
BALI, NUSANTARA INFO: Maskapai Starlux Airlines resmi membuka layanan penerbangan langsung rute Taipei-Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Penerbangan perdana pada Kamis (1/10/2026) tersebut menambah pilihan konektivitas udara langsung antara Taiwan dan Bali.
Penerbangan Starlux Airlines dengan nomor JX765 menggunakan pesawat Airbus A321. Pesawat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 15.33 WITA dengan membawa 188 penumpang.
Setelah melayani penerbangan dari Taipei, pesawat kembali menuju Taipei dengan nomor penerbangan JX766 pada pukul 17.49 WITA. Penerbangan tersebut juga mengangkut 188 penumpang.
Kehadiran Starlux Airlines sekaligus memperluas pilihan penerbangan langsung bagi masyarakat Taiwan yang hendak berkunjung ke Bali maupun wisatawan dari Bali yang melakukan perjalanan ke Taiwan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan pembukaan rute tersebut menjadi tambahan konektivitas internasional yang strategis bagi Bali.
“Ini merupakan capaian yang sangat positif, tidak hanya bagi bandara karena untuk pertama kalinya maskapai Starlux Airlines beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, namun juga bagi Bali karena menjadi langkah positif dalam memperkuat konektivitas internasional Bali,” katanya.
Terbang Lima Kali Sepekan
Rute Taipei-Bali pergi-pulang tersebut dijadwalkan beroperasi lima kali dalam sepekan. Penerbangan berlangsung setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu.
Dengan jadwal tersebut, Starlux Airlines menambah pilihan perjalanan langsung bagi penumpang yang ingin bepergian antara Taipei dan Bali tanpa harus melakukan transit di kota lain.
Nugroho mengatakan kehadiran Starlux Airlines diharapkan memberikan kemudahan akses bagi wisatawan Taiwan untuk berkunjung ke Bali. Pada saat yang sama, rute tersebut juga membuka pilihan konektivitas bagi wisatawan dari Bali yang ingin melakukan perjalanan ke Taiwan.
“Sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” ujarnya.
Bagi Bali, konektivitas penerbangan internasional menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pergerakan wisatawan mancanegara. Bertambahnya pilihan maskapai dan rute secara langsung juga memperluas akses menuju Pulau Dewata dari berbagai pasar internasional.
Kini Ada Tiga Maskapai Bali-Taipei
Dengan masuknya Starlux Airlines, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kini melayani 45 maskapai dengan 43 rute internasional.
Starlux Airlines menjadi maskapai ketiga yang melayani penerbangan langsung pada rute Bali-Taipei, setelah China Airlines dan EVA Air.
Penambahan operator pada rute yang sama memberikan lebih banyak pilihan bagi calon penumpang dalam menentukan jadwal penerbangan antara Bali dan Taipei.
Dari sisi bandara, bertambahnya maskapai juga menjadi bagian dari penguatan konektivitas internasional Bali yang selama ini menjadi salah satu pintu utama masuknya wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Nugroho menegaskan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan terus mendukung pertumbuhan konektivitas udara internasional melalui peningkatan pelayanan dan kesiapan fasilitas.
“Dengan semakin beragamnya pilihan maskapai penerbangan dan juga rute internasional di Bali, kami optimistis dapat terus berperan dalam mendukung mobilitas wisatawan serta memperkuat posisi Bali sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia di mata dunia,” katanya.
Diharapkan Beri Dampak ke Pariwisata Bali
Pembukaan rute Taipei-Bali oleh Starlux Airlines juga diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas penerbangan, tetapi turut memberikan dampak lanjutan terhadap berbagai sektor yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata.
Pergerakan wisatawan melalui penerbangan internasional dapat memberikan manfaat bagi berbagai sektor pendukung, mulai dari akomodasi, transportasi, restoran, hingga usaha ekonomi kreatif dan jasa pariwisata.
Karena itu, penguatan konektivitas udara menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga akses Bali terhadap pasar wisatawan internasional.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang, serta dapat menghadirkan multiplier effect bagi sektor pariwisata dan perekonomian Bali, serta industri penerbangan dan kebandarudaraan,” pungkas Nugroho Jati. (*)






