Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah dalam Radius 1 Kilometer

Bagikan

Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah dalam Radius 1 Kilometer
Aktivitas erupsi Gunung Bromo mengeluarkan kolom asap tebal dari kawasan kawah, Jawa Timur. BBTNBTS memperketat pengawasan kawasan wisata dan mengimbau pengunjung menjaga jarak aman minimal 1 kilometer dari bibir kawah sesuai rekomendasi keselamatan. (Foto: Dok. BBTNBTS)

MALANG, NUSANTARA INFO: Aktivitas erupsi Gunung Bromo mendorong Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memperketat pengawasan di kawasan wisata. Wisatawan diimbau tidak mendekati kawah dan wajib mematuhi batas aman dalam radius 1 kilometer dari bibir kawah.

Penguatan pengamanan dilakukan menyusul erupsi Gunung Bromo yang terjadi pada Kamis (5/11/2026). Petugas gabungan dari TNI dan Polri turut disiagakan untuk memastikan pengunjung tidak memasuki zona yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kepala BBTNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, langkah pengamanan di kawasan wisata mengacu pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai lembaga yang berwenang memantau aktivitas gunung api.

Menurutnya, sosialisasi kepada wisatawan telah dilakukan sejak malam sebelum penguatan pengawasan di lapangan. Petugas juga kembali mempertegas ketentuan jarak aman agar pengunjung tidak melewati batas yang telah ditentukan.

“Jadi, langkah pertama tentu kita masih menggunakan rekomendasi dari PVMBG sebagai institusi yang memang mempunyai peran dalam pengawasan aktivitas gunung api. Dari rekomendasi itulah kita kemudian melakukan langkah-langkah di lapangan,” kata Rudijanta, Jumat (6/11/2026).

Batas Aman Wisata Gunung Bromo 1 Kilometer dari Kawah

Rudijanta menjelaskan, pengawasan difokuskan pada area sekitar kawah Gunung Bromo, terutama untuk memastikan wisatawan tidak mendekati zona yang telah ditetapkan sebagai batas aman.

BBTNBTS telah memasang penanda fisik berupa patok di sejumlah titik untuk membantu pengunjung mengenali batas kawasan yang tidak boleh dilampaui.

Jarak aman yang direkomendasikan berada dalam radius 1 kilometer dari bibir kawah. Penanda tersebut juga menjadi acuan bagi petugas dalam mengawasi aktivitas wisatawan.

“Mulai tadi malam kita sudah melakukan sosialisasi kepada pengunjung karena ada jarak aman yang diperbolehkan. Itu yang kita pertegas lagi dengan petugas-petugas di lapangan, termasuk bersinergi dengan aparat lain,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan patok pembatas harus diperhatikan oleh seluruh pengunjung, termasuk wisatawan yang datang untuk mengambil foto di sekitar kawasan kawah.

“Ada titik aman yang direkomendasikan, jelas 1 kilometer dari bibir kawah. Di lapangan secara fisik sudah ada tandanya, patok-patok yang dipasang di lapangan. Kadang pengunjung foto, itu kan batas aman,” tegasnya.

Personel TNI dan Polri mulai disiagakan sejak Jumat pagi untuk memperkuat pengawasan dan membantu petugas taman nasional memastikan ketentuan keselamatan dipatuhi.

Status Gunung Bromo Belum Berubah, Wisata Masih Berlangsung

Meski terjadi erupsi, Rudijanta menyampaikan bahwa hingga Jumat (6/11/2026), belum ada perubahan status aktivitas Gunung Bromo berdasarkan rekomendasi PVMBG.

Dengan demikian, aktivitas wisata masih dapat berlangsung dengan ketentuan pengunjung mematuhi batas aman dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Baca Juga :  3 Kampung Tenggelam di Indonesia yang Kembali Muncul akibat Kekeringan

Namun, BBTNBTS memastikan akan mengambil langkah cepat apabila terjadi perubahan status aktivitas gunung api atau muncul rekomendasi baru dari PVMBG.

Langkah tersebut termasuk kemungkinan pembatasan hingga penutupan kawasan wisata apabila kondisi aktivitas vulkanik dinilai membahayakan keselamatan pengunjung.

“Pasti, tentu jika ada perubahan status kita akan memperhatikan itu. Seperti Gunung Semeru, jika ada perubahan status maka kita bergerak cepat mengikuti rekomendasi sampai pada penutupan,” ujar Rudijanta.

Ia menambahkan, setiap keputusan pengamanan maupun pembatasan aktivitas wisata akan dilakukan berdasarkan data pemantauan dan rekomendasi lembaga yang memiliki kompetensi dalam mitigasi bencana gunung api.

Asap Erupsi Bromo Teramati hingga 600 Meter

Berdasarkan hasil pengamatan PVMBG, Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis sore. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal.

Tinggi kolom asap teramati berkisar 50 hingga 600 meter di atas puncak kawah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas dalam memperkuat pengawasan kawasan wisata, terutama di sekitar area kawah yang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan.

BBTNBTS mengingatkan pengunjung agar tidak hanya memperhatikan keindahan panorama Gunung Bromo, tetapi juga mengutamakan keselamatan selama berwisata.

Wisatawan diminta tidak melewati patok pembatas, tidak mendekati kawah dalam radius yang dilarang, serta selalu mengikuti instruksi petugas.

Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga

Dalam kesempatan yang sama, Rudijanta turut menjelaskan perkembangan aktivitas Gunung Semeru yang saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

Menurutnya, aktivitas erupsi Gunung Semeru tergolong sering terjadi. Ia menyebut berdasarkan catatan yang dilihatnya dari situs PVMBG, jumlah aktivitas erupsi sepanjang 2026 telah mendekati 6.000 kali.

“Kalau Semeru erupsi itu hampir tiap hari. Catatan Semeru itu dalam 2026 saja kalau kita lihat di website PVMBG sampai hampir 6 ribu kali, kalau tidak salah tadi saya melihat,” ungkapnya.

Rudijanta juga menjelaskan bahwa penutupan aktivitas pendakian Gunung Semeru saat ini berkaitan dengan upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bukan semata-mata karena aktivitas erupsi.

BBTNBTS mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk terus memperhatikan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik Gunung Bromo maupun Gunung Semeru.

Kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi hal penting agar kegiatan wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dapat berlangsung dengan aman di tengah aktivitas vulkanik. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait