Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026, Purbaya Soroti Daya Beli hingga Barang Ilegal

Bagikan

Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026, Purbaya Soroti Daya Beli hingga Barang Ilegal
Menkeu Purbaya (tengah) saat jumpa pers di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan daya beli masyarakat, peningkatan aktivitas belanja, hingga perbaikan iklim investasi agar dunia usaha semakin efisien dan kompetitif.

Salah satu langkah utama yang akan diperkuat pemerintah dalam waktu dekat adalah perlindungan pasar domestik dari maraknya peredaran barang ilegal yang dinilai kembali meningkat di sejumlah sektor.

“Saya akan galakkan lagi penjagaan pasar domestik dari barang-barang ilegal yang katanya agak ramai lagi sekarang. Walaupun BC (bea cukai) sudah bekerja lebih keras dari sebelumnya. Itu utamanya,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, penguatan pasar domestik menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Pemerintah menilai masuknya barang ilegal tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga menekan daya saing industri dalam negeri.

Karena itu, pengawasan terhadap arus barang impor akan terus diperketat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk optimalisasi peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Purbaya mengakui tekanan global masih memengaruhi sentimen pelaku usaha dan pasar keuangan. Namun, ia menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia sejauh ini tetap berada dalam jalur yang positif.

Ia menilai sebagian kekhawatiran yang berkembang lebih banyak dipengaruhi faktor psikologis dan sentimen negatif yang beredar di masyarakat maupun pelaku pasar.

“Kelihatannya walaupun bagus, orang masih agak takut. Karena banyak yang nakut-takutin, katanya mau 1998, padahal kan sudah kita buktikan, kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan,” katanya.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan agar dunia usaha tetap memiliki ruang ekspansi di tengah gejolak global. Menurutnya, sektor swasta masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga dukungan pembiayaan harus dipastikan tetap tersedia.

Baca Juga :  Dorong Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, Pemkot Tangsel Beri Beasiswa S1 Bagi 95 Guru PAUD

“Pebisnis enggak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembiayaan,” terangnya.

Kebijakan menjaga kecukupan likuiditas perbankan dinilai penting untuk menopang aktivitas investasi dan konsumsi domestik pada kuartal II 2026. Pemerintah berharap kombinasi penguatan pasar domestik, stabilitas sistem keuangan, dan dukungan terhadap sektor usaha dapat menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional tetap solid.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional agar lebih tahan terhadap tekanan eksternal, termasuk perlambatan ekonomi global, gejolak geopolitik, dan fluktuasi perdagangan internasional.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah optimistis momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga sepanjang 2026, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait