
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Ikatan Alumni Curug (IAC) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-III pada Oktober 2026. Agenda lima tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi para alumni pendidikan penerbangan Curug untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepengurusan dan program kerja ke depan.
IAC merupakan organisasi yang mewadahi para alumni pendidikan penerbangan Curug, yang kini dikenal sebagai Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi, membangun sinergi antaralumni, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia penerbangan dan almamater.
IAC secara resmi didirikan pada 30 April 2017. Sejak berdiri, organisasi alumni tersebut menjadi salah satu wadah komunikasi dan kebersamaan bagi para lulusan pendidikan penerbangan Curug dari berbagai generasi.
Ketua Panitia Munas IAC 2026, Alek Rudi Nainggolan, mengatakan Munas memiliki peran strategis dalam menentukan keberlanjutan organisasi. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk menyusun kebijakan organisasi pada periode berikutnya.
“Munas memiliki peran strategis dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja organisasi, menetapkan arah kebijakan untuk periode berikutnya, melakukan penyempurnaan terhadap ketentuan organisasi apabila diperlukan, serta memilih ketua umum IAC untuk masa bakti berikutnya,” katanya.
Munas Jadi Forum Evaluasi dan Regenerasi

Alek menjelaskan, Munas IAC telah dilaksanakan sebanyak dua kali sebelum agenda tahun ini. Munas pertama digelar pada 2017, sedangkan Munas kedua berlangsung pada 2022.
Pada 2026, IAC kembali menggelar Munas ke-III sebagai bagian dari mekanisme organisasi sekaligus proses regenerasi kepemimpinan.
“Munas IAC pertama itu tahun 2017, dan Munas II tahun 2022. Tahun ini, IAC akan kembali menggelar Munas ke-III,” kata Alek.
Menurut dia, pelaksanaan Munas juga menjadi kesempatan bagi seluruh alumni Curug untuk kembali memperkuat komunikasi dan kebersamaan lintas generasi.
Karena itu, panitia mengajak seluruh alumni pendidikan penerbangan Curug untuk ikut meramaikan dan menyukseskan pelaksanaan Munas IAC 2026.
“Karena itu, kami mengajak seluruh alumni Curug atau sekarang yang dikenal dengan nama Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) untuk meramaikan acara ini,” ujarnya.
Menyatukan Alumni Lintas Generasi
Keberadaan organisasi alumni dinilai memiliki arti penting, terutama bagi komunitas yang memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang erat dengan sektor penerbangan.
Melalui Munas, alumni tidak hanya berkumpul untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga dapat menyatukan gagasan mengenai kontribusi yang dapat diberikan bagi perkembangan industri penerbangan nasional.
Forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antaralumni yang tersebar di berbagai bidang dan wilayah. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga keberadaan IAC memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi anggota, almamater maupun dunia penerbangan Indonesia.
Munas III IAC 2026 dengan demikian menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan organisasi. Selain mengevaluasi program kerja dan menetapkan kebijakan organisasi, forum ini akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin IAC untuk periode berikutnya.
Partisipasi alumni menjadi bagian penting dalam memastikan proses organisasi berjalan sesuai dengan semangat kebersamaan dan tujuan awal berdirinya IAC sebagai wadah silaturahmi dan sinergi alumni pendidikan penerbangan Curug. (*)






