9 Anak Diduga Disandera KKB di Mimika Belum Kembali, Kapuspen TNI: Belum Ada Titik Terang

Bagikan

9 Anak Diduga Disandera KKB di Mimika Belum Kembali, Kapuspen TNI: Belum Ada Titik Terang
Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers terkait perkembangan kasus dugaan penyanderaan sembilan anak di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Pencarian terhadap sembilan anak yang diduga menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini belum menemukan titik terang. TNI memastikan anak-anak tersebut masih belum kembali ke keluarga mereka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan informasi mengenai keberadaan para korban masih terus ditelusuri. Hingga Minggu (20/9/2026), belum ada kepastian bahwa sembilan anak tersebut telah dibebaskan atau kembali ke wilayah aman.

“Iya, itu masih disandera, belum kembali,” kata Muhammad Nas di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencarian dan penanganan terhadap dugaan penyanderaan masih berlangsung. Aparat juga masih berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan para korban.

TNI Bantah Anak-anak Korban Penembakan Mata-mata

Selain mengungkap perkembangan pencarian, Muhammad Nas membantah klaim kelompok bersenjata yang menyebut warga sipil korban penembakan sebagai mata-mata TNI.

Klaim tersebut, menurut Nas, tidak memiliki dasar. Ia mempertanyakan tuduhan yang diarahkan kepada anak-anak yang menjadi korban.

“Itulah kelakuan mereka, anak-anak kecil intelijen dari mana? Itu kan klaim mereka saja untuk menakut-nakuti kita semua, masyarakat,” tegasnya.

Dengan demikian, TNI menilai tuduhan bahwa korban merupakan mata-mata merupakan klaim dari kelompok bersenjata dan bukan fakta yang telah dibuktikan.

Polisi Sebut Ada 9 Anak Diduga Disandera

Sebelumnya, informasi mengenai dugaan penyanderaan sembilan anak di Distrik Jila disampaikan oleh Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak pada Agustus 2026.

Saat itu, polisi menyebut berdasarkan informasi yang diterima terdapat sembilan anak yang diduga disandera kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, benar ada sembilan orang yang diduga disandera, rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun, dan seluruhnya berjenis kelamin perempuan,” kata Alredo saat diwawancarai di Tembagapura, Mimika, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga :  Kemendikdasmen Ungkap 56 Ribu Anak di Sukabumi Tidak Sekolah

Informasi kepolisian tersebut menyebut seluruh korban merupakan perempuan dan sebagian di antaranya masih berstatus pelajar sekolah dasar. Namun, terdapat perbedaan usia dalam informasi identitas yang beredar, sehingga data tersebut perlu dibaca secara hati-hati dan menunggu verifikasi lebih lanjut dari aparat.

Dugaan penyanderaan ini menjadi perhatian karena para korban merupakan warga sipil dan sebagian masih berusia anak-anak.

Pencarian Masih Dilakukan

Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan Kapuspen TNI, sembilan anak tersebut belum dinyatakan kembali kepada keluarga. Aparat masih berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan mereka.

Dalam situasi seperti ini, kepastian mengenai kondisi dan lokasi korban menjadi bagian penting dari proses penanganan. Informasi yang belum terverifikasi juga perlu dibedakan dari fakta yang telah dikonfirmasi aparat untuk menghindari munculnya informasi keliru di tengah masyarakat.

TNI sebelumnya juga menegaskan bahwa tuduhan terhadap warga sipil sebagai mata-mata tidak dapat serta-merta dianggap sebagai fakta hanya berdasarkan klaim kelompok bersenjata.

Kasus dugaan penyanderaan tersebut masih menjadi perhatian aparat keamanan di Papua Tengah. Sementara itu, keluarga para korban masih menunggu kepastian mengenai keberadaan sembilan anak yang hingga kini disebut belum kembali. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait