Ini Nama yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia Menurut Data Dukcapil 2026

Bagikan

Ini Nama yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia Menurut Data Dukcapil 2026
Ilustrasi Kartu Keluarga (KK) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Ditjen Dukcapil Kemendagri merilis Data Kependudukan Semester I 2026 yang mengungkap nama-nama paling banyak digunakan penduduk Indonesia berdasarkan wilayah. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NUSANTARA INFO: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap daftar nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia berdasarkan Data Kependudukan Semester I Tahun 2026. Hasilnya menunjukkan setiap wilayah memiliki karakteristik nama yang berbeda, namun satu nama perempuan tercatat mendominasi hampir seluruh Indonesia, yakni Nurhayati.

Data tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Jakarta. Menurutnya, nama yang paling banyak digunakan tidak hanya mencerminkan tren pemberian nama di setiap daerah, tetapi juga menggambarkan sejarah migrasi penduduk, pengaruh budaya, hingga karakteristik sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini nama-nama yang khas, kalau di Jawa Sutrisno-Sulastri,” kata Teguh Setyabudi saat memaparkan data tersebut, dikutip Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan data Ditjen Dukcapil, Sutrisno menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan di Pulau Jawa dengan jumlah 102.519 jiwa. Sementara untuk perempuan, nama Sulastri menduduki peringkat pertama dengan 135.421 jiwa.

Dominasi kedua nama tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh budaya Jawa terhadap pola penamaan masyarakat. Nama Sutrisno dan Sulastri telah dikenal luas selama beberapa dekade dan masih menjadi nama yang paling banyak tercatat dalam sistem administrasi kependudukan nasional.

Berbeda dengan Pulau Jawa, di Pulau Sumatra nama yang paling banyak digunakan untuk laki-laki adalah Junaidi, dengan jumlah mencapai 45.219 orang. Sedangkan untuk perempuan, Nurhayati menjadi nama yang paling dominan dengan 83.112 jiwa.

Menurut Teguh, populernya nama Junaidi dan Nurhayati di Sumatra tidak terlepas dari sejarah perpindahan penduduk melalui program transmigrasi yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Di Sumatra masih sama karena banyak transmigran di sana, banyak orang Jawa di sana,” ujarnya.

Fenomena yang sama juga terlihat di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data Dukcapil, terdapat 12.940 laki-laki yang bernama Junaidi, sementara Nurhayati kembali menjadi nama perempuan terbanyak dengan jumlah 14.342 jiwa.

Temuan tersebut menunjukkan adanya kemiripan karakteristik penamaan antara Sumatra dan Kalimantan yang dipengaruhi mobilitas penduduk serta percampuran budaya di kedua wilayah tersebut.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Pulau Sulawesi. Nama Sudirman menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan. Namun untuk perempuan, Nurhayati kembali mempertahankan posisinya sebagai nama paling populer dengan jumlah 23.760 jiwa.

Baca Juga :  Kejagung Hentikan Pengumpulan Data Program MBG Bermasalah

Dominasi Nurhayati ternyata tidak berhenti di Sulawesi. Nama tersebut juga menjadi nama perempuan yang paling banyak digunakan di wilayah Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Di Maluku, nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah Rahman, sedangkan perempuan tetap didominasi oleh Nurhayati.

“Maluku Rahman-Nurhayati khususnya Maluku Utara,” ujar Teguh.

Sementara di kawasan Nusa Tenggara, nama Ahmad menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan. Untuk perempuan, kembali Nurhayati menempati posisi pertama.

Adapun di Papua, nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah Ismail, sedangkan nama perempuan yang paling banyak digunakan tetap Nurhayati.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa Nurhayati menjadi salah satu nama perempuan dengan persebaran paling luas di Indonesia. Nama tersebut tidak hanya mendominasi wilayah Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua.

Berbeda dengan wilayah lainnya, Bali memiliki karakteristik penamaan yang sangat khas karena dipengaruhi tradisi masyarakat setempat. Berdasarkan data Dukcapil, nama laki-laki yang paling banyak digunakan di Pulau Bali adalah I Wayan Sudiarta, sedangkan nama perempuan terbanyak adalah Ni Nyoman Sari.

Nama-nama tersebut mencerminkan sistem penamaan masyarakat Bali yang berkaitan erat dengan urutan kelahiran dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Rilis data ini menjadi salah satu gambaran menarik mengenai keberagaman identitas penduduk Indonesia. Di balik jutaan data kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil, tersimpan potret sejarah, budaya, hingga persebaran masyarakat yang tercermin dari nama-nama yang digunakan.

Jika Pulau Jawa masih didominasi nama-nama klasik seperti Sutrisno dan Sulastri, maka sebagian besar wilayah Indonesia justru memiliki kesamaan pada nama perempuan, yakni Nurhayati, yang menjadi nama paling banyak digunakan mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa meski Indonesia memiliki ratusan suku dan bahasa daerah, terdapat sejumlah nama yang telah melampaui batas wilayah dan menjadi identitas yang digunakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait