Prabowo Tantang Pemda Berlomba Jadi Kota Terbersih, Hadiahnya Rp20 Miliar

Bagikan

Prabowo Tantang Pemda Berlomba Jadi Kota Terbersih, Hadiahnya Rp20 Miliar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan saat menghadiri akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto: Istimewa)

BATANG, NUSANTARA INFO: Presiden Prabowo Subianto menyiapkan insentif hingga Rp20 miliar bagi pemerintah daerah (Pemda) yang berhasil menciptakan kota paling bersih di Indonesia. Langkah ini menjadi strategi baru pemerintah untuk mendorong daerah berlomba memperbaiki pengelolaan sampah, menata lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak di 165 titik pada 372 kabupaten/kota di 36 provinsi dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis.

Prabowo menilai pendekatan pemberian penghargaan kepada daerah perlu diubah. Menurutnya, insentif dalam bentuk dana akan memberikan manfaat nyata dibandingkan sekadar penghargaan simbolis.

“Nanti kita bikin lomba kota terbersih. Kota terbersih satu, dua, tiga, empat, lima. Yang penting kota terbersih kita kasih nanti insentif. Kalau bisa Rp20 miliar,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan dana tersebut dapat digunakan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Lebih baik dikasih itu daripada kita kasih piala. Uang itu dipakai untuk yang baik. Bisa cari truk, ekskavator dan sebagainya,” katanya.

Insentif untuk Perkuat Penanganan Sampah

Rencana pemberian insentif merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Prabowo mengatakan dana penghargaan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga modal bagi daerah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan lingkungan.

Karena itu, Presiden langsung menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar menyiapkan skema pemberian insentif tersebut.

Selain dukungan anggaran, pemerintah juga akan memperkuat kesiapan sarana dan prasarana.

Prabowo meminta Panglima TNI mengecek ketersediaan alat berat produksi dalam negeri seperti ekskavator dan dump truck yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kepala Daerah Diminta Turun Langsung

Presiden menekankan bahwa persoalan kebersihan tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan administratif semata.

Menurutnya, kepala daerah harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan tertata.

Ia meminta gubernur, bupati, dan wali kota secara rutin memantau kondisi sungai, saluran air, kawasan permukiman, hingga ruang publik.

Baca Juga :  Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

“Tiap hari mengecek sungai, mengecek kali. Itu baru pemimpin yang hebat. Lihat kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya. Lihat depan rumahnya jorok, tegur,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, kepemimpinan yang baik tercermin dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan sehari-hari masyarakat.

Gerakan Nasional Bersihkan Indonesia

Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terlibat dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan.

Mulai dari TNI, Polri, kejaksaan, aparatur sipil negara (ASN), pemerintah daerah, pengurus RT/RW, hingga tokoh masyarakat diminta bergotong royong menciptakan lingkungan yang sehat.

Presiden menilai persoalan sampah bukan hanya isu kebersihan, melainkan juga menyangkut citra bangsa.

“Sampah adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok,” tegasnya.

Menurut Prabowo, lingkungan yang bersih mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus budaya masyarakat.

Target Sampah Tuntas pada Akhir 2027

Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali menegaskan target pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah secara nasional paling lambat pada akhir 2027.

Ia berharap tidak ada lagi gunungan sampah yang menjadi pemandangan di berbagai daerah.

“Di akhir 2027 masalah sampah di Indonesia saya minta sudah selesai. Tidak ada lagi gunung sampah,” kata Prabowo.

Target tersebut akan berjalan seiring dengan berbagai program prioritas nasional lainnya, seperti pembangunan perumahan rakyat, hilirisasi industri, dan penguatan ketahanan pangan.

Menurut Presiden, pembangunan ekonomi harus tetap diimbangi dengan perlindungan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Kota Bersih Tingkatkan Pariwisata dan Investasi

Selain menciptakan lingkungan yang sehat, Prabowo menilai kota yang bersih dan tertata memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kebersihan lingkungan diyakini mampu meningkatkan daya tarik daerah bagi wisatawan maupun investor.

Karena itu, Presiden meminta seluruh kepala daerah menjadikan kebersihan sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Dengan adanya kompetisi kota terbersih yang disertai insentif miliaran rupiah, pemerintah berharap lahir inovasi pengelolaan sampah di berbagai daerah sekaligus mempercepat terwujudnya kota-kota yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait