Ditjen Bina Adwil Kemendagri Gelar Pembinaan Aparatur untuk Perkuat Kompetensi ASN

Bagikan

Ditjen Bina Adwil Kemendagri Gelar Pembinaan Aparatur untuk Perkuat Kompetensi ASN
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri memperkenalkan inovasi integrasi layanan kearsipan berbasis Single Window Preservation Arsip melalui platform CEKATAN (Kecepatan, Kemudahan, dan Ketepatan) dalam Rapat Pembinaan dan Pengembangan Aparatur di Jakarta. (Foto: Humas Ditjen Bina Adwil)

Jakarta, Nusantara Info: Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) guna mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berkinerja tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Pembinaan dan Pengembangan Aparatur yang digelar di Jakarta pada 1–3 Juli 2026.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, serta Sekretariat Jenderal Kemendagri. Berbagai materi diberikan untuk memperkuat kapasitas ASN dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Saat ini, Ditjen Bina Adwil didukung oleh 374 ASN, yang terdiri atas 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 119 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Sekretaris Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Sri Purwaningsih mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola organisasi. Menurutnya, organisasi yang profesional tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kualitas aparatur yang mengelolanya.

“Pengelolaan organisasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sumber daya, tetapi juga oleh kualitas aparatur yang mengelolanya. Perencanaan kebutuhan barang yang tepat, pengelolaan aset yang akuntabel, penataan SDM berbasis kompetensi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta budaya kerja yang menjunjung nilai-nilai Pelayanan Publik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan organisasi yang profesional, efektif, dan akuntabel,” ujarnya.

Perkuat Kompetensi ASN

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek strategis pengelolaan organisasi. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN), siklus pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Standar Barang Standar Kebutuhan (SBSK), konsep super agility dan empat tipe kepribadian, analisis jabatan, analisis beban kerja, hingga penguatan budaya kerja ASN untuk mendukung implementasi sistem merit.

Pembekalan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kekayaan Negara (PKN) IVA Kementerian Keuangan Cucu Supyan Cahyana, Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Biro Keuangan dan Aset Kemendagri Hary Sulistyo Rahardjo, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kemendagri Edang Mochamad, Winner Satriadi Harahap dari Biro Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Jenderal Kemendagri, serta Intan Permatasari dari Kementerian PANRB.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Baru Kabinet Merah Putih 2024–2029

Sri juga mengingatkan pentingnya disiplin sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang berkinerja tinggi. Ia meminta seluruh pegawai menjunjung tinggi disiplin serta memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di lingkungan kerja.

“Tolong ikuti aturan disiplin pegawai, saling mengingatkan, serta perkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam organisasi. Disiplin merupakan langkah paling awal dalam membangun kepercayaan pimpinan terhadap kinerja pegawai,” tegasnya.

Luncurkan Inovasi CEKATAN

Selain penguatan kapasitas aparatur, Ditjen Bina Adwil juga memperkenalkan inovasi di bidang tata kelola kearsipan melalui rencana aksi perubahan Single Window Preservation Arsip yang mengusung konsep CEKATAN (Kecepatan, Kemudahan, dan Ketepatan).

Inovasi yang digagas Bagian Umum Sekretariat Ditjen Bina Adwil tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan layanan kearsipan sehingga proses administrasi menjadi lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Rizza Kamajaya menjelaskan bahwa inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen Bina Adwil.

“Perubahan besar justru sering kali lahir bukan dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Platform Integrasi Layanan Kearsipan berbasis Kecepatan, Kemudahan, dan Ketepatan atau disingkat CEKATAN merupakan aksi perubahan inovatif yang diharapkan menjadi katalisator bagi terwujudnya optimalisasi tugas dan fungsi Ditjen Bina Adwil,” terangnya.

Melalui pembinaan aparatur dan pengembangan inovasi tersebut, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas ASN sekaligus membangun tata kelola organisasi yang profesional, adaptif, dan akuntabel guna mendukung pelayanan publik yang semakin optimal. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait