
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Tren wisata 2027 diperkirakan semakin mengarah pada perjalanan bertema sejarah, reruntuhan kuno, dan destinasi ikonik. Wisatawan tidak hanya mencari tempat berlibur, tetapi juga pengalaman untuk memahami peradaban masa lalu dan budaya yang masih bertahan hingga kini.
Laporan 2027 Travel Trends dari Skyscanner menyoroti tren tersebut melalui istilah Grand Odysseys. Dikutip Euronews pada 9 Oktober 2026, laporan ini menggabungkan data pencarian global dan riset terhadap lebih dari 28.000 wisatawan, serta wawasan dari sejumlah perusahaan dan platform.
Menurut Skyscanner, tren wisata sejarah berkembang seiring keinginan wisatawan mengambil jeda dari kehidupan modern yang serba cepat. Mereka mencari perjalanan yang menawarkan konteks sejarah dan menghubungkan pengunjung dengan kisah manusia lintas generasi.
Film Ikut Mendorong Minat Wisata Sejarah
Budaya populer turut memengaruhi pilihan destinasi. Skyscanner mencatat film dan serial, termasuk The Odyssey dan Gladiator, menginspirasi wisatawan merencanakan perjalanan ke lokasi yang berkaitan dengan kisah di layar.
Dalam laporan tersebut, kisah The Odyssey disebut mendorong sekitar sepertiga responden merencanakan perjalanan ke destinasi yang terinspirasi cerita epik itu. Grand Odysseys menjadi salah satu dari tujuh tren perjalanan yang diidentifikasi Skyscanner untuk 2027.
Bagi pencinta sejarah, Asia menawarkan beragam pengalaman, mulai dari menjelajahi kuil kuno hingga mempelajari tradisi dan mengenang peristiwa bersejarah. Berikut tujuh rekomendasi tur sejarah yang dikurasi penulis dan editor Time Out berdasarkan pengalaman perjalanan di Asia Tenggara dan Asia Timur.
- Chiang Mai, Thailand
Chiang Mai menyimpan warisan Buddhisme dan sejarah Kerajaan Lanna. Wisatawan dapat mengikuti tur berjalan kaki bersama pemandu untuk mengunjungi Wat Saen Muang Ma, Wat Chiang Man yang dikenal sebagai salah satu kuil tertua di Kota Tua, serta Wat Umong yang memiliki suasana hutan dan dikenal sebagai pusat meditasi.
Tur ini membantu pengunjung memahami perkembangan agama Buddha dan peran kuil dalam kehidupan masyarakat setempat. Periksa jadwal serta ketentuan biaya kepada penyelenggara sebelum berangkat.
- Angkor Wat, Kamboja
Kompleks Angkor di Siem Reap merupakan peninggalan penting peradaban Khmer dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Selain kuil utama Angkor Wat, wisatawan dapat mengunjungi Ta Prohm yang terkenal dengan akar pohon di antara reruntuhan bangunannya serta Bayon yang memiliki pahatan wajah-wajah batu.
Tur saat matahari terbit menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pagi di Angkor Wat. Pemandu sejarah dapat membantu menjelaskan makna arsitektur dan perkembangan kawasan tersebut.
- My Son, Vietnam
Situs arkeologi My Son merupakan peninggalan peradaban Champa yang memiliki hubungan erat dengan tradisi Hindu. Kawasan ini terdiri atas kelompok kuil dan menara bata yang dibangun dalam rentang berabad-abad.
Melalui tur berpemandu, wisatawan dapat mempelajari sejarah kerajaan Champa, fungsi kuil, serta perkembangan seni dan arsitektur masyarakat Cham. Meski sejumlah bangunan telah rusak, situs ini tetap menjadi warisan arkeologi penting di Vietnam tengah.
- Tirta Empul, Bali, Indonesia
Pura Tirta Empul di Kabupaten Gianyar, Bali, dikenal dengan mata air suci dan ritual penyucian diri dalam tradisi Hindu Bali. Tur budaya berpemandu dapat membantu wisatawan memahami sejarah pura, makna persembahan, dan tata cara mengikuti ritual dengan benar.
Perjalanan juga dapat mencakup Pura Mengening yang memiliki sumber air suci. Pengunjung perlu mengenakan pakaian yang sesuai, mengikuti aturan pura, dan menghormati umat yang sedang beribadah.
- Singapura: Menelusuri Kerajinan Tradisional
Singapura tidak hanya menawarkan gedung modern dan pusat perbelanjaan, tetapi juga warisan kerajinan tradisional. Tur Offbeat’s Vanishing Craftsman mengajak wisatawan mengenal pengrajin yang mempertahankan keterampilan turun-temurun.
Perjalanan ini memperlihatkan tantangan pelestarian kerajinan di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi. Pengalaman tersebut juga menegaskan bahwa wisata sejarah tidak selalu berpusat pada bangunan tua, tetapi dapat mencakup keterampilan dan pengetahuan masyarakat.
- Hiroshima, Jepang
Hiroshima menjadi destinasi penting untuk memahami dampak bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945. Wisatawan dapat mengunjungi Monumen Perdamaian Hiroshima dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima untuk melihat dokumentasi kehancuran serta kesaksian para korban.
Tur tertentu juga mencakup Kastil Hiroshima dan taman Jepang. Selain mengenal sejarah kota, kunjungan ini mengajak wisatawan merenungkan dampak perang dan pentingnya perdamaian.
- Tembok Besar China
Tembok Besar China merupakan ikon sejarah yang mencerminkan perkembangan sistem pertahanan kekaisaran selama berabad-abad. Salah satu bagian yang populer dikunjungi adalah Mutianyu, di Distrik Huairou, dekat Beijing.
Tur sehari dari Beijing dapat menjadi pilihan untuk menjelajahi bagian tembok yang telah dipugar. Wisatawan bisa melihat menara pengawas dan jalur batu yang mengikuti kontur pegunungan. Sebelum berangkat, periksa fasilitas, cuaca, dan tingkat kesulitan jalur.
Wisata Sejarah Jadi Alternatif Liburan 2027
Tren Grand Odysseys memperlihatkan bahwa sejarah dan budaya semakin menjadi bagian dari pengalaman perjalanan. Tujuh destinasi tersebut menawarkan pengalaman beragam, mulai dari wisata spiritual di Chiang Mai dan Bali, penjelajahan peradaban kuno di Angkor Wat dan My Son, hingga pembelajaran sejarah perang di Hiroshima.
Bagi wisatawan Indonesia, Bali juga menjadi pilihan untuk mengenal warisan budaya yang masih hidup. Sementara itu, destinasi lain di Asia menawarkan perspektif berbeda tentang perkembangan peradaban dan kehidupan masyarakat.
Sebelum memesan tur, periksa biaya, jadwal, tiket masuk, dan ketentuan penyelenggara. Untuk destinasi keagamaan maupun memorial, wisatawan juga perlu menghormati aturan setempat agar perjalanan berlangsung nyaman sekaligus bermakna. (*)






