Mengapa Hiking Baik untuk Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Para Ahli

Bagikan

Mengapa Hiking Baik untuk Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Para Ahli
Ilustrasi hiking. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental, semakin banyak orang mencari aktivitas yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mampu meredakan stres dan memperbaiki suasana hati. Salah satu pilihan yang kini semakin populer adalah hiking atau berjalan di alam terbuka.

Menariknya, hiking tidak selalu berarti mendaki gunung dengan jalur yang berat. Berjalan santai di taman kota, hutan kota, jalur hijau, atau kawasan wisata alam dengan medan ringan sudah cukup untuk memberikan manfaat bagi kesehatan mental.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perpaduan antara aktivitas fisik dan paparan lingkungan alami mampu memberikan efek positif terhadap kesejahteraan psikologis seseorang.

Perpaduan Olahraga dan Alam

Salah satu keunggulan hiking adalah menggabungkan dua faktor yang telah lama terbukti bermanfaat bagi kesehatan mental, yakni olahraga dan alam.

Menurut Dr. Brad Zehring, psikiater di Serenity Mental Health Centers, aktivitas fisik membantu tubuh meningkatkan produksi serotonin, dopamin, norepinefrin, dan endorfin. Keempat zat tersebut dikenal sebagai neurotransmiter yang berperan penting dalam mengatur suasana hati.

“Peningkatan kadar serotonin dan dopamin membantu seseorang merasa lebih bahagia, sedangkan endorfin berfungsi sebagai pereda nyeri alami sekaligus memberikan rasa nyaman setelah berolahraga. Aktivitas fisik juga mendukung neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak membentuk koneksi baru yang membantu seseorang lebih mudah beradaptasi terhadap tekanan dan perubahan,” ujarnya.

Selain itu, olahraga berkontribusi terhadap kualitas tidur yang lebih baik. Tidur yang cukup merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kestabilan emosi, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Alam Membantu Mengurangi Stres

Manfaat hiking tidak hanya berasal dari aktivitas fisiknya, tetapi juga dari lingkungan tempat aktivitas tersebut dilakukan.

Paparan alam diketahui mampu menurunkan tingkat stres dan memberikan rasa tenang. Ketika berada di ruang hijau, seseorang secara alami menggunakan seluruh pancaindra untuk menikmati lingkungan sekitar. Mata dimanjakan oleh pemandangan pepohonan, telinga mendengar suara angin dan kicauan burung, sementara indera penciuman menangkap aroma tanah, dedaunan, maupun udara segar.

Pengalaman tersebut membantu mengalihkan perhatian dari tekanan pekerjaan, rutinitas harian, maupun berbagai pikiran negatif yang sering memenuhi benak.

Berbagai studi juga menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam dapat menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang meningkat saat seseorang mengalami stres.

Mindfulness yang Terjadi Secara Alami

Hiking juga menjadi salah satu aktivitas yang secara alami melatih mindfulness, yaitu kemampuan memusatkan perhatian pada momen saat ini.

Ketika berjalan menyusuri jalur alam, tubuh dan pikiran cenderung fokus pada langkah kaki, ritme pernapasan, kontur jalan, serta lingkungan sekitar. Kondisi ini membantu mengurangi kecenderungan memikirkan masa lalu maupun mengkhawatirkan masa depan secara berlebihan.

Berbeda dengan meditasi yang memerlukan teknik tertentu, hiking menghadirkan mindfulness secara spontan melalui aktivitas yang sederhana.

Bahkan, jika dilakukan tanpa gangguan telepon genggam, hiking memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari derasnya informasi digital yang setiap hari diterima.

Menumbuhkan Rasa Syukur dan Perspektif Baru

Baca Juga :  Tonggak Baru Dalam Layanan Kesehatan Pelaut dan Masyarakat Umum, Klinik Utama BKKP Bertransformasi Jadi Klinik Utama SMM

Berada di tengah alam sering kali menghadirkan rasa kagum terhadap keindahan lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut mampu memunculkan rasa syukur dan membantu seseorang melihat berbagai persoalan hidup dari sudut pandang yang lebih luas.

Ketika menikmati pemandangan perbukitan, pepohonan, atau aliran sungai, masalah yang sebelumnya terasa besar sering kali menjadi lebih mudah diterima dan dihadapi.

Para ahli psikologi menyebut pengalaman ini sebagai awe, yaitu perasaan takjub yang mampu meningkatkan kesejahteraan emosional serta mengurangi fokus berlebihan terhadap diri sendiri.

Memperkuat Hubungan Sosial

Hiking juga memberikan manfaat sosial yang tidak kalah penting.

Melakukan perjalanan bersama teman, keluarga, atau komunitas hiking dapat mengurangi rasa kesepian sekaligus mempererat hubungan interpersonal. Aktivitas di alam memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih santai tanpa distraksi teknologi.

Hubungan sosial yang sehat merupakan salah satu faktor pelindung terhadap gangguan kesehatan mental dalam jangka panjang.

Tidak Harus Mendaki Gunung

Banyak orang menganggap hiking identik dengan pendakian gunung yang berat dan memerlukan perlengkapan lengkap. Padahal, manfaat kesehatan mental dapat diperoleh melalui aktivitas yang jauh lebih sederhana.

Berjalan di taman kota, jalur hijau, kawasan hutan wisata, maupun perbukitan ringan sudah cukup memberikan manfaat serupa.

Di Indonesia, terdapat sejumlah lokasi yang cocok untuk fun hiking, seperti Deles Indah dan Kalitalang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, maupun Bukit Mongkrang di kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Lokasi-lokasi tersebut menawarkan jalur yang relatif ramah bagi pemula sekaligus menghadirkan pemandangan alam yang menyegarkan.

Tips Memulai Hiking

Bagi pemula, hiking dapat dimulai secara bertahap agar menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

Pertama, tetapkan target sederhana dengan memilih jalur yang dekat dari rumah atau taman kota sehingga tidak membutuhkan banyak persiapan.

Kedua, apabila hiking belum menjadi aktivitas favorit, manfaat serupa juga dapat diperoleh melalui olahraga lain seperti berjalan santai, bersepeda, berenang, maupun berkebun.

Ketiga, kurangi penggunaan telepon genggam selama perjalanan. Bila memungkinkan, simpan ponsel agar perhatian benar-benar tertuju pada pengalaman menikmati alam.

Keempat, pilih lokasi yang mudah dijangkau sehingga aktivitas ini lebih mudah dilakukan secara rutin.

Terakhir, tingkatkan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan fisik. Setelah terbiasa, seseorang dapat mencoba jalur yang lebih menanjak atau memperpanjang durasi perjalanan.

Investasi Sederhana untuk Kesehatan Mental

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, hiking menawarkan cara sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan mental. Aktivitas ini memadukan manfaat olahraga, ketenangan alam, mindfulness, dan interaksi sosial dalam satu pengalaman yang menyenangkan.

Tidak perlu menunggu akhir pekan panjang atau merencanakan pendakian besar. Meluangkan waktu berjalan di ruang hijau selama beberapa jam secara rutin sudah dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, memperbaiki kualitas tidur, serta membangun ketahanan mental yang lebih baik.

Dengan biaya yang relatif murah dan mudah dilakukan, hiking menjadi salah satu investasi kesehatan yang layak dijadikan bagian dari gaya hidup sehari-hari. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait