Safrizal ZA Minta Satpol PP Jadi Pelopor Gerakan Indonesia Asri Secara Humanis

Bagikan

Safrizal ZA Minta Satpol PP Jadi Pelopor Gerakan Indonesia Asri Secara Humanis
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA bersama jajaran Satpol PP dan peserta Gerakan Indonesia Asri berfoto usai pencanangan gerakan peduli lingkungan di Situ Gede, Bogor. (Foto: Humas Ditjen Bina Adwil)

Bogor, Nusantara Info: Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, memperingatkan ancaman darurat sampah nasional yang semakin mengkhawatirkan. Hingga awal 2026, timbunan sampah di Indonesia tercatat telah menembus 26 juta ton, dengan mayoritas berasal dari limbah rumah tangga.

Data tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah pusat dan daerah. Jika tidak dikendalikan melalui perubahan pola pengelolaan sampah dan perilaku masyarakat, kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) diprediksi tidak lagi mampu menampung volume sampah nasional sebelum 2030.

Peringatan itu disampaikan Safrizal saat pencanangan Gerakan Indonesia Asri di kawasan Situ Gede, Kota Bogor. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam menjaga lingkungan hidup secara kolektif dan berkelanjutan.

“Awal tahun 2026, timbunan sampah Indonesia sudah mencapai 26 juta ton dan 56,72 persen berasal dari rumah tangga. Kalau ini tidak kita kendalikan bersama, kapasitas TPA bisa penuh sebelum tahun 2030,” ujar Safrizal.

Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi sekadar isu kebersihan lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman ekologis dan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Safrizal menegaskan, Gerakan Indonesia Asri yang sebelumnya dicanangkan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah harus menjadi gerakan nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Dalam arahannya, Safrizal menyebut terdapat empat prinsip utama lingkungan yang harus diwujudkan, yakni aman, sehat, resik, dan indah. Ia mengajak masyarakat mulai membiasakan pengelolaan sampah sejak dari rumah melalui penerapan konsep 4R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, dan Refuse.

Selain pengelolaan sampah, ia juga menyoroti pentingnya penghijauan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Setiap orang minimal sekali seumur hidup harus menanam pohon. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai budaya baru,” katanya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Papua Fatoni Tegaskan Sekolah Rakyat Sarmi Siap Layani Siswa Mulai 30 Juli 2025

Safrizal turut menegaskan peran strategis Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri. Namun, ia menekankan pendekatan yang digunakan bukan semata-mata penindakan, melainkan edukasi dan persuasi kepada masyarakat.

“Satpol PP harus menjadi pelopor gerakan Indonesia Asri dengan pendekatan humanis dan persuasif,” ungkapnya.

Kepada pemerintah daerah, Kemendagri meminta penguatan regulasi lingkungan, penyediaan sarana pengelolaan sampah, hingga penambahan ruang terbuka hijau di wilayah masing-masing.

Sementara kepada masyarakat, Safrizal mengingatkan pentingnya langkah sederhana namun berdampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai kategori, menjaga kebersihan lingkungan, serta merawat fasilitas umum.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut hadir dalam pencanangan tersebut. Pemerintah berharap Gerakan Indonesia Asri dapat berkembang menjadi budaya nasional baru dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di tengah ancaman darurat sampah yang terus meningkat setiap tahun. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait