BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Banten 3–5 Mei 2026, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat

Bagikan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Banten 3–5 Mei 2026, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat
Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Banten pada periode 3 hingga 5 Mei 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya sejumlah fenomena yang aktif dan dapat memicu peningkatan intensitas hujan secara signifikan.

“Beberapa dinamika atmosfer berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).

Wilayah Berisiko Tinggi

BMKG merinci sejumlah wilayah di Banten yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Untuk periode 3–5 Mei 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di:

  • Kabupaten Pandeglang bagian selatan
  • Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan
  • Kabupaten Tangerang bagian selatan
  • Kota Tangerang Selatan

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpeluang terjadi di Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kota Serang, serta wilayah lain seperti Kabupaten Tangerang bagian tengah dan utara, termasuk Kota Tangerang.

Memasuki periode 6–8 Mei 2026, potensi hujan masih berlanjut meski dengan intensitas yang cenderung menurun menjadi sedang hingga lebat. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Kabupaten Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang bagian selatan.

Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, serta perairan selatan Lebak.

Gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan dan kapal berukuran kecil.

Baca Juga :  Dukung Tarif Logistik Murah untuk Kesejahteraan Bangsa, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Bebas PPN 12%

Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Cuaca ekstrem yang dipicu hujan lebat berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun tidak lengah terhadap potensi yang ada. Langkah antisipatif dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat hujan deras, serta mengamankan barang-barang penting.

BMKG juga menekankan pentingnya masyarakat mengakses informasi cuaca dari sumber resmi dan terpercaya. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman akibat beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan kondisi cuaca yang dinamis, pembaruan informasi secara berkala menjadi kunci dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat.

“Pantau terus informasi resmi dari BMKG agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat dalam beraktivitas,” kata Hartanto.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan kolektif menjadi faktor utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah dengan kerentanan bencana yang tinggi seperti Banten. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait