
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Mi menjadi salah satu makanan yang memiliki banyak penggemar di berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki jenis, bentuk, tekstur, hingga cara penyajian mi yang menjadi bagian dari tradisi kulinernya.
Platform ensiklopedia kuliner global, TasteAtlas, kembali merilis daftar Best Noodles Types in the World atau jenis mi terbaik di dunia. Dalam daftar teranyar tersebut, ramen asal Jepang menempati posisi pertama, disusul lamian dari China dan bánh phở dari Vietnam.
TasteAtlas menyusun peringkat berdasarkan skor yang dihimpun dari ulasan pengguna di seluruh dunia. Dalam daftar tersebut, sejumlah mi dari Asia mendominasi tujuh besar, meski satu jenis mi asal Jerman turut masuk dalam daftar.
Berikut tujuh jenis mi terbaik di dunia versi TasteAtlas.
- Ramen – Yokohama, Jepang
Ramen menempati posisi teratas dengan skor 4,3 dari 5.
Mi khas Jepang ini menjadi bahan dasar berbagai hidangan ramen populer, mulai dari tonkotsu ramen, shio ramen, hingga miso ramen.
Salah satu karakteristik ramen terdapat pada teksturnya yang licin dan mengilap. Karakter tersebut diperoleh dari penggunaan kansui, yakni air alkali yang dicampurkan ke dalam adonan tepung terigu, air, dan garam.
Adonan ramen kemudian didiamkan sebelum digiling. Proses tersebut membantu menghasilkan tekstur mi yang kenyal serta warna kuning pucat yang menjadi ciri khasnya.
Secara historis, ramen diyakini masuk ke Jepang dari China pada era Meiji. Popularitasnya kemudian berkembang, salah satunya setelah sebuah restoran China di Yokohama menyajikan ramen pada 1910.
Dari Jepang, ramen kemudian berkembang menjadi salah satu hidangan mi paling dikenal secara global dengan beragam karakter kuah, topping, dan teknik penyajian.
- Lamian – China

Posisi kedua ditempati lamian, mi khas China yang dibuat menggunakan teknik tarik tangan.
Lamian dipercaya berasal dari wilayah China Utara yang sejak ribuan tahun lalu dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil gandum.
Teknik pembuatan lamian dilakukan dengan menarik adonan berulang kali hingga menghasilkan helaian mi yang panjang dan lentur. Helaian mi bahkan dapat ditarik hingga lebih dari satu meter.
Jejak tertulis mengenai teknik pembuatan mi tarik ini tercatat dalam Songshi Yangsheng Bu, sebuah buku yang terbit pada 1504.
Dalam tradisi China, lamian juga memiliki makna simbolis. Mi panjang kerap disajikan saat Tahun Baru Imlek sebagai simbol umur panjang.
Salah satu sajian lamian yang populer adalah niu rou mian, yakni sup mi dengan kaldu sapi khas Lanzhou yang dapat dipadukan dengan minyak cabai la jiao jiang. Lamian juga digunakan dalam zhajiangmian dengan topping daging babi cincang.
- Bánh phở – Vietnam
Di posisi ketiga terdapat bánh phở, mi beras khas Vietnam yang menjadi komponen utama hidangan phở.
Bánh phở memiliki bentuk pipih dan lebar dengan warna putih. Bahan dasarnya adalah beras yang menghasilkan cita rasa sedikit manis.
Setelah direbus, mi ini memiliki tekstur lembut, kenyal, dan hampir transparan.
Bánh phở paling populer digunakan dalam hidangan phở, tetapi penggunaannya tidak terbatas pada sup mi tersebut. Mi beras ini juga dapat ditumis atau digunakan dalam berbagai hidangan lainnya.
Di luar Vietnam, bánh phở juga dikenal dengan sebutan rice sticks atau chantaboon. Selain tersedia dalam kondisi segar, mi tersebut juga banyak dijual dalam bentuk kering dan kemasan.
Masuknya bánh phở ke tiga besar menunjukkan kuatnya posisi tradisi mi berbahan dasar beras dalam kuliner Vietnam di tengah dominasi mi berbahan gandum dari negara-negara Asia Timur.
- Sanuki Udon – Kagawa, Jepang

