
Jakarta, Nusantara Info: Sejumlah pintu air di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menunjukkan peningkatan status kewaspadaan pada Selasa (5/5/2026) pagi. Bahkan, Pintu Air Angke Hulu tercatat berada pada level tertinggi atau Siaga 1 (bahaya), menandakan potensi banjir yang perlu diantisipasi secara serius.
Berdasarkan pembaruan data tinggi muka air pukul 06.00 WIB yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui akun resmi X @BPBDJakarta, Angke Hulu mencatat ketinggian air mencapai 315 cm dengan kondisi cuaca terpantau terang.
Status Siaga 1 di Angke Hulu menjadi indikator penting bagi wilayah hilir, mengingat peningkatan debit air di hulu berpotensi mengalir dan memicu kenaikan muka air di sejumlah titik lain di Jakarta.
Selain itu, beberapa pintu air utama juga berada dalam status Waspada atau Siaga 3. Di antaranya adalah Pintu Air Manggarai dengan tinggi muka air mencapai 770 cm dalam kondisi cuaca mendung. Kemudian, Pintu Air Karet tercatat setinggi 500 cm (cuaca terang), Pasar Ikan 183 cm (terang), dan Sunter Hulu 160 cm (mendung).
Sementara itu, sejumlah pintu air lainnya masih berada dalam kategori normal atau Siaga 4. Meski demikian, kondisi tersebut tetap memerlukan pemantauan intensif. Pintu Air Katulampa tercatat 30 cm (mendung tipis), Depok 130 cm (mendung tipis), Krukut Hulu 130 cm (terang), Pesanggrahan 140 cm (terang), Cipinang Hulu 100 cm (mendung), serta Pulo Gadung 300 cm (mendung tipis). Adapun Waduk Pluit berada di angka -175 cm dengan kondisi cuaca terang.
Dalam keterangan visual yang dirilis, BPBD DKI Jakarta mengelompokkan status pintu air menjadi empat level, yakni Siaga 1 (bahaya), Siaga 2 (siaga), Siaga 3 (waspada), dan Siaga 4 (normal).
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi peningkatan muka air masih dapat terjadi apabila curah hujan di wilayah hulu terus berlangsung.
“Adanya satu titik yang sudah berstatus Siaga 1 perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak ke wilayah hilir,” tulis BPBD dalam keterangannya.
Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait, serta menyiapkan langkah antisipasi dini guna meminimalisasi dampak jika terjadi banjir. (*)






