Bukan Sekadar Kopi, Ini Asal-usul Nama Cappuccino yang Ternyata Berkaitan dengan Biarawan Italia

Bagikan

Bukan Sekadar Kopi, Ini Asal-usul Nama Cappuccino yang Ternyata Berkaitan dengan Biarawan Italia
Cappuccino merupakan minuman kopi berbasis espresso yang populer di berbagai negara, dengan nama yang ternyata terinspirasi dari biarawan Capuchin di Italia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Cappuccino menjadi salah satu minuman kopi berbasis espresso yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perpaduan espresso, susu panas, dan busa susu membuat minuman ini memiliki karakter rasa yang khas sekaligus tekstur lembut.

Namun, di balik popularitasnya, cappuccino menyimpan cerita menarik mengenai asal-usul namanya. Nama cappuccino ternyata berkaitan dengan Ordo Kapusin atau Capuchin, sebuah ordo biarawan Fransiskan yang berkembang di Italia.

Kisah tersebut membuat cappuccino tidak sekadar menarik dari sisi rasa, tetapi juga dari sejarah penamaan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan di Eropa.

Komposisi Cappuccino yang Ideal

Secara umum, cappuccino dibuat menggunakan espresso sebagai dasar yang kemudian dipadukan dengan susu panas dan busa susu.

Menurut Barista Institute, cappuccino klasik memiliki komposisi yang seimbang, yakni sekitar sepertiga espresso, sepertiga susu panas, dan sepertiga busa susu.

Keseimbangan tersebut menjadi salah satu karakter penting cappuccino. Espresso memberikan rasa kopi yang kuat, sedangkan susu panas membantu menghasilkan rasa lebih lembut. Di bagian atas, busa susu memberikan tekstur ringan dan lembut.

Teknik frothing atau menghasilkan busa susu juga menjadi faktor penting. Susu perlu dikocok dengan teknik yang tepat agar menghasilkan busa yang halus dan lembut, bukan sekadar gelembung besar.

Karena itu, kualitas cappuccino tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga teknik pembuatan dan keseimbangan antara espresso dengan susu.

Nama Cappuccino Berasal dari Capuchin

Di balik nama yang terdengar khas tersebut terdapat sejarah yang cukup unik.

Sejarawan kopi dan penulis Profesor Jonathan Morris menjelaskan bahwa istilah cappuccino berkaitan dengan kata Capuchin. Istilah tersebut memiliki lebih dari satu makna.

“Yang pertama adalah jenis monyet, dan yang kedua adalah biarawan,” ujar Morris, sebagaimana dikutip HuffPost dalam laporan yang diterbitkan 6 Juli 2026.

Dalam konteks sejarah nama cappuccino, rujukannya adalah para biarawan Capuchin di Italia.

Morris menjelaskan bahwa kemiripan tersebut bukan semata-mata karena tampilan busa putih di atas kopi yang dianggap menyerupai kepala seorang biarawan dengan tonsur atau bagian kepala yang dicukur.

Menurutnya, penamaan tersebut lebih berkaitan dengan warna jubah yang dikenakan para biarawan Capuchin.

Warna Jubah Capuchin Jadi Inspirasi

Para biarawan Capuchin dikenal mengenakan jubah sederhana berwarna cokelat. Jubah tersebut memiliki tudung panjang dan runcing yang menggantung di bagian belakang.

Warna jubah tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan perpaduan warna kopi espresso dan susu yang menjadi karakter cappuccino.

Dengan kata lain, nama cappuccino berkaitan dengan kesan warna yang muncul dari minuman tersebut ketika espresso bercampur dengan susu.

Morris juga meluruskan anggapan bahwa nama cappuccino berasal dari kemiripan antara lapisan busa susu dan gaya rambut para biarawan.

Para biarawan Capuchin tidak dikenal menggunakan tonsur sebagai ciri utama penampilan mereka. Tonsur merupakan gaya rambut yang dahulu identik dengan sebagian kalangan biarawan, berupa bagian atas kepala yang dicukur.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet Merah Putih untuk Pantau Program Strategis Pemerintah

Karena itu, hubungan cappuccino dengan Capuchin lebih tepat dipahami melalui warna dan pakaian khas ordo tersebut.

Siapa Biarawan Capuchin?

Menurut Merriam-Webster, Capuchin merujuk kepada anggota salah satu cabang dalam keluarga besar Ordo Fransiskan.

Ordo Capuchin berkembang di Italia pada abad ke-16 dan dikenal karena menekankan kehidupan religius yang sederhana.

Para anggotanya menjalani kehidupan dengan prinsip kesederhanaan dan keterbatasan dalam berbagai aspek kehidupan.

Karakter kesederhanaan tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas Capuchin dan turut memengaruhi sejumlah penggunaan istilah al cappuccino dalam budaya Italia.

Ada Ungkapan “Al Cappuccino” di Italia

Hubungan antara istilah cappuccino dengan kesederhanaan bahkan muncul dalam sejumlah ungkapan yang digunakan di Italia.

Salah satunya adalah to dine al cappuccino, yang merujuk pada makan dengan cara yang sangat sederhana atau seadanya.

Ada pula ungkapan to travel al cappuccino, yang menggambarkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Penggunaan istilah tersebut menunjukkan bagaimana nama Capuchin tidak hanya melekat pada dunia kopi, tetapi juga memiliki asosiasi budaya dengan gaya hidup sederhana.

Dari Italia Menjadi Kopi Mendunia

Cappuccino kemudian berkembang menjadi salah satu minuman kopi yang dikenal luas di berbagai negara.

Saat ini, cappuccino dapat ditemukan hampir di seluruh dunia, baik di kedai kopi tradisional maupun jaringan kedai kopi modern.

Meski penyajiannya dapat mengalami berbagai penyesuaian sesuai selera dan budaya lokal, karakter dasarnya tetap bertumpu pada perpaduan espresso, susu panas, dan busa susu.

Di Indonesia, cappuccino juga menjadi salah satu pilihan populer di kedai kopi. Minuman ini sering disajikan sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan cita rasa espresso tetapi dengan karakter yang lebih lembut karena tambahan susu.

Perkembangan budaya kopi modern juga melahirkan berbagai variasi penyajian cappuccino. Namun, keseimbangan antara kopi, susu, dan busa tetap menjadi salah satu pembeda utama minuman tersebut dari racikan kopi berbasis susu lainnya.

Cappuccino Punya Sejarah Panjang di Balik Secangkir Kopi

Secangkir cappuccino ternyata menyimpan sejarah yang jauh lebih panjang daripada sekadar perpaduan espresso dan susu.

Nama tersebut memiliki kaitan dengan para biarawan Capuchin di Italia, khususnya melalui warna jubah sederhana mereka yang dianggap menyerupai warna perpaduan espresso dan susu.

Sementara itu, dalam penyajiannya, cappuccino klasik mengandalkan keseimbangan antara espresso, susu panas, dan busa susu.

Kombinasi sejarah, budaya, dan teknik meracik kopi itulah yang membuat cappuccino memiliki identitas tersendiri di tengah banyaknya jenis minuman kopi yang berkembang di dunia.

Jadi, ketika menikmati cappuccino, bukan hanya rasa espresso dan lembutnya susu yang dapat menjadi perhatian. Nama minuman tersebut juga membawa cerita tentang sejarah Italia dan kehidupan sederhana para biarawan Capuchin. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait