Ini 5 Desa Wisata Indonesia yang Diakui Dunia

Bagikan

Ini 5 Desa Wisata Indonesia yang Diakui Dunia
Lima desa wisata Indonesia yang diakui dunia melalui program Best Tourism Villages UN Tourism, yakni Desa Wisata Nglanggeran dan Wukirsari di Yogyakarta, serta Penglipuran, Jatiluwih, dan Pemuteran di Bali. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Lima desa wisata di Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui program Best Tourism Villages yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Tourism). Kelima desa tersebut adalah Nglanggeran, Penglipuran, Jatiluwih, Wukirsari, dan Pemuteran, yang masing-masing menonjolkan potensi alam, budaya, serta pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Pengakuan yang diraih pada 2021, 2023, 2024, dan 2025 tersebut memperlihatkan potensi desa wisata Indonesia dalam menarik perhatian dunia. Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, pelestarian tradisi, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi bagian penting dari keunggulan destinasi-destinasi tersebut.

Desa wisata merupakan kawasan pedesaan yang menawarkan pengalaman wisata melalui kehidupan masyarakat, tradisi, kuliner khas, kerajinan, hingga keindahan alam. Pengelolaannya tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada upaya menjaga identitas lokal dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.

Lantas, desa wisata mana saja di Indonesia yang berhasil masuk daftar desa wisata terbaik dunia? Berikut ulasannya.

  1. Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta

Desa Wisata Nglanggeran terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Destinasi ini dikenal dengan lanskap Gunung Api Purba, panorama perbukitan, serta pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat setempat.

Nglanggeran masuk dalam daftar Best Tourism Villages UNWTO pada 2021. Pengakuan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap desa-desa yang mampu menjadikan pariwisata sebagai penggerak pembangunan pedesaan sekaligus menjaga lingkungan dan warisan budaya.

Salah satu keunggulan Nglanggeran adalah penerapan konsep community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat. Warga terlibat dalam pengelolaan atraksi wisata, penyediaan penginapan, layanan pemandu, serta pengembangan produk lokal.

Wisatawan dapat menikmati pendakian Gunung Api Purba, menyaksikan pemandangan alam dari ketinggian, dan merasakan suasana kehidupan pedesaan. Pengalaman tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata alam sekaligus mengenal budaya lokal.

Pengelolaan berbasis masyarakat juga membuka peluang bagi warga untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata. Dengan demikian, pengembangan destinasi tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutannya.

  1. Desa Wisata Penglipuran, Bali

Desa Wisata Penglipuran berada di Kabupaten Bangli, Bali. Desa adat ini dikenal dengan tata ruang yang teratur, lingkungan yang bersih, arsitektur tradisional, serta masyarakat yang mempertahankan adat istiadat secara turun-temurun.

Jalan utama desa menjadi salah satu daya tarik yang banyak dikunjungi wisatawan. Deretan rumah tradisional dengan gerbang khas Bali menciptakan lanskap yang mencerminkan karakter budaya dan keteraturan tata ruang masyarakat setempat.

Penglipuran terpilih sebagai salah satu desa dalam daftar Best Tourism Villages UNWTO pada 2023. Prestasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai destinasi yang mengembangkan pariwisata sambil mempertahankan identitas budaya.

Salah satu prinsip tata ruang yang dikenal dalam tradisi Bali adalah Tri Mandala, yaitu pembagian ruang berdasarkan fungsi dan tingkat kesuciannya. Konsep tersebut mencerminkan hubungan antara tata ruang, kehidupan sosial, dan nilai spiritual masyarakat.

Selain menikmati arsitektur tradisional, wisatawan dapat mengenal tradisi masyarakat, kuliner lokal, serta lingkungan desa yang terawat.

Keberhasilan Penglipuran menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata. Tradisi tidak sekadar menjadi atraksi bagi wisatawan, tetapi juga bagian dari identitas yang terus dijaga oleh masyarakat.

  1. Desa Wisata Jatiluwih, Bali

Desa Wisata Jatiluwih terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Destinasi ini terkenal dengan hamparan sawah terasering yang membentang di kawasan perbukitan dengan latar pegunungan.

Jatiluwih masuk dalam daftar Best Tourism Villages UN Tourism pada 2024 bersama Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta.

Pengakuan internasional tersebut berkaitan dengan upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mendukung pelestarian budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Salah satu keunggulan Jatiluwih adalah sistem irigasi tradisional subak. Sistem ini mengatur distribusi air untuk persawahan melalui kerja sama masyarakat dan menjadi bagian penting dari kebudayaan Bali.

Pada 2012, lanskap budaya Bali yang mencakup sistem subak ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan tersebut menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara praktik pertanian tradisional, kehidupan masyarakat, dan lingkungan.

Wisatawan dapat menyusuri jalur di antara persawahan, menikmati panorama alam, serta mengenal kehidupan petani. Jatiluwih juga menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan pemandangan alam dengan pemahaman tentang budaya pertanian Bali.

Tantangan utama pengembangan destinasi ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kunjungan wisatawan dan keberlanjutan kegiatan pertanian. Pelestarian lahan sawah dan sistem subak menjadi bagian penting agar daya tarik Jatiluwih tetap terjaga dalam jangka panjang.

  1. Desa Wisata Wukirsari, Yogyakarta
Baca Juga :  Efisiensi MBG Diusulkan, Purbaya: Pemerintah Berpotensi Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Desa Wisata Wukirsari berada di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki potensi wisata budaya, kerajinan tradisional, dan sejarah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Wukirsari masuk dalam daftar Best Tourism Villages UN Tourism pada 2024. Pengakuan tersebut diraih bersama Jatiluwih melalui pengembangan pariwisata yang memanfaatkan potensi lokal dan mendorong keterlibatan masyarakat.

Salah satu produk unggulan Wukirsari adalah batik tulis Giriloyo. Wisatawan dapat mengenal proses pembuatan batik tradisional, mulai dari penggunaan canting hingga pembentukan motif pada kain.

Selain batik, kawasan ini memiliki potensi kerajinan tata sungging, seni pembuatan dan penghiasan wayang, serta berbagai produk kreatif lainnya. Potensi sejarah di kawasan Imogiri juga memperkaya pengalaman wisata, termasuk kunjungan ke kompleks makam raja-raja Mataram.

Keberadaan kerajinan tradisional memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus mempertahankan keterampilan yang diwariskan antargenerasi.

Wukirsari memperlihatkan bahwa desa wisata tidak harus mengandalkan panorama alam semata. Pengetahuan lokal, seni, dan kreativitas masyarakat dapat menjadi modal penting untuk membangun destinasi yang berdaya saing.

Pengembangan wisata edukasi dan pengalaman membuat kerajinan juga dapat membantu memperluas pasar produk lokal, terutama jika didukung promosi yang tepat dan pengelolaan yang konsisten.

  1. Desa Wisata Pemuteran, Bali

Desa Wisata Pemuteran terletak di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa pesisir di bagian utara Pulau Dewata ini dikenal dengan keindahan laut, aktivitas snorkeling, dan upaya pelestarian terumbu karang.

Pemuteran masuk dalam daftar Best Tourism Villages UN Tourism pada 2025. Pengakuan tersebut menambah daftar desa wisata Indonesia yang memperoleh apresiasi internasional berkat pendekatan pariwisata berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu daya tarik utama Pemuteran adalah Biorock, program rehabilitasi terumbu karang yang menggunakan teknologi mineral akresi untuk mendukung pertumbuhan karang dalam kondisi yang sesuai.

Upaya konservasi tersebut berkembang melalui keterlibatan masyarakat, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak yang mendukung perlindungan ekosistem laut.

Wisatawan dapat menikmati pantai, melakukan snorkeling, serta mengenal kehidupan bawah laut. Aktivitas wisata bahari tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca, keselamatan, dan aturan konservasi agar tidak merusak ekosistem.

Selain keindahan laut, Pemuteran menawarkan pengalaman mengenal budaya masyarakat Bali dan kehidupan pesisir. Perpaduan wisata bahari dan pelestarian lingkungan menjadi karakter penting yang membedakan desa ini dari destinasi pantai lainnya.

Keberhasilan Pemuteran menunjukkan bahwa konservasi alam dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi lokal. Ekosistem laut yang terjaga menjadi modal penting untuk mempertahankan daya tarik wisata dan membuka peluang usaha masyarakat dalam jangka panjang.

Apa yang Membuat Desa Wisata Indonesia Diakui Dunia?

Kelima desa wisata tersebut memiliki keunggulan yang berbeda, tetapi terdapat sejumlah prinsip yang mendukung pengembangan destinasi secara berkelanjutan.

Pertama, keterlibatan masyarakat. Warga menjadi bagian penting dalam pengelolaan atraksi, akomodasi, layanan wisata, dan produk lokal.

Kedua, pelestarian budaya. Tradisi, kerajinan, sistem pertanian, dan tata ruang lokal menjadi identitas yang membedakan satu desa dari desa lainnya.

Ketiga, perlindungan lingkungan. Pengembangan pariwisata perlu memperhatikan kelestarian alam agar tidak mengurangi kualitas destinasi yang menjadi daya tarik utama.

Keempat, manfaat ekonomi lokal. Pariwisata dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui penjualan produk kerajinan, kuliner, penginapan, dan layanan pemandu.

Kelima, pengelolaan yang berkelanjutan. Fasilitas, aksesibilitas, kebersihan, keselamatan, dan pengaturan kunjungan perlu diperhatikan agar pertumbuhan wisata tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan.

Pengakuan internasional bukanlah akhir dari pengembangan desa wisata. Pemerintah daerah dan pengelola tetap perlu menjaga kualitas pelayanan, memperkuat promosi, dan memastikan manfaat pariwisata dirasakan masyarakat secara luas.

Bagi wisatawan, berkunjung ke desa wisata juga menjadi kesempatan untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus mengenal kekayaan budaya dan alam Indonesia lebih dekat.

Tertarik menjelajahi desa wisata terbaik Indonesia? Nglanggeran, Penglipuran, Jatiluwih, Wukirsari, dan Pemuteran dapat menjadi pilihan untuk merencanakan perjalanan berbasis alam, budaya, kerajinan, dan pengalaman lokal. Sebelum berangkat, periksa informasi akses, cuaca, jam kunjungan, serta aturan yang berlaku di setiap destinasi. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait