Prabowo Heran Sherly Tjoanda Dapat Tepuk Tangan Paling Keras: Pemilu Masih Lama

Bagikan

Prabowo Heran Sherly Tjoanda Dapat Tepuk Tangan Paling Keras: Pemilu Masih Lama
Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peresmian 11 proyek industri di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026). (Foto: Istimewa)

HALMAHERA TENGAH, NUSANTARA INFO: Presiden Prabowo Subianto sempat dibuat heran saat Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendapat sambutan dan tepuk tangan riuh dalam acara peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta peresmian 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Momen tersebut terjadi ketika Prabowo menyapa sejumlah pejabat yang hadir dalam acara peresmian. Saat nama Sherly Tjoanda disebut, suasana langsung berubah riuh dengan teriakan dan tepuk tangan dari para tamu undangan.

“Gubernur Maluku Utara, Saudara Sherly Tjoanda,” kata Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.

Sherly yang duduk di antara para tamu kemudian berdiri dari kursinya dan tersenyum menerima sambutan tersebut.

Prabowo pun langsung menanggapi riuhnya tepuk tangan yang diterima Sherly dengan candaan.

“Kok tepuk tangannya paling keras. Pemilu masih lama,” seloroh Prabowo.

Ucapan tersebut disambut suasana hangat dalam acara yang dihadiri jajaran menteri, pejabat negara, pimpinan lembaga, serta perwakilan pelaku industri.

Prabowo Sempat Bercanda dengan Luhut

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melemparkan candaan ketika menyapa Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Prabowo mengingat kembali hubungan keduanya ketika masih sama-sama berdinas di TNI. Luhut, kata Prabowo, pernah menjadi komandannya.

Namun, situasi kini berbalik karena Prabowo telah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI Purn Luhut Binsar Pandjaitan mantan komandan saya. Roda berputar, sekarang saya komandannya beliau,” tutur Prabowo.

Setelah itu, Prabowo melanjutkan sapaan kepada sejumlah pejabat lain yang hadir, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Saat menyapa Sudaryono, Prabowo juga sempat menyinggung gelar akademik yang kini disandangnya.

Prabowo menanyakan apakah Sudaryono telah memperoleh gelar doktor. Sudaryono kemudian membenarkannya.

“Sudah doktor. Pakai dong, gelarnya,” kata Sudaryono.

Prabowo Resmikan 11 Proyek Industri di IWIP

Di luar momen penuh canda tersebut, agenda utama kunjungan Prabowo ke Halmahera Tengah adalah peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peresmian sejumlah proyek industri di kawasan IWIP.

Sebanyak 11 proyek industri menjadi bagian dari agenda hilirisasi yang diresmikan pemerintah.

Dari jumlah tersebut, empat proyek telah memasuki tahap komersial. Keempatnya yakni Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioner Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Sementara tujuh proyek lainnya baru memasuki tahap pembangunan atau groundbreaking.

Ketujuh proyek tersebut terdiri atas Guang Ching Nickel Cobalt, Inno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flatsolar Energy Indonesia, dan Foton Guang Ching Motor Indonesia.

Baca Juga :  Perang di Perbatasan Thailand dan Kamboja Memanas: Konflik Lama yang Memuncak

Peresmian proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan penguatan rantai pasok industri di dalam negeri.

Investasi IWIP Capai US$20 Miliar

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai sekitar 20 miliar dollar AS.

Selain investasi yang telah terealisasi, masih terdapat rencana pengembangan investasi sekitar 7 miliar dollar AS.

“Berdasarkan laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi, realisasi investasi di kawasan ini telah mencapai sekitar 20 miliar dollar AS,” kata Prabowo dalam acara tersebut.

Besarnya investasi tersebut juga diikuti dengan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Sejak pengembangan kawasan industri tersebut, penyerapan tenaga kerja disebut telah mencapai lebih dari 100.000 orang.

Menurut Prabowo, perkembangan industri di kawasan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan perekonomian melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Prabowo: Masa Depan Indonesia Cerah

Prabowo menilai perkembangan kawasan industri di Halmahera Tengah menjadi gambaran mengenai potensi ekonomi Indonesia di masa depan.

Ia menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi basis pengembangan industri dan menciptakan lapangan kerja.

Prabowo juga menyinggung berbagai prediksi negatif mengenai kondisi perekonomian Indonesia.

“Mereka-mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse, tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” tutur Prabowo.

Menurutnya, pembangunan industri dan hilirisasi harus terus didorong agar sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Pengembangan industri pengolahan di dalam negeri diharapkan memberikan nilai tambah sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peresmian 11 proyek industri di IWIP menjadi salah satu agenda pemerintah dalam memperkuat hilirisasi serta ekosistem industri berbasis mineral dan energi di Indonesia.

Di tengah agenda tersebut, momen candaan Prabowo mengenai sambutan meriah kepada Sherly Tjoanda turut menjadi perhatian. Presiden bahkan menyebut kerasnya tepuk tangan untuk Gubernur Maluku Utara itu sebagai sesuatu yang membuatnya penasaran, sebelum menutupnya dengan seloroh, “Pemilu masih lama.” (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait