
TANGERANG, NUSANTARA INFO: Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, memiliki penting dalam menjaga konektivitas masyarakat melalui layanan penerbangan perintis. Di tengah tantangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas untuk memastikan layanan transportasi udara berjalan sesuai standar operasional.
Kepala Bandara Depati Parbo, Rahmat Subhan Fajri, mengatakan transportasi udara memiliki peran strategis bagi masyarakat Kerinci karena dapat memangkas waktu perjalanan menuju kota-kota besar.
Menurut pria yang akrab disapa Subhan, perjalanan darat dari Kerinci menuju Kota Jambi dapat memakan waktu sekitar 12 jam, menuju Padang sekitar delapan jam, dan menuju Bengkulu sekitar 12 jam. Kondisi tersebut menjadikan penerbangan sebagai alternatif penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, kegiatan pemerintahan, serta pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
“Transportasi udara memang merupakan transportasi yang andal untuk laju keluar masuknya orang dari dan ke Kabupaten Kerinci, yang tentunya juga akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” ujarnya saat ditemui di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (24/10/2026).
Penerbangan Perintis Layani Masyarakat Kerinci
Saat ini, Bandara Depati Parbo melayani penerbangan perintis yang dioperasikan Susi Air dengan rute Kerinci–Jambi sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.
Subhan menegaskan, layanan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena memberikan akses perjalanan yang lebih cepat dibandingkan jalur darat. Rute Kerinci–Jambi juga memiliki arti penting karena menghubungkan Kabupaten Kerinci dengan ibu kota Provinsi Jambi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari administrasi pemerintahan hingga aktivitas ekonomi.
Keberadaan penerbangan perintis menjadi bagian dari upaya menjaga pemerataan akses transportasi, terutama bagi daerah yang membutuhkan dukungan konektivitas udara.
Karena itu, keberlanjutan layanan penerbangan yang sudah berjalan menjadi perhatian utama agar masyarakat tetap memperoleh pilihan transportasi yang aman dan efisien.
Usulan Rute Kerinci–Padang untuk Perluas Konektivitas

Selain mempertahankan rute Kerinci–Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengusulkan pembukaan rute penerbangan baru Kerinci–Padang.
Subhan menjelaskan, usulan tersebut mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, termasuk hubungan kekerabatan warga Kerinci dengan masyarakat Sumatera Barat.
Menurutnya, rute baru tersebut berpotensi memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan darat dengan waktu relatif panjang.
“Jika dapat direalisasikan, rute baru tersebut diharapkan memperkuat konektivitas regional dan mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata Kerinci,” tutur Subhan.
Keselamatan Penerbangan Tetap Menjadi Prioritas di Tengah Kabut Asap
Dalam menghadapi kondisi kabut asap akibat karhutla, Bandara Depati Parbo menempatkan keselamatan penerbangan sebagai pertimbangan utama dalam operasional.
Subhan menjelaskan, jarak pandang atau visibility menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menentukan kelayakan penerbangan. Apabila kondisi meteorologi tidak memenuhi persyaratan operasional, penerbangan dapat ditunda atau dibatalkan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen dunia penerbangan untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat. Dengan demikian, kelancaran layanan harus berjalan beriringan dengan pemenuhan standar keselamatan.
“Pemantauan kondisi cuaca, koordinasi dengan operator penerbangan, serta penyampaian informasi kepada penumpang menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas pelayanan ketika terjadi gangguan jarak pandang,” ungkap Subhan.
Pendekatan tersebut juga membantu masyarakat menyesuaikan rencana perjalanan apabila terdapat perubahan jadwal akibat kondisi cuaca atau faktor keselamatan lainnya.
Subhan Harap Penanganan Karhutla Diperkuat
Subhan berharap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan agar kabut asap segera berkurang dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang lebih baik akan mendukung kelancaran transportasi, mobilitas masyarakat, serta berbagai kegiatan ekonomi di daerah.
Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan upaya berkelanjutan agar dampaknya terhadap masyarakat dan transportasi dapat diminimalkan.
“Mudah-mudahan kabut asap ini segera tertangani dan berkurang sehingga memudahkan kembali kegiatan masyarakat dan transportasi,” tuturnya.
Dengan mempertahankan layanan penerbangan perintis, mengupayakan pengembangan rute, serta menempatkan keselamatan sebagai prioritas, Bandara Depati Parbo diharapkan terus mendukung konektivitas Kabupaten Kerinci.
Masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara Depati Parbo diimbau memeriksa jadwal dan status penerbangan kepada operator sebelum keberangkatan, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memengaruhi operasional.
Keandalan transportasi udara bukan hanya tentang tersedianya jadwal penerbangan, tetapi juga memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman dan sesuai ketentuan. (*)






