Bandara Kuala Lumpur Kembangkan Hologram untuk Permudah Informasi Kedatangan Penumpang

Bagikan

Bandara Kuala Lumpur Kembangkan Hologram untuk Permudah Informasi Kedatangan Penumpang
Suasana area Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. (Foto: Istimewa)

KUALA LUMPUR, NUSANTARA INFO: Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, mengembangkan teknologi hologram untuk membantu penumpang pesawat yang baru tiba memahami prosedur dan persyaratan masuk ke negara tersebut. Inovasi ini disiapkan untuk mempermudah wisatawan memperoleh informasi melalui layanan berbasis teknologi.

Teknologi hologram tersebut rencananya ditempatkan di gedung satelit Terminal 1 KLIA. Kehadirannya diharapkan dapat membantu pelancong mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan imigrasi dan dokumen yang harus dipenuhi sebelum memasuki wilayah Malaysia.

Wakil Direktur Jenderal Bidang Manajemen Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), Ismail Mokhtar, mengatakan pengembangan hologram merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses informasi bagi wisatawan yang baru tiba.

“Kami telah membuat hologram yang akan ditempatkan di gedung satelit bandara untuk memberikan informasi kepada wisatawan yang baru tiba mengenai persyaratan masuk yang harus mereka penuhi,” ujarnya, seperti dikutip dari surat kabar The Star.

Melalui teknologi ini, penumpang diharapkan dapat memperoleh informasi secara lebih praktis tanpa harus selalu bergantung pada layanan informasi konvensional.

Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan di salah satu pintu masuk internasional utama Malaysia.

Hologram Ditempatkan di Terminal 1 KLIA

Rencana penerapan teknologi hologram akan difokuskan di gedung satelit Terminal 1 KLIA. Lokasi ini menjadi salah satu bagian penting dari aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional.

Informasi yang disampaikan melalui hologram berkaitan dengan persyaratan masuk ke Malaysia. Dengan demikian, wisatawan yang baru mendarat dapat memperoleh panduan mengenai ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum melanjutkan perjalanan.

Penggunaan hologram di lingkungan bandara juga memperlihatkan perkembangan pemanfaatan teknologi interaktif dalam pelayanan publik, khususnya pada sektor transportasi udara.

Namun, AKPS belum merinci lebih lanjut mengenai spesifikasi teknologi, bahasa yang akan digunakan, maupun jadwal operasional layanan hologram tersebut.

Baca Juga :  Rayakan Valentine Romantis di Ketinggian, Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan “Sunset to Stars Dinner with a View”

KLIA Layani Jutaan Penumpang Setiap Bulan

Bandara Internasional Kuala Lumpur merupakan salah satu pusat transportasi udara utama di kawasan Asia Tenggara. Bandara ini memiliki dua terminal penumpang utama dengan karakteristik layanan maskapai yang berbeda.

Terminal 1 melayani sejumlah maskapai layanan penuh dan penerbangan internasional, termasuk Malaysia Airlines, Batik Air, Emirates, dan Singapore Airlines.

Sementara itu, Terminal 2 lebih banyak melayani maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC).

Berdasarkan data September 2026, KLIA mencatat sekitar 4,9 juta pergerakan penumpang. Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan udara melalui bandara tersebut.

Dari sisi pelayanan, tingkat kepuasan penumpang di Terminal 1 mencapai 98,8 persen, sedangkan Terminal 2 mencatat 99,4 persen.

Proses pemeriksaan keamanan di kedua terminal juga dilaporkan berlangsung relatif efisien. Hampir seluruh antrean pemeriksaan keamanan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Teknologi Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Bandara

Pengembangan hologram di KLIA menjadi salah satu upaya memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

Di tengah tingginya mobilitas perjalanan internasional, kemudahan memperoleh informasi mengenai prosedur kedatangan dan persyaratan imigrasi menjadi kebutuhan penting bagi wisatawan.

Informasi yang mudah diakses dapat membantu mengurangi kebingungan penumpang, terutama mereka yang baru pertama kali mengunjungi Malaysia.

Ke depan, penerapan teknologi semacam ini berpotensi menjadi bagian dari transformasi layanan bandara, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap pelayanan yang cepat, informatif, dan berbasis teknologi.

Bagi wisatawan yang berencana bepergian ke Malaysia, informasi mengenai persyaratan masuk tetap perlu diperiksa melalui kanal resmi pemerintah Malaysia sebelum keberangkatan. Dengan begitu, penumpang dapat mempersiapkan dokumen perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait