Lonjakan Arus Mudik, 64.985 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol MBZ

Bagikan

Lonjakan Arus Mudik, 64.985 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol MBZ
Tol MBZ dipadati pemudik. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 64.985 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Rabu (18/3/2026), jauh melampaui volume lalu lintas normal harian.

General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, mengatakan angka tersebut melonjak drastis dibandingkan kondisi normal yang hanya sekitar 21.787 kendaraan per hari. Dengan demikian, terjadi peningkatan hingga 198,27 persen.

Lonjakan ini menandakan pergerakan masyarakat menuju kampung halaman telah dimulai lebih awal menjelang Hari Raya Idulfitri. Tol Layang MBZ sendiri menjadi salah satu jalur utama favorit pemudik karena menawarkan perjalanan yang relatif lebih cepat dibandingkan jalur bawah.

Di sisi lain, arus kendaraan menuju Jakarta juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi arus keluar. Tercatat sebanyak 28.788 kendaraan bergerak menuju ibu kota atau meningkat 30,32 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 22.090 kendaraan.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ pada kedua arah mencapai 93.773 kendaraan dalam satu hari. Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat jauh lebih besar dibandingkan yang masuk, mencerminkan dominasi arus mudik.

Tingginya volume kendaraan memaksa pihak pengelola bersama kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran perjalanan. Salah satu langkah yang diambil adalah sistem buka tutup akses masuk Tol Layang MBZ menuju arah Cikampek secara situasional.

Menurut Desti, kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan diskresi kepolisian guna mengurai kepadatan, terutama di titik-titik rawan pertemuan arus kendaraan.

Kepadatan tidak hanya terjadi di ruas utama, tetapi juga di akses keluar KM 48 yang menjadi titik pertemuan arus dari Jalan Tol Jakarta–Cikampek bawah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perlambatan hingga antrean kendaraan jika tidak diatur secara ketat.

Baca Juga :  Dari Thailand ke Indonesia: Muay Thai Jadi Tren Olahraga Baru, Apa Sih Keunggulannya?

Jasamarga mengimbau para pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan, mengingat volume kendaraan diperkirakan akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik.

Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kendaraan telah melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum berangkat. Kecukupan bahan bakar maupun daya listrik bagi kendaraan listrik juga menjadi perhatian penting untuk menghindari kendala di tengah perjalanan.

Selain itu, pengguna jalan diingatkan untuk mengantisipasi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat menurunkan jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengemudi tidak menyesuaikan kecepatan dan jarak aman.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, pengelola jalan tol bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan dan penyesuaian rekayasa lalu lintas secara real time. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman hingga para pemudik tiba di kampung halaman. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait