
Jakarta, Nusantara Info: Dimulainya kegiatan penambangan gas alam di Blok Masela, Maluku, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7/2026) dinilai bukan sekadar tonggak baru bagi ketahanan energi nasional. Proyek raksasa tersebut juga disebut memperluas posisi geopolitik dan geostrategis Indonesia di kawasan laut, sekaligus meningkatkan nilai strategis wilayah perbatasan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Pandangan tersebut disampaikan Theofransus Litaay, Dosen Hukum Laut Internasional Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga sekaligus Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan periode 2015–2025.
Menurutnya, kehadiran Blok Masela mengubah paradigma terhadap kawasan Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafura yang selama ini lebih dikenal sebagai wilayah penangkapan ikan menjadi kawasan strategis dunia karena menyimpan salah satu cadangan gas alam terbesar.
“Indonesia memperluas wilayah geopolitik dan geostrategis lautnya dengan dimulainya kegiatan penambangan gas alam Blok Masela. Wilayah Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafura kini memiliki makna strategis baru sebagai salah satu sumber gas alam terbesar di dunia yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Theofransus.
Blok Masela Jadi Objek Vital Negara
Theofransus yang juga merupakan Dewan Penasehat Toma Maritim Center menegaskan, proyek Blok Masela merupakan Program Strategis Nasional (PSN) sekaligus objek vital nasional sehingga membutuhkan pola pengelolaan dan pengamanan yang berbeda dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, keberadaan investasi energi bernilai sangat besar tersebut menuntut penguatan aspek keamanan maritim, penegakan hukum laut, hingga perlindungan terhadap seluruh infrastruktur strategis yang akan dibangun di kawasan tersebut.
“Situasi ini membutuhkan pendekatan yang berbeda. Kehadiran proyek strategis nasional dan objek vital negara tentunya memerlukan pengamanan, khususnya dari aspek hukum laut dan keamanan di laut,” katanya.
Berada di Titik Strategis Perbatasan Tiga Negara
Salah satu alasan pentingnya pengamanan ekstra, lanjut Theofransus, adalah posisi geografis Blok Masela yang berada di kawasan perbatasan antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia.
Selain itu, kawasan tersebut juga berdekatan dengan pangkalan militer Amerika Serikat di Darwin, Northern Territory, Australia, yang memiliki posisi strategis dalam dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
“Wilayah ini berada di dekat perbatasan tiga negara. Bahkan secara strategis terdapat pangkalan Amerika Serikat di Darwin yang langsung berhadapan dengan Indonesia. Karena itu keamanan laut di kawasan ini harus mendapat perhatian serius,” jelas doktor lulusan Charles Darwin University, Australia tersebut.
Ia menilai, keberadaan proyek energi bernilai triliunan rupiah tersebut akan meningkatkan intensitas aktivitas pelayaran, logistik, hingga kepentingan ekonomi internasional di kawasan Laut Arafura.

Tak Hanya Penuhi Kebutuhan Energi Nasional
Selain memperkuat ketahanan energi dalam negeri, Blok Masela juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat ekspor gas alam Indonesia ke berbagai negara, khususnya negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
Menurut Theofransus, hal tersebut akan meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam kerja sama energi internasional sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi nasional.
“Kehadiran Blok Masela tidak hanya menjawab kebutuhan energi Indonesia, tetapi juga menjadi sumber ekspor energi ke negara-negara tetangga. Ini akan memberikan keuntungan ekonomi sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di kawasan,” terangnya.
Perkuat Posisi Indonesia di Indo-Pasifik
Lebih jauh, Theofransus menilai keberadaan Blok Masela akan memperkuat peran Indonesia dalam peta geopolitik Indo-Pasifik.
Dengan cadangan gas alam yang sangat besar, proyek tersebut dinilai menjadi salah satu sumber energi strategis di kawasan Pasifik dan Melanesia yang memiliki nilai ekonomi maupun politik sangat tinggi.
“Di kawasan Indo-Pasifik, proyek ini memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu sumber gas alam terbesar di wilayah Pasifik dan Melanesia. Ini merupakan sumber energi jangka panjang yang dapat menjadi basis kerja sama ekonomi yang semakin menguntungkan Indonesia,” katanya.
Sabang dan Masela Perluas Pengaruh Maritim Indonesia
Theofransus juga menilai perluasan wilayah geostrategis Indonesia tidak hanya terjadi melalui Blok Masela.
Menurutnya, rencana kerja sama Indonesia dan India dalam pembangunan pelabuhan samudra di Sabang juga akan memperkuat posisi Indonesia di jalur perdagangan internasional.
Apabila kedua proyek tersebut berjalan sesuai rencana, Indonesia dinilai akan memiliki pengaruh yang semakin besar terhadap lalu lintas maritim global, baik di wilayah perairan nasional maupun laut internasional.
“Perluasan wilayah geostrategis hukum laut Indonesia tidak hanya terjadi di Blok Masela, tetapi juga di Sabang melalui kerja sama pembangunan pelabuhan samudra dengan India. Jika keduanya berjalan optimal, maka pengaruh Indonesia di laut akan semakin luas, baik di laut wilayah maupun di laut internasional,” pungkasnya.
Kehadiran Blok Masela pun dipandang tidak hanya sebagai proyek energi nasional, melainkan sebagai instrumen strategis yang memperkuat ketahanan energi, keamanan maritim, diplomasi ekonomi, serta posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik. (*)






