1.1. Gempa susulan di atas 5: 26. Gempa susulan dirasakan: 99,” demikian keterangan BMKG yang dikutip dari akun resmi @BMKG.

Warga Diminta Tetap Waspada

Rangkaian aktivitas gempa tersebut membuat masyarakat diminta tetap waspada, tetapi tidak panik. Warga yang berada di dalam bangunan perlu memastikan kondisi struktur bangunan sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Gempa bumi susulan dapat terjadi setelah gempa utama. Karena itu, warga sebaiknya menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan memilih lokasi terbuka yang aman apabila kembali terjadi guncangan.

Untuk sementara, warga Ruteng yang masih merasa khawatir memilih tetap berada di luar rumah dan penginapan. Suasana di sejumlah kawasan juga masih diwarnai kewaspadaan menyusul gempa M5,6 yang mengguncang pada Kamis pagi.

BMKG menyatakan gempa M5,6 di Ruteng tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, serta menjadikan informasi resmi BMKG sebagai rujukan utama. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait