
BEIJING, NUSANTARA INFO: Palace Museum di Beijing, China, menjadi museum paling banyak dikunjungi di dunia sepanjang 2025. Museum yang dikenal sebagai Forbidden City atau Kota Terlarang tersebut mencatat sekitar 19 juta kunjungan, mengungguli sejumlah museum ikonik dunia, termasuk Musée du Louvre di Paris, Prancis.
Pencapaian ini menempatkan Palace Museum sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya paling ramai dikunjungi berdasarkan jumlah pengunjung sepanjang tahun kalender 2025.
Peringkat tersebut dirilis Themed Entertainment Association (TEA) melalui laporan TEA Global Experience Index, yang memuat data kunjungan berbagai destinasi wisata, museum, dan tempat hiburan di dunia.
Laporan tersebut menunjukkan dominasi museum di Asia, khususnya China, dalam daftar institusi dengan jumlah pengunjung terbesar.
Palace Museum Beijing Ungguli Louvre
Berdasarkan laporan TEA, Palace Museum menempati peringkat pertama dengan 19 juta kunjungan sepanjang 2025.
Posisi kedua ditempati Summer Palace di Beijing dengan 17.381.000 kunjungan. Sementara itu, Museum of Emperor Qin Shihuang’s Mausoleum Site di Xi’an berada di posisi ketiga dengan 10.970.000 kunjungan.
Musée du Louvre di Paris menempati peringkat keempat dengan 9.046.000 kunjungan.
Jumlah tersebut menunjukkan selisih hampir 10 juta kunjungan dibandingkan Palace Museum di Beijing.
Meski berada di bawah museum China, Louvre tetap menjadi museum dengan jumlah pengunjung tertinggi di luar China dalam daftar tersebut.
British Museum di London dan Palace of Versailles di Prancis juga masuk dalam jajaran 10 besar museum paling banyak dikunjungi di dunia.
Sementara itu, Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika Serikat, menempati posisi ke-17 dengan 5.984.000 kunjungan sepanjang 2025.
Museum Asia Mendominasi Peringkat Dunia
Dominasi museum Asia menjadi salah satu temuan utama dalam laporan TEA Global Experience Index 2025.
Dari 20 museum paling banyak dikunjungi di dunia, sebanyak 14 institusi berasal dari Asia. Rinciannya, 12 museum berada di China dan dua museum lainnya berada di Korea Selatan.
Tiga posisi teratas bahkan seluruhnya ditempati museum di China.
Selain Palace Museum dan Summer Palace, sejumlah institusi China lainnya juga masuk dalam daftar, antara lain Shenzhen Nanshan District Museum, Opium War Museum, National Museum of China, Prince Kung’s Mansion Museum, Sanxingdui Museum, Chengdu Wuhou Shrine Museum, Nanjing Museum, Shenyang Palace Museum, serta China Science and Technology Museum.
Dari Korea Selatan, Gyeongbokgung Palace di Seoul menempati posisi ke-11 dengan 6.887.000 kunjungan. Adapun National Museum of Korea berada di peringkat ke-12 dengan 6.507.000 kunjungan.
Secara keseluruhan, 20 museum teratas dalam indeks tersebut mencatat 161,4 juta kunjungan sepanjang 2025.
Jumlah itu meningkat 5,4 persen dibandingkan total kunjungan pada 2024 di 20 institusi yang sama.
Peringkat Berdasarkan Jumlah Kunjungan
TEA menyusun peringkat berdasarkan jumlah kunjungan sepanjang tahun kalender, bukan berdasarkan penilaian kualitas koleksi, arsitektur, fasilitas, maupun popularitas museum melalui survei.
Dalam penyusunannya, TEA bekerja sama dengan mitra riset Entertainment + Culture Advisors (ECA) dan The Park Database (TPDB).
Cakupan indeks tahun ini juga diperluas dengan memasukkan istana bersejarah dan situs yang memiliki koleksi terkurasi, termasuk Summer Palace dan Palace of Versailles.
Dengan demikian, daftar tersebut tidak hanya mencakup museum konvensional, tetapi juga sejumlah destinasi bersejarah yang menjadi pusat wisata budaya.
Daftar 20 Museum Paling Banyak Dikunjungi di Dunia 2025
Mengutip laporan TEA Global Experience Index 2025 yang dilansir Time Out, berikut daftar 20 museum dengan jumlah kunjungan tertinggi sepanjang 2025:
- Palace Museum, Beijing, China – 19.000.000 kunjungan
- Summer Palace, Beijing, China – 17.381.000 kunjungan
- Museum of Emperor Qin Shihuang’s Mausoleum Site, Xi’an, China – 10.970.000 kunjungan
- Musée du Louvre, Paris, Prancis – 9.046.000 kunjungan
- Palace of Versailles, Prancis – 8.400.000 kunjungan
- Shenzhen Nanshan District Museum, Shenzhen, China – 7.455.000 kunjungan
- Natural History Museum, London, Inggris – 7.117.000 kunjungan
- Vatican Museums, Kota Vatikan – 6.934.000 kunjungan
- Opium War Museum, Dongguan, China – 6.929.000 kunjungan
- National Museum of China, Beijing, China – 6.900.000 kunjungan
- Gyeongbokgung Palace, Seoul, Korea Selatan – 6.887.000 kunjungan
- National Museum of Korea, Seoul, Korea Selatan – 6.507.000 kunjungan
- British Museum, London, Inggris – 6.440.000 kunjungan
- Prince Kung’s Mansion Museum, Beijing, China – 6.120.000 kunjungan
- Sanxingdui Museum, Guanghan, China – 6.080.000 kunjungan
- Chengdu Wuhou Shrine Museum, Chengdu, China – 6.030.000 kunjungan
- The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat – 5.984.000 kunjungan
- Nanjing Museum, Nanjing, China – 5.860.000 kunjungan
- Shenyang Palace Museum, Shenyang, China – 5.852.000 kunjungan
- China Science and Technology Museum, Beijing, China – 5.530.000 kunjungan
Museum Sejarah Jadi Magnet Wisata Dunia
Tingginya jumlah kunjungan Palace Museum memperlihatkan besarnya daya tarik destinasi sejarah dan budaya dalam industri pariwisata global.
Museum yang berada di kawasan Kota Terlarang tersebut menjadi salah satu ikon sejarah China. Kompleks istana ini menawarkan pengalaman wisata yang berkaitan dengan sejarah kekaisaran, arsitektur tradisional, serta warisan budaya negara tersebut.
Dominasi museum China dalam daftar juga memperlihatkan kuatnya posisi destinasi wisata budaya Asia dalam menarik wisatawan.
Sementara itu, museum-museum Eropa dan Amerika tetap mempertahankan daya tariknya melalui koleksi seni, sejarah, dan budaya yang dikenal secara internasional.
Peningkatan total kunjungan museum teratas sebesar 5,4 persen pada 2025 menjadi indikator pertumbuhan aktivitas wisata budaya di berbagai negara.
Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke luar negeri, daftar museum terpopuler dunia ini dapat menjadi referensi untuk menentukan destinasi wisata sejarah dan budaya berikutnya. (*)






