
TANGERANG, NUSANTARA INFO: Ikatan Alumni Curug (IAC) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (24/10/2026). Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas alumni, memilih Ketua Umum baru, serta mendorong realisasi program organisasi yang bermanfaat bagi alumni dan taruna yang masih menempuh pendidikan di Curug.
Salah satu peserta Munas III IAC, Kepala Bandara Depati Parbo, Rahmat Subhan Fajri, menilai musyawarah nasional memiliki peran strategis dalam menjaga kekompakan alumni yang kini tersebar di berbagai instansi dan wilayah Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Subhan, IAC bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan juga sarana memperkuat koordinasi dan berbagi pengalaman di antara alumni yang berkiprah di dunia penerbangan maupun bidang lainnya.
“Dengan terbentuknya ikatan alumni ini, sangat membantu untuk memudahkan koordinasi. Pekerjaan kita walaupun di beberapa tempat, tetapi ruhnya sama,” ujar Subhan saat ditemui dalam kegiatan Munas III IAC.
Munas III IAC Jadi Momentum Pemilihan Ketua Umum
Subhan, yang merupakan alumni Curug angkatan 1995, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama Munas III IAC adalah memilih Ketua Umum baru untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Ia menyebut agenda pemilihan ketua merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi yang juga dilaksanakan pada Munas II pada 2022.
Menurutnya, baik Munas II maupun Munas III memiliki tujuan mendasar yang sama, yakni memberikan kesempatan kepada anggota untuk menentukan pemimpin organisasi melalui forum musyawarah nasional.
Proses regenerasi kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan organisasi sekaligus mendorong program-program IAC berjalan lebih efektif.
“Pergantian kepemimpinan juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan dan menyusun langkah lanjutan sesuai kebutuhan anggota,” ucap Subhan.
Bagi Subhan, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum harus mampu membawa organisasi menuju kondisi yang lebih baik serta merealisasikan program yang telah direncanakan.
IAC Perkuat Silaturahmi dan Koordinasi Alumni Penerbangan
Salah satu manfaat keberadaan IAC, menurut Subhan, adalah mempertemukan kembali para alumni yang setelah menyelesaikan pendidikan di Curug menempuh karier di berbagai daerah dan instansi.
Perbedaan lokasi kerja dan tanggung jawab profesional tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjaga hubungan antarsesama alumni.
Melalui IAC, komunikasi dan koordinasi dapat dilakukan dengan lebih mudah. Para anggota juga memiliki kesempatan untuk bertukar informasi mengenai pengalaman kerja, tantangan di lapangan, serta perkembangan sektor penerbangan.
Subhan menilai kekompakan dan semangat kebersamaan menjadi fondasi utama organisasi. Hubungan yang terjalin dengan baik dapat memberikan dampak positif terhadap pekerjaan, terutama ketika alumni membutuhkan koordinasi atau berbagi pengetahuan sesuai bidang masing-masing.
“Utamanya adalah terbentuknya guyub rukun. Adapun dampak yang ditimbulkan, misalnya bisa di dalam berkoordinasi,” katanya.
Ia menambahkan, pertemuan alumni juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi. Alumni yang lebih senior dapat membagikan pengalaman kepada anggota yang lebih muda, sementara generasi berikutnya memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan profesional.
Pertukaran pengalaman tersebut dinilai penting untuk memperkuat kompetensi dan membangun jaringan kerja yang bermanfaat bagi perkembangan karier para alumni.
Rahmat Subhan Fajri Apresiasi Capaian Program IAC Periode 2022–2026

Dalam kesempatan tersebut, Subhan juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan IAC periode 2022–2026 atas pelaksanaan berbagai program organisasi.
Ia menyebut sejumlah program telah direalisasikan selama masa kepengurusan tersebut. Capaian itu dinilai menjadi modal penting bagi kepengurusan berikutnya untuk melanjutkan dan meningkatkan manfaat kegiatan organisasi.
Subhan menyampaikan bahwa dari program yang direncanakan, realisasinya telah mencapai sekitar 61 persen berdasarkan keterangan yang disampaikannya.
“Dari program yang sudah direncanakan, itu sudah sangat bagus bagi kami sebagai anggota IAC,” terangnya.
Capaian tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan baru, terutama untuk menentukan program prioritas dan memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan anggota.
Ke depan, evaluasi program dinilai perlu disertai dengan penguatan koordinasi, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta partisipasi aktif seluruh anggota agar kegiatan organisasi dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
Alumni Diharapkan Lebih Peduli kepada Taruna Curug
Selain memperkuat solidaritas di antara alumni, Subhan berharap IAC meningkatkan keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan organisasi.
Ia menilai program IAC tidak seharusnya hanya berorientasi pada kepentingan alumni, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi taruna yang masih menempuh pendidikan di Curug.
Kepedulian terhadap taruna dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang penerbangan.
Pengalaman profesional para alumni yang telah bekerja di berbagai instansi berpotensi menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya. Berbagi pengalaman, membangun komunikasi, dan membuka ruang pendampingan merupakan beberapa bentuk dukungan yang dapat dikembangkan sesuai program organisasi.
Subhan berharap keterlibatan anggota semakin meningkat sehingga IAC dapat menjadi wadah yang produktif, baik dalam menjaga persaudaraan maupun mendorong peningkatan kapasitas generasi penerus.
Menurutnya, program yang bermanfaat perlu diwujudkan melalui partisipasi nyata para anggota, bukan hanya menjadi rencana yang dibahas dalam forum organisasi.
Ketua Umum Baru Diharapkan Tingkatkan Kinerja Organisasi
Terkait pemilihan Ketua Umum dalam Munas III, Subhan berharap pemimpin yang terpilih mampu membawa IAC berkembang lebih baik dan melanjutkan program-program yang telah disusun.
Ia menekankan pentingnya realisasi program agar hasil kerja organisasi dapat dirasakan secara langsung oleh anggota maupun taruna Curug.
“Harapan kita, dengan terbentuknya siapa pun yang terpilih nanti sebagai Ketua Umum, akan lebih meningkatkan program-program dan mengaktualkan, merealisasikan program-program yang sudah direncanakan,” kata Subhan.
Harapan tersebut mencerminkan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam organisasi alumni. Pemimpin baru diharapkan mampu menjaga kekompakan, memperluas partisipasi anggota, dan memperkuat kontribusi IAC terhadap pengembangan sumber daya manusia penerbangan.
Munas III IAC pun menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan ant alumni sekaligus memperkuat arah organisasi ke depan.
Bagi Subhan, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya musyawarah atau terpilihnya Ketua Umum baru, tetapi juga dari kemampuan seluruh anggota bekerja bersama untuk mewujudkan program yang telah disepakati.
Dengan semangat kebersamaan dan regenerasi, IAC diharapkan semakin berperan sebagai wadah silaturahmi, pertukaran pengalaman, dan kontribusi nyata bagi alumni serta generasi penerus di dunia penerbangan. (*)