Jepang kembali muncul di posisi keempat melalui Sanuki udon dari Prefektur Kagawa.
Sanuki udon dikenal karena bentuknya yang tebal dengan tekstur kenyal. Proses pembuatannya membutuhkan tahapan yang cukup panjang.
Adonan tepung terigu diuleni dengan tangan, kemudian didiamkan agar mengembang. Setelah itu, adonan dipadatkan menggunakan tangan dan kaki sebelum digiling dan dipotong.
Proses perebusan dilakukan dengan cepat untuk mempertahankan tekstur mi yang al dente sehingga tidak mudah lembek.
Sanuki udon dapat disajikan menggunakan kuah panas. Saat musim panas, mi ini juga umum dinikmati dengan cara dicelupkan ke dalam saus dingin.
Nama Sanuki sendiri merujuk pada nama lama Kagawa. Hingga kini, Sanuki udon menjadi bagian penting dari tradisi kuliner daerah tersebut.
- Udon – Jepang
Selain Sanuki udon, udon secara umum juga masuk lima besar daftar TasteAtlas.
Udon merupakan salah satu jenis mi yang paling populer di Jepang, bersama ramen dan soba. Mi ini memiliki karakteristik tebal, kenyal, dan umumnya berbentuk bulat, meski ukuran serta bentuknya dapat berbeda di sejumlah daerah.
Salah satu sajian paling sederhana adalah kake udon. Hidangan ini menyajikan mi dalam kuah yang dibuat dari kecap asin atau shoyu, dashi, dan mirin.
Karakter kuah juga dapat berbeda berdasarkan wilayah. Di Jepang bagian barat, kuah cenderung lebih encer, sementara di wilayah timur umumnya lebih kental.
Udon dapat dilengkapi berbagai bahan, seperti daun bawang, tempura udang, tahu goreng, maupun mochi.
Sejarah udon juga dikaitkan dengan pengaruh kuliner China. Mi ini dipercaya dibawa oleh biksu Buddha dari China ke Jepang dan kemudian berkembang menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Jepang.
- Spätzle – Jerman
Tidak seluruh daftar tujuh besar TasteAtlas berasal dari Asia. Spätzle dari Jerman menjadi satu-satunya mi Eropa yang masuk dalam daftar tersebut.
Spätzle dapat disebut sebagai pasta ala Jerman. Adonannya dibuat dari tepung terigu, telur, air, dan garam.
Berbeda dengan mi yang adonannya digiling dan dipotong, adonan spätzle memiliki tekstur lembap dan lunak. Karena itu, pembentukannya dilakukan menggunakan tangan, pisau, atau cetakan khusus.
Adonan kemudian direbus hingga mengapung, yang menjadi salah satu tanda bahwa spätzle telah matang.
Resep tertulis mengenai spätzle tercatat sejak 1725. Meski demikian, pencipta awal hidangan tersebut tidak diketahui secara pasti.
Dalam kuliner tradisional Jerman, spätzle dapat disajikan dengan berbagai pendamping, seperti keju, sosis, sauerkraut, lentil, mentega, hingga bayam.
- Bánh hỏi – Vietnam

Vietnam kembali menempatkan jenis mi lainnya di posisi ketujuh melalui bánh hỏi yang berasal dari kawasan Pesisir Tengah Selatan.
Bánh hỏi merupakan mi beras dengan ukuran sangat halus. Bentuknya kerap disamakan dengan bihun, tetapi secara tradisional mi ini dianyam menjadi ikatan pipih berbentuk persegi panjang.
Bánh hỏi diyakini berasal dari wilayah Vietnam Selatan dan dalam perkembangannya menjadi hidangan istimewa yang kerap hadir dalam berbagai perayaan atau upacara adat.
Mi ini biasanya disajikan dalam kondisi dingin dengan taburan daun bawang goreng.
Bánh hỏi dapat dipadukan dengan berbagai lauk, seperti babi panggang, daging bakar, maupun chạo tôm. Dalam penyajiannya, mi dapat dibungkus menggunakan daun selada dan kemudian dicelupkan ke dalam nước chấm, saus khas Vietnam.
Dominasi Mi Asia
Daftar tujuh besar TasteAtlas memperlihatkan dominasi tradisi kuliner Asia, khususnya Jepang, China, dan Vietnam.
Jepang menjadi negara dengan representasi terbanyak melalui ramen, Sanuki udon, dan udon. Vietnam menempatkan dua jenis mi, yakni bánh phở dan bánh hỏi, sedangkan China diwakili lamian.
Sementara itu, Jerman menjadi satu-satunya negara Eropa yang masuk dalam tujuh besar melalui spätzle.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa istilah “mi” tidak hanya merujuk pada satu jenis bahan atau teknik pengolahan. Setiap wilayah mengembangkan karakter mi berdasarkan bahan pangan lokal, teknik pembuatan, tradisi, serta kebiasaan makan masyarakatnya.
Ramen yang menggunakan mi berbahan gandum, bánh phở yang berbasis beras, lamian dengan teknik tarik tangan, hingga spätzle dengan adonan telur menunjukkan luasnya variasi kuliner berbasis mi di dunia.
Dengan skor 4,3 dari 5, ramen menjadi yang tertinggi dalam daftar terbaru TasteAtlas. Di bawahnya terdapat lamian dan bánh phở yang melengkapi tiga besar.
Bagi pencinta kuliner, daftar tersebut sekaligus menjadi gambaran tentang beragam tradisi mi dunia yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menyimpan sejarah dan identitas budaya dari masing-masing daerah asalnya. (*)






