Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores Tetap Beroperasi

Bagikan

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores Tetap Beroperasi
Sejumlah terparkir di salah satu bandar udara di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026). (Foto: Kemenhub)

JAKARTA, NUSANTARA INFO: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan seluruh bandar udara di wilayah Flores dan sekitarnya, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap beroperasi setelah gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Meski sejumlah fasilitas bandar udara mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, pelayanan penerbangan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Langkah mitigasi dilakukan pada area-area yang dinilai memiliki potensi risiko bagi pengguna jasa maupun petugas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan lapangan, tidak ada bandar udara di Flores dan sekitarnya yang ditutup akibat gempa.

“Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Terhadap area-area yang berpotensi memiliki risiko, kami melakukan mitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan,” ujar Lukman.

Menurut Kemenhub, operasional bandar udara tetap dipertahankan untuk memastikan konektivitas masyarakat sekaligus mendukung mobilisasi bantuan kemanusiaan, logistik, serta kebutuhan pemerintah dalam penanganan dampak bencana.

Sejumlah Fasilitas Bandara Mengalami Kerusakan

Hasil pemantauan Ditjen Perhubungan Udara menunjukkan terdapat kerusakan pada sejumlah bagian bangunan terminal, kantor, menara pengawas, hingga fasilitas penunjang di beberapa bandar udara.

Kendati demikian, kerusakan tersebut telah ditindaklanjuti melalui pembersihan, pemeriksaan, pengamanan area, pembatasan akses, hingga penerapan prosedur kontingensi. Langkah tersebut dilakukan agar penerbangan tetap dapat dilayani tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Bandara Komodo Labuan Bajo

Di Bandara Komodo, Labuan Bajo, ditemukan kerusakan pada plafon terminal dan fire station. Retakan juga terdapat pada dinding gedung administrasi serta retak memanjang pada fillet Taxiway A.

Pembersihan terminal telah dilakukan. Operasional penerbangan tetap berlangsung normal dan menara pengawas atau tower saat ini juga telah beroperasi normal.

Pada tahap awal penanganan, pelayanan komunikasi penerbangan sempat didukung perangkat VHF-A/G portable yang ditempatkan di luar tower.

Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende

Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, mengalami kerusakan pada plafon terminal serta retakan pada dinding gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) serta struktur tower.

Pembersihan area terminal telah dilakukan. Untuk menjaga kelangsungan pelayanan lalu lintas udara, diterapkan contingency plan dengan memindahkan komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK.

Dengan skema tersebut, operasional penerbangan tetap dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi keselamatan.

Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu

Di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, kerusakan ditemukan pada partisi dinding kaca gedung terminal lantai 2.

Perbaikan struktur sedang dilakukan. Untuk mengantisipasi potensi risiko terhadap pengguna jasa, area yang terdampak diamankan dan akses dibatasi.

Sementara itu, operasional bandar udara dan navigasi penerbangan tetap berjalan normal sehingga penerbangan dapat dilayani sebagaimana mestinya.

Bandara Frans Sales Lega Ruteng

Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, mengalami kerusakan pada arsitektur aluminium composite panel (ACP) terminal, plafon ruang rapat atau kantor, dinding gedung PKP-PK, serta bagian tower.

Pembersihan area terminal dan evaluasi struktur lanjutan terus dilakukan oleh pengelola bandar udara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sisi udara bandar udara dinyatakan tetap aman dan dapat digunakan untuk melayani penerbangan.

Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere

Sementara itu, Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, mengalami kerusakan ringan pada plafon dan kaca terminal lantai 2.

Baca Juga :  Kurangi Ketergantungan Terhadap APBN, Kemenhub Tambah 4 BLU

Kondisi sisi udara, termasuk runway dan apron, berada dalam kondisi baik. Bandara tetap beroperasi dan turut mendukung pergerakan bantuan serta mobilisasi unsur pemerintah.

Bandara tersebut juga mendukung pergerakan Presiden Republik Indonesia beserta unsur TNI dan Polri dalam rangka kebutuhan penanganan dan koordinasi pascabencana.

Bandara Soa Bajawa

Di Bandara Soa Bajawa, kerusakan ditemukan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding dan kolom sejumlah bangunan.

Selain itu, terdapat retak memanjang pada runway. Sebagai langkah mitigasi, dilakukan pembersihan material dan pengamanan sejumlah peralatan.

Pelayanan komunikasi penerbangan juga didukung menggunakan VHF-A/G portable. Armada PKP-PK ditempatkan di luar gedung sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Pelayanan penerbangan tetap berlangsung dengan menerapkan pembatasan akses pada area tertentu yang berpotensi menimbulkan risiko.

Maskapai Tetap Punya Kewenangan Menyesuaikan Penerbangan

Kemenhub menegaskan bahwa status bandara yang tetap beroperasi tidak berarti seluruh penerbangan harus berlangsung tanpa penyesuaian.

Lukman menjelaskan, maskapai tetap memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi terhadap operasional penerbangannya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Selain itu, maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, termasuk apabila hasil assessment internal menunjukkan perlunya penundaan atau pembatalan penerbangan untuk memastikan keselamatan,” kata Lukman.

Artinya, jadwal penerbangan dapat mengalami penyesuaian apabila kondisi lapangan, hasil pemeriksaan teknis, cuaca, maupun faktor keselamatan lainnya mengharuskan adanya perubahan.

Penumpang pun disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandar udara.

Kemenhub Intensifkan Koordinasi Pascagempa

Untuk memastikan seluruh fasilitas penerbangan tetap aman, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif.

Koordinasi juga melibatkan AirNav Indonesia, TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta pemerintah daerah.

Sinergi lintas instansi tersebut diperlukan mengingat bandar udara memiliki peran penting dalam kondisi pascabencana, bukan hanya sebagai fasilitas transportasi penumpang, tetapi juga sebagai jalur masuk bantuan kemanusiaan, logistik, personel, serta dukungan operasi tanggap darurat.

Kesiapan fasilitas sisi udara, terminal, navigasi penerbangan, hingga layanan keselamatan terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan akibat gempa susulan.

Pengguna Jasa Diminta Patuhi Pembatasan Area

Kemenhub mengimbau masyarakat yang menggunakan layanan penerbangan di wilayah Flores dan sekitarnya untuk tetap mengikuti arahan petugas bandar udara.

Pengguna jasa diminta tidak memasuki area yang telah ditetapkan sebagai wilayah terbatas atau area yang masih menjalani pemeriksaan dan perbaikan.

Pembatasan tersebut merupakan bagian dari mitigasi keselamatan dan bukan berarti seluruh operasional bandar udara dihentikan.

“Keselamatan pengguna jasa dan seluruh personel penerbangan menjadi prioritas,” demikian penegasan Kemenhub dalam langkah penanganan pascagempa tersebut.

Dengan kondisi bandara yang tetap beroperasi, konektivitas udara di Flores dan wilayah sekitarnya diharapkan tetap terjaga. Jalur penerbangan juga dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat mobilisasi bantuan dan penanganan pascabencana. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait