
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Asam lambung naik bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari menimbulkan sensasi terbakar di dada hingga rasa tidak nyaman setelah makan. Selain menghindari makanan pemicu, penderita juga bisa memperhatikan pilihan makanan yang lebih ramah bagi saluran pencernaan.
Sejumlah ahli menyebut makanan rendah lemak, tidak terlalu asam, dan kaya serat dapat membantu mengelola gejala refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Dikutip dari HuffPost pada 7 Oktober 2026, ahli gizi sekaligus Direktur Departemen Nutrisi dan Dietetik Johnson & Wales University, Luciana Soares, menjelaskan bahwa pemilihan makanan perlu diperhatikan oleh penderita refluks.
Menurut Soares, makanan yang cenderung lebih aman bagi penderita asam lambung umumnya memiliki kandungan lemak rendah, tidak terlalu asam, dan kaya serat.
Porsi makan juga menjadi perhatian. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dapat memperburuk gejala refluks sehingga penderita disarankan makan dalam porsi lebih kecil.
Selama ini, penderita asam lambung umumnya sudah mengenal sejumlah makanan yang perlu dibatasi, seperti tomat, jeruk, daging olahan berlemak, dan gorengan.
Namun, ada pula makanan yang bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan.
- Oatmeal
Oatmeal menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan untuk penderita asam lambung.
Anna Evans, perawat sekaligus pendiri Interlinked Wellness, mengatakan oatmeal dapat memberikan rasa kenyang tanpa kandungan lemak tinggi. Makanan ini juga tidak memiliki tingkat keasaman seperti buah citrus.
Dr. Ekta Gupta dari University of Maryland menjelaskan, oatmeal kaya akan serat larut yang dinilai lebih ringan bagi pencernaan dibandingkan sarapan tinggi lemak.
Meski demikian, manfaat oatmeal bukan karena makanan tersebut menyerap asam lambung.
Gupta meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, serat dalam oatmeal membantu mendukung kelancaran pencernaan sehingga dapat mengurangi tekanan di perut yang berpotensi memperburuk refluks.
Oatmeal dapat menjadi pilihan sarapan bagi penderita asam lambung, terutama jika dikonsumsi dengan tambahan yang tidak terlalu berlemak atau asam.
- Kaldu Tulang Rendah Lemak
Kaldu tulang rendah lemak juga masuk dalam daftar makanan yang direkomendasikan untuk penderita refluks.
Daryl Gioffre, ahli kiropraktik sekaligus penulis buku Get Off Your Acid, menyarankan kaldu tulang karena teksturnya yang hangat dan relatif mudah dicerna.
Kaldu dapat menjadi alternatif makanan ketika penderita ingin mengonsumsi hidangan ringan.
Namun, pemilihan bahan tetap perlu diperhatikan. Kaldu dengan kandungan lemak tinggi atau tambahan bumbu yang memicu gejala sebaiknya dibatasi sesuai toleransi masing-masing.
- Jus Hijau dari Mentimun, Seledri, dan Bayam
Jus hijau yang dibuat dari mentimun, seledri, dan bayam juga direkomendasikan sebagai pilihan minuman.
Gioffre menyarankan menghindari tambahan bahan yang bersifat asam, seperti lemon atau apel, apabila bahan tersebut memicu gejala refluks.
Ketiga sayuran tersebut mengandung magnesium yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung kerja otot.
Meski demikian, jus hijau bukan obat untuk asam lambung. Respons tubuh terhadap bahan makanan dapat berbeda sehingga penderita perlu memperhatikan apakah minuman tertentu justru memicu keluhan.
- Jahe
Jahe menjadi salah satu bahan yang disarankan untuk membantu meredakan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
Kristen Reed, perawat terdaftar asal Boston, menyebut jahe memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mendukung proses pengosongan lambung.
Reed menyarankan konsumsi jahe melalui teh jahe hangat atau jahe segar yang diparut.
Jahe dapat menjadi pilihan minuman bagi penderita asam lambung. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Jika konsumsi jahe menimbulkan rasa panas atau memperburuk refluks, sebaiknya penggunaannya dihentikan.
- Makanan Rendah Lemak dan Kaya Serat
Selain makanan yang disebutkan para ahli, pola makan rendah lemak dan kaya serat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan gejala refluks.
Makanan tinggi lemak dapat memperburuk keluhan pada sebagian penderita, sementara porsi makan besar berpotensi meningkatkan tekanan di dalam perut.
Karena itu, penderita asam lambung perlu memperhatikan jenis makanan, jumlah porsi, dan waktu makan.
Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko gejala setelah makan.
Cara Mengelola Asam Lambung agar Tidak Mudah Kambuh
Pemilihan makanan merupakan salah satu langkah dalam mengelola asam lambung. Namun, penderita juga perlu mengenali faktor lain yang dapat memicu keluhan.
Beberapa langkah yang bisa diperhatikan antara lain:
- Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan tidak berlebihan.
- Membatasi makanan berlemak atau terlalu asam jika memicu gejala.
- Menghindari langsung berbaring setelah makan.
- Mengenali makanan dan minuman yang membuat keluhan muncul.
- Menjaga pola makan teratur sesuai toleransi tubuh.
Perlu diingat, makanan yang dianggap aman bagi satu orang belum tentu cocok bagi penderita lainnya.
Gejala asam lambung yang sering kambuh, mengganggu tidur, atau tidak membaik dengan perubahan pola makan perlu diperiksakan ke tenaga medis.
Kesulitan menelan, muntah berulang, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri dada yang berat juga tidak boleh diabaikan. Nyeri dada yang disertai sesak napas atau gejala lain yang mengarah pada kondisi darurat harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Oatmeal, kaldu tulang rendah lemak, jus hijau dari sayuran, dan jahe dapat menjadi pilihan makanan atau minuman bagi sebagian penderita asam lambung.
Namun, makanan tersebut bukan pengganti pengobatan GERD. Pengelolaan asam lambung perlu disesuaikan dengan kondisi dan pemicu masing-masing individu. (*)






