Pasar Batik Setono, Ikon Wisata Belanja yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Pekalongan

Bagikan

Pasar Batik Setono, Ikon Wisata Belanja yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Pekalongan
Suasana Pasar Batik Setono di Kota Pekalongan yang menjadi pusat perdagangan batik terbesar di daerah tersebut. (Foto: Nusantara/Almaida)

PEKALONGAN, NUSANTARA INFO: Menyebut Kota Pekalongan sebagai Kota Batik rasanya tak akan lengkap tanpa mengunjungi Pasar Batik Setono. Berlokasi di Jalan Raya Baros Nomor 1, Kecamatan Pekalongan Timur, pasar ini telah menjadi ikon wisata belanja batik sekaligus pusat perdagangan batik terbesar di Kota Pekalongan.

Lebih dari sekadar tempat bertransaksi, Pasar Batik Setono merupakan ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Di tempat inilah ribuan karya batik dari para pengrajin lokal dipasarkan kepada wisatawan, kolektor, hingga pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Setiap hari, lorong-lorong pasar dipenuhi pengunjung yang berburu batik khas Pekalongan, mulai dari batik tulis bernilai seni tinggi hingga batik cap dan batik kombinasi dengan desain yang mengikuti perkembangan mode. Keberadaan pasar ini menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika didukung oleh ekosistem ekonomi yang kuat.

Berawal dari Bekas Pabrik Tekstil

Perjalanan Pasar Batik Setono tidak lepas dari sejarah panjang industri batik Pekalongan.

Kawasan yang kini menjadi pusat grosir batik terbesar di kota tersebut sebelumnya merupakan bekas pabrik tekstil yang sudah tidak lagi beroperasi. Melihat potensi yang dimiliki Pekalongan sebagai sentra batik nasional, sejumlah pelaku usaha menggagas pemanfaatan kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan batik.

Salah satu tokoh yang mendorong lahirnya gagasan tersebut adalah Soni Hikmalul, yang bersama para pengusaha batik berupaya membuka pasar baru bagi hasil karya para pengrajin lokal.

Gagasan itu kemudian terwujud ketika Pasar Batik Setono resmi diresmikan pada 8 Juli 2000 oleh Wali Kota Pekalongan saat itu, Syamsudiat.

Sejak berdiri, pertumbuhan pasar berlangsung sangat pesat. Dari hanya puluhan kios pada masa awal operasional, kini lebih dari 600 kios aktif menawarkan berbagai produk batik kepada pengunjung dari seluruh Indonesia.

Etalase Kekayaan Batik Pekalongan

Daya tarik utama Pasar Batik Setono terletak pada keberagaman koleksi batik yang ditawarkan.

Sebagian besar produk dijual langsung oleh pengrajin maupun pelaku usaha batik dari Pekalongan dan daerah sekitarnya. Hal tersebut membuat keaslian motif, kualitas bahan, hingga teknik pembuatannya tetap terjaga.

Pengunjung dapat memilih berbagai jenis batik, mulai dari:

  • Batik tulis
  • Batik cap
  • Batik kombinasi
  • Batik motif klasik
  • Batik kontemporer dengan sentuhan desain modern

Tak hanya berupa kain, pasar ini juga menawarkan berbagai produk fesyen dan kerajinan berbahan batik seperti kemeja, blus, tunik, gaun, mukena, sarung, tas, dompet, syal, hingga aksesori yang cocok dijadikan buah tangan.

Baca Juga :  Festival Budaya Sejuta Rawa II Diikuti Ribuan Masyarakat Kabupaten Mappi

Ragam pilihan tersebut membuat Pasar Batik Setono menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin mendapatkan batik asli Pekalongan dengan kualitas yang beragam sesuai kebutuhan.

Surga Belanja untuk Wisatawan dan Pedagang

Salah satu keunggulan Pasar Batik Setono adalah sistem penjualannya yang fleksibel.

Pengunjung dapat membeli produk secara eceran maupun grosir dengan harga yang relatif kompetitif. Kondisi tersebut membuat pasar ini tidak hanya ramai dikunjungi wisatawan, tetapi juga pedagang dari berbagai kota yang membeli batik dalam jumlah besar untuk dipasarkan kembali.

Harga yang lebih ekonomis dibandingkan toko ritel menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan produk langsung dari sentra produksinya.

Nyaman Dikunjungi, Mudah Dijangkau

Keunggulan lain Pasar Batik Setono adalah lokasinya yang berada di jalur utama Kota Pekalongan sehingga mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Area parkir yang luas mampu menampung mobil, sepeda motor hingga bus pariwisata, menjadikan pasar ini nyaman dikunjungi rombongan wisata.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti:

  • Area parkir luas
  • ATM bersama
  • Rumah makan
  • Kedai kopi
  • Musala
  • Toilet
  • Pusat informasi pasar

Lingkungan pasar yang tertata rapi dan relatif bersih membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih nyaman bagi keluarga maupun wisatawan.

Menjaga Warisan Budaya Lewat Aktivitas Ekonomi

Batik bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan warisan budaya Indonesia yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009.

Di Pasar Batik Setono, setiap lembar kain menyimpan cerita tentang ketekunan para perajin, filosofi motif, hingga identitas budaya masyarakat pesisir Pekalongan yang dikenal kaya warna dan inovatif dalam menciptakan corak batik.

Karena itu, berbelanja di pasar ini bukan hanya membeli oleh-oleh, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan industri batik lokal yang telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat selama puluhan tahun.

Keberadaan Pasar Batik Setono membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif. Tradisi membatik tetap hidup karena didukung oleh pasar yang mampu mempertemukan karya para perajin dengan konsumen dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Kota Pekalongan, menyusuri lorong-lorong Pasar Batik Setono dan membawa pulang selembar batik asli seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan di Kota Batik. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait