Berhenti Minum Kopi Setelah Jam 2 Siang, Ini 5 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh

Bagikan

Berhenti Minum Kopi Setelah Jam 2 Siang, Ini 5 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh
Ilustrasi seseorang menikmati secangkir kopi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Kebiasaan minum kopi setelah pukul 14.00 atau jam 2 siang ternyata dapat memengaruhi kualitas tidur, fungsi otak, energi, hingga suasana hati. Mengurangi konsumsi kopi pada sore hari berpotensi membantu tubuh beristirahat lebih optimal dan membuat seseorang merasa lebih segar saat bangun.

Kopi menjadi salah satu minuman favorit banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari. Kandungan kafein di dalamnya dikenal mampu meningkatkan kewaspadaan, membantu konsentrasi, dan mengurangi rasa kantuk.

Namun, konsumsi kopi juga perlu memperhatikan waktu. Kafein yang diminum pada sore hari masih dapat bertahan dalam tubuh hingga malam sehingga berpotensi mengganggu proses tidur.

Karena itu, sejumlah ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi setelah pukul 14.00, terutama bagi orang yang memiliki masalah tidur.

Dilansir dari Real Simple, Selasa (27/10/2026), menghentikan kebiasaan minum kopi sore dapat memberikan sejumlah perubahan pada tubuh. Mulai dari penyesuaian fungsi otak hingga potensi perbaikan kualitas tidur dan suasana hati.

Berikut lima efek berhenti minum kopi setelah jam 2 siang yang perlu diketahui.

  1. Otak Mulai Menyesuaikan Fungsi Istirahat

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat kimia di otak yang berperan memberikan sinyal rasa kantuk dan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Ketika seseorang mengonsumsi kopi, efek adenosin menjadi terhambat sehingga otak tetap merasa waspada meskipun tubuh sebenarnya membutuhkan istirahat.

Menurut Sabrina Ritchie, praktisi perawat psikiatri sekaligus penulis buku Restoring Calm, kafein membuat sinyal istirahat tersebut menjadi lebih samar.

Saat kebiasaan minum kopi setelah pukul 14.00 dihentikan, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Pada tahap awal, sebagian orang mungkin mengalami rasa kantuk lebih kuat, sakit kepala, atau mudah kesal. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan asupan kafein dan biasanya bersifat sementara.

Setelah tubuh beradaptasi, rasa kantuk alami dapat muncul lebih sesuai dengan kebutuhan waktu istirahat.

  1. Tidur Bisa Lebih Cepat dan Berkualitas

Mengurangi konsumsi kopi pada sore hari dapat membantu tubuh lebih mudah memasuki fase tidur.

Kafein memiliki waktu paruh yang relatif panjang. Artinya, sebagian kafein masih berada di dalam tubuh beberapa jam setelah seseorang meminum kopi.

Jika kopi dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, efek stimulan tersebut dapat membuat seseorang tetap terjaga atau membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap.

Chelsie Rohrscheib, ahli saraf dan pakar tidur, mengatakan perubahan kualitas tidur dapat mulai terlihat dalam satu hingga dua minggu setelah kebiasaan minum kopi sore dikurangi.

Tubuh juga berpotensi terasa lebih rileks ketika memasuki waktu tidur.

Meski demikian, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada sensitivitas terhadap kafein, jumlah kopi yang dikonsumsi, dan kebiasaan tidur.

  1. Tidur Lebih Pulas, Tubuh Lebih Segar

Menghindari kopi pada sore hari memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat tanpa terlalu banyak stimulasi kafein.

Tidur yang berkualitas penting untuk membantu pemulihan fisik, menjaga konsentrasi, serta mendukung fungsi otak.

Sabrina Ritchie menyebut penelitian menunjukkan konsumsi kafein dapat memengaruhi aktivitas otak selama tidur non-REM.

Fase tidur non-REM merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh dan fungsi kognitif.

Baca Juga :  Erick Thohir Puas dengan Komptesi Sepak Bola Piala Presiden 2025 yang Naik Kelas

Ketika efek kafein berkurang, kualitas tidur berpotensi membaik. Seseorang juga dapat merasa lebih segar ketika bangun pada pagi hari.

Namun, berhenti minum kopi sore tidak otomatis menjamin tidur lebih pulas. Faktor lain seperti stres, kondisi kesehatan, lingkungan tidur, dan jadwal istirahat tetap berpengaruh.

  1. Energi dan Mood Berpotensi Lebih Stabil

Dampak mengurangi kopi sore tidak hanya berkaitan dengan tidur.

Setelah tubuh beradaptasi, sebagian orang dapat merasakan energi dan suasana hati yang lebih stabil sepanjang hari.

Ritchie menjelaskan bahwa berkurangnya stimulasi pada sore hari dapat membantu mendukung ritme sirkadian, yaitu sistem internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Ritme sirkadian berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk waktu tidur, kewaspadaan, dan suasana hati.

Mengurangi kafein menjelang malam juga berpotensi membantu seseorang lebih jarang terbangun ketika tidur, terutama jika sebelumnya sensitif terhadap efek stimulan.

Dengan tidur yang lebih teratur, kebutuhan untuk mengandalkan kopi agar tetap bugar pada pagi hari juga dapat berkurang.

Meski demikian, perubahan mood dan energi tidak selalu terjadi secara langsung. Pada sebagian orang, pengurangan kafein justru dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau perubahan suasana hati sementara.

  1. Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

Menghentikan kopi setelah pukul 14.00 bukan berarti seseorang harus menghindari kopi sepenuhnya.

Chelsie Rohrscheib menyebut sekitar satu jam setelah bangun tidur sebagai salah satu waktu yang dapat dipertimbangkan untuk menikmati kopi.

Kopi juga dapat dikonsumsi pada siang hari, termasuk sekitar pukul 12.00 hingga 14.00, dengan memperhatikan waktu tidur malam.

Para ahli menyarankan agar konsumsi kafein terakhir dilakukan setidaknya enam jam sebelum tidur.

Bagi orang yang mengalami gangguan tidur atau sensitif terhadap kafein, jeda delapan jam atau lebih sebelum tidur dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Sebagai contoh, jika seseorang biasanya tidur pukul 22.00, waktu terakhir minum kopi sebaiknya tidak melewati pukul 16.00. Namun, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, batas tersebut bisa perlu dimajukan.

Jumlah kopi yang diminum juga perlu diperhatikan. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan efeknya bertahan hingga malam hari.

Mengurangi kebiasaan minum kopi setelah jam 2 siang dapat membantu mendukung kualitas tidur, mengurangi gangguan istirahat, dan menjaga energi serta suasana hati lebih stabil.

Namun, perubahan tersebut tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi setiap hari.

Bagi yang ingin mencoba, langkah sederhana dapat dimulai dengan memindahkan waktu minum kopi ke pagi atau siang hari, mengurangi jumlah kafein secara bertahap, serta memperhatikan respons tubuh.

Jika sering sulit tidur, mudah terbangun pada malam hari, atau merasa tidak segar saat bangun, coba evaluasi kebiasaan minum kopi sore. Perhatikan perubahan pola tidur dan energi selama beberapa minggu untuk mengetahui apakah pembatasan kafein membantu. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait