Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia, Total Lahan Terbakar Capai 742 Hektar

Bagikan

Karhutla Masih Melanda Sejumlah Wilayah, 742 Hektare Lahan Masih Terbakar
BNPB mencatat luas lahan terbakar mencapai 742 hektare di sejumlah wilayah Indonesia. Upaya pemadaman terus dilakukan melalui patroli udara, water bombing, dan modifikasi cuaca. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah Indonesia dengan total luas lahan terbakar mencapai 742 hektar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan kebakaran melalui patroli udara, operasi pemadaman, hingga modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi titik api.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah provinsi meskipun luas kebakaran di beberapa wilayah mulai mengalami penurunan.

“Saat ini secara nasional kami bisa menyampaikan ada 742 hektar lahan terbakar,” kata Berton dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui kanal YouTube BNPB, Senin (2/11/2026).

BNPB mencatat, kebakaran hutan dan lahan masih membutuhkan penanganan intensif, terutama di wilayah yang memiliki area terbakar cukup luas.

Sejumlah daerah menunjukkan perkembangan positif dengan berkurangnya luas lahan yang terbakar. Namun, kebakaran masih terjadi di beberapa provinsi sehingga upaya pemadaman dan pengawasan tetap dilakukan.

Karhutla Kalimantan dan Papua Selatan Masih Jadi Perhatian

Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Berton mengatakan, luas karhutla di Kalimantan mencapai 351 hektare atau turun 42 persen dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, kebakaran di Papua Selatan juga mengalami penurunan signifikan.

Dari sebelumnya lebih dari 700 hektare, luas lahan yang masih terbakar di Papua Selatan kini tersisa 253 hektare atau berkurang 56 persen.

Di Sulawesi Tenggara, kebakaran masih melanda lahan seluas 95 hektare. Angka tersebut turun 63 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

BNPB juga mencatat karhutla di Nusa Tenggara Timur mencapai 16 hektare atau berkurang 36 persen.

Adapun di Bangka Belitung, kebakaran terjadi di lahan seluas 8 hektare.

Berbeda dengan sejumlah wilayah yang mengalami penurunan, karhutla di Kalimantan Barat justru meningkat.

“Dan di Kalimantan Barat ada 19 hektare naik 217 persen,” ujar Berton.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla nasional, terutama untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran di wilayah yang mengalami peningkatan luas lahan terbakar.

BNPB Kerahkan 54 Armada Udara untuk Pemadaman Karhutla

BNPB tetap mengerahkan operasi udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Sebanyak 54 unit armada udara disiagakan dan beroperasi untuk mendukung penanganan karhutla.

Dari jumlah tersebut, 22 armada digunakan untuk patroli udara dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Sementara itu, 30 helikopter disiapkan untuk melaksanakan pemadaman menggunakan metode water bombing atau pengeboman air.

Operasi water bombing dilakukan dengan menjatuhkan air dari udara ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BNPB mempercepat pemadaman, terutama pada wilayah yang memiliki akses terbatas.

Baca Juga :  Viral Video Kurt Caz Ungkap Sisi Gelap Frankfurt, Benarkah Jerman Tak Aman Lagi?

Berton mengatakan, armada udara terus beroperasi di enam provinsi yang membutuhkan penanganan karhutla.

Selain itu, BNPB juga menyiagakan armada di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

“Selain dari 6 provinsi yang disebutkan di atas ada di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya,” kata Berton.

Penguatan operasi udara dilakukan untuk membantu pemantauan titik api sekaligus mendukung pemadaman di lokasi kebakaran.

Modifikasi Cuaca BNPB, Ribuan Kilogram Garam dan Dry Ice Ditaburkan

Selain pemadaman langsung, BNPB juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak karhutla.

Operasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi atmosfer yang memungkinkan terbentuknya awan hujan.

BNPB mencatat, sebanyak 9.300 kilogram dry ice atau es kering telah ditaburkan di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan dilakukan dengan menaburkan 3.000 kilogram garam.

Adapun di Sumatera Selatan, sebanyak 7.200 kilogram garam digunakan dalam operasi tersebut.

Modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu memicu hujan sehingga air yang turun dapat membasahi kawasan terdampak dan membantu mengurangi titik api.

Berton mengatakan, operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan ketika kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan.

“Tentu BNPB bersama tim gabungan masih tetap melaksanakan modifikasi cuaca ketika atmosfer menyiapkan awan-awan sehingga dapat kita sampaikan atau panen hujan, dan ini bisa menyirami titik api yang masih ada,” ucap dia.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla yang menggabungkan pemadaman langsung, patroli udara, dan intervensi cuaca.

Musim Hujan Belum Hentikan Ancaman Karhutla

BNPB menegaskan, upaya pemadaman dan pemantauan titik api tetap dilakukan meskipun musim hujan mulai berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Perubahan kondisi cuaca tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, patroli dan pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Penanganan karhutla juga membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tim gabungan yang bertugas di lapangan.

Selain operasi udara dan modifikasi cuaca, pemantauan kawasan rawan kebakaran menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas.

BNPB terus mengoptimalkan berbagai upaya tersebut agar kebakaran yang masih terjadi dapat segera ditangani.

Masyarakat di wilayah rawan karhutla juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara terbuka.

Dengan penguatan operasi pemadaman, patroli udara, dan modifikasi cuaca, BNPB berharap luas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi dapat terus ditekan. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait