MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, 157.875 Penonton Padati Sirkuit

Bagikan

MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, 157.875 Penonton Padati Sirkuit
Ribuan penonton memadati Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober. (Foto: Istimewa)

LOMBOK, NUSANTARA INFO: Jumlah penonton MotoGP Mandalika dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencapai rekor baru dengan total kehadiran 157.875 orang selama tiga hari penyelenggaraan, 9–11 Oktober 2026. Capaian tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan memperkuat optimisme pemerintah terhadap dampak ekonomi ajang balap motor dunia itu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 sebagai yang terbaik sejauh ini, terutama dari sisi jumlah penonton. Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa ajang olahraga internasional berpotensi memberikan manfaat ekonomi nyata bagi daerah penyelenggara.

“Penyelenggaraan tahun ini finis terbaik. Penonton tembus 157 ribu orang, dan ini membuktikan bahwa event-event olahraga bisa menghasilkan keekonomian yang nyata bagi masyarakat,” ujar Erick.

Berdasarkan data penyelenggara yang dikutip dalam laporan tersebut, jumlah penonton terus meningkat dari hari pertama hingga hari terakhir balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peningkatan jumlah penonton tersebut menjadi modal bagi pemerintah dan pengelola kawasan untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga (sports tourism) sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

Penonton MotoGP Mandalika Meningkat Setiap Hari

Kehadiran penonton selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Hari balapan utama pada Minggu menjadi periode dengan jumlah pengunjung terbanyak.

Pada Jumat (9/10/2026), jumlah penonton tercatat sebanyak 39.510 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 53.296 orang pada Sabtu (10/10/2026), ketika rangkaian kegiatan mencakup sesi kualifikasi dan balapan sprint MotoGP.

Puncak kehadiran terjadi pada Minggu (11/10/2026), bertepatan dengan pelaksanaan balapan utama. Sebanyak 65.069 penonton mendatangi sirkuit untuk menyaksikan persaingan para pembalap.

Dengan demikian, total kehadiran selama tiga hari mencapai 157.875 orang. Jumlah tersebut memperlihatkan tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan langsung salah satu ajang balap motor paling bergengsi di dunia.

Jika dibandingkan dengan hari pertama, jumlah penonton pada Minggu meningkat sekitar 64,7 persen. Tren tersebut juga menunjukkan bahwa aktivitas di sirkuit tidak hanya menarik perhatian pada hari balapan utama, tetapi juga selama rangkaian kegiatan akhir pekan.

Tingginya kehadiran penonton berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari akomodasi, restoran, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lampaui Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 2025

Capaian 157.875 penonton pada 2026 meningkat sekitar 12 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencatat sekitar 140 ribu penonton.

Jumlah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan MotoGP Mandalika 2024, ketika total pengunjung mencapai 121.252 orang. Adapun pada dua tahun pertama penyelenggaraan balapan di Mandalika, jumlah penonton berada di kisaran 102 ribu orang.

Perbandingan tersebut memperlihatkan peningkatan jumlah penonton dalam beberapa tahun terakhir. Capaian ini menjadi indikator positif bagi penyelenggaraan MotoGP Indonesia sekaligus memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga.

Namun, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjung. Kemampuan mengubah tingginya kunjungan menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting.

Sektor perhotelan, restoran, transportasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas pengunjung selama acara berlangsung.

Dampak tersebut akan semakin berarti apabila belanja wisatawan tersebar ke berbagai pelaku usaha lokal dan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan sirkuit. Karena itu, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha NTB menjadi salah satu aspek penting dalam memaksimalkan manfaat MotoGP Mandalika.

Erick Thohir Bidik Dampak Ekonomi Lebih dari Rp5 Triliun

Menpora Erick Thohir optimistis perputaran uang dan dampak ekonomi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat melampaui target Rp5 triliun.

Baca Juga :  Real Madrid Gagal ke Final FIFA Club World Cup 2025 Disingkirkan PSG

Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya jumlah penonton serta potensi aktivitas ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan. Menurut Erick, ajang olahraga internasional dapat menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Pak Gubernur NTB dan masyarakat setempat pun juga menyambut gembira kesuksesan gelaran tahun ini,” terang Erick.

Kehadiran puluhan ribu pengunjung setiap hari membuka peluang peningkatan permintaan terhadap berbagai layanan, mulai dari akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, hingga produk ekonomi kreatif.

Bagi pelaku usaha lokal, momentum MotoGP dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Sementara bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut berpotensi memperkuat promosi pariwisata NTB kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Meski demikian, target dampak ekonomi Rp5 triliun perlu dibedakan dari pendapatan tiket atau pemasukan langsung penyelenggara. Dampak ekonomi dapat mencakup berbagai komponen aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan acara, sehingga metode penghitungan dan data realisasinya penting untuk diketahui.

Karena itu, realisasi dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 masih perlu dilihat berdasarkan hasil evaluasi dan penghitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Erick Minta Fasilitas Olahraga Mandalika Ditambah

Di balik rekor penonton, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk meningkatkan pemanfaatan Mandalika di luar kalender balap internasional.

Erick menilai PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), selaku pengelola kawasan, perlu memperkuat fasilitas agar Mandalika tidak hanya ramai ketika MotoGP berlangsung.

Menurut dia, status Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berorientasi pada olahraga harus diikuti pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang mampu menarik pengunjung sepanjang tahun.

“Namanya juga Kawasan Ekonomi Khusus Olahraga. Harus ada lapangan golf-nya, tambah hotel, jogging track, lapangan tenis, padel, sampai bonded zone buat mobil-mobil balap di sini,” kata Erick.

Usulan tersebut mencakup pengembangan lapangan golf, penambahan hotel, jalur untuk jogging, lapangan tenis, fasilitas padel, hingga kawasan berikat (bonded zone) untuk mobil balap.

Pengembangan fasilitas olahraga dan akomodasi diharapkan dapat memperluas jenis kegiatan yang bisa diselenggarakan di Mandalika. Dengan begitu, kawasan ini tidak hanya mengandalkan MotoGP sebagai sumber utama kunjungan, tetapi juga berpotensi menjadi lokasi kegiatan olahraga, rekreasi, dan wisata sepanjang tahun.

Bagi ITDC, tantangannya adalah memastikan pengembangan fasilitas berjalan seiring dengan kebutuhan pasar, kesiapan infrastruktur, dan keberlanjutan investasi. Konektivitas, kualitas layanan, serta keterlibatan pelaku usaha lokal juga menjadi aspek penting dalam memperkuat daya saing kawasan.

Apabila dikembangkan secara terencana, fasilitas tambahan tersebut berpotensi memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Tantangan Menjaga Dampak Ekonomi Berkelanjutan

Rekor 157.875 penonton menjadi capaian positif bagi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Namun, keberhasilan jangka panjang kawasan tidak cukup diukur dari peningkatan jumlah pengunjung selama tiga hari balapan.

Pemerintah dan pengelola kawasan perlu memastikan bahwa manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas, termasuk oleh usaha lokal, pekerja sektor pariwisata, serta masyarakat di sekitar Mandalika.

Evaluasi setelah acara juga penting untuk mengukur realisasi perputaran uang, tingkat hunian akomodasi, aktivitas UMKM, dan dampak terhadap sektor transportasi serta pariwisata. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi pengembangan kawasan dan penyelenggaraan ajang olahraga berikutnya.

Dengan jumlah penonton yang terus meningkat dan target dampak ekonomi yang ambisius, Mandalika memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat wisata olahraga Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah mengubah momentum MotoGP menjadi pertumbuhan ekonomi yang konsisten, sehingga manfaatnya tidak berhenti ketika bendera finis dikibarkan di sirkuit. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait