Kemnaker Gelar Pelatihan Budidaya Melon dan Semangka di Omah Kayu Farm

Bagikan

Kemnaker Gelar Pelatihan Budidaya Melon dan Semangka di Omah Kayu Farm
Kepala BBPVP Bekasi Yose Rizal bersama instruktur dan peserta pelatihan budidaya tanaman buah di Omah Kayu Farm (OKF), Parung Panjang, Kabupaten Bogor. (Foto: Nusantara Info/Rizki Indriyanah)

BOGOR, NUSANTARA INFO: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas akses pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru. Salah satunya melalui pelatihan budidaya tanaman buah yang digelar di Omah Kayu Farm (OKF), Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 21–24 Oktober 2026.

Pelatihan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi tersebut membekali peserta dengan keterampilan budidaya melon dan semangka. Program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha pertanian secara mandiri.

Kepala BBPVP Bekasi, Yose Rizal, mengatakan pelatihan vokasi bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta agar dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

“Pelatihan vokasi itu pelatihan yang tujuannya untuk meningkatkan skill atau kompetensi dari peserta latih,” ujar Yose saat ditemui di Omah Kayu Farm, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pelatihan budidaya melon dan semangka di OKF merupakan bagian dari program tailor-made training (TMT), yakni pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau kelompok pengusul.

Melalui skema tersebut, masyarakat maupun lembaga dapat mengajukan kebutuhan pelatihan tertentu. BBPVP Bekasi kemudian menyesuaikan materi dan instruktur berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan.

Dalam pelatihan di OKF, sebanyak 32 peserta dibagi menjadi dua kelas, masing-masing terdiri atas 16 orang. Mereka mendapatkan pembelajaran mengenai budidaya melon dan semangka dengan pendampingan instruktur Nurjaya.

Pelatihan Budidaya Buah Dorong Kemandirian Ekonomi

Yose menjelaskan, pelatihan vokasi tidak semestinya berhenti ketika peserta menyelesaikan seluruh materi dan menerima sertifikat. Keterampilan yang diperoleh perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan ekonomi peserta.

Dalam konteks budidaya buah, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan lahan yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha pertanian.

“Bagaimana mereka bisa menjalankan usaha dari budidaya melon dan semangka. Kalau mereka punya lahan, bagaimana bisa mengoptimalkan lahannya dan meningkatkan produktivitas dengan kemampuan yang sudah mereka dapatkan selama pelatihan,” kata Yose.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena keterampilan pertanian dapat membuka alternatif mata pencaharian bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan formal maupun mereka yang ingin mengembangkan usaha mandiri.

Dengan penguasaan teknik budidaya yang tepat, peserta diharapkan memiliki bekal untuk mengelola kegiatan produksi secara lebih terarah. Meski demikian, keberhasilan usaha tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk ketersediaan lahan, modal, biaya produksi, pengelolaan usaha, dan akses pemasaran.

Kemnaker Dorong Pelatihan hingga Pemasaran Produk

Selain meningkatkan kompetensi, BBPVP Bekasi juga menaruh perhatian pada keberlanjutan usaha peserta setelah pelatihan.

Baca Juga :  Swiss-Belinn Modern Cikande Hadirkan "Familycation In Cikande": Liburan Keluarga Mewah dengan Harga Terjangkau

Yose mengatakan, Kemnaker mendorong agar program vokasi tidak hanya berorientasi pada keluaran atau output, tetapi juga hasil nyata atau outcome. Karena itu, pengusul pelatihan diharapkan dapat membangun hubungan dengan pihak yang berpotensi menyerap hasil produksi atau offtaker.

Dalam sektor pertanian, keberadaan calon pembeli menjadi salah satu aspek penting agar hasil budidaya memiliki peluang pasar. Namun, Yose menjelaskan bahwa fasilitasi pemasaran tetap disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing program.

“Pak Menteri meminta sampai ke outcome. Jadi tidak hanya di output, tetapi bagaimana juga menghasilkan penempatannya,” ujarnya.

Menurut Yose, perhatian terhadap kewirausahaan semakin diperkuat karena kemampuan sektor industri formal dalam menyerap seluruh lulusan pelatihan memiliki keterbatasan.

Jika sebelumnya pelatihan vokasi lebih banyak diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja bagi perusahaan dan industri, kini pengembangan usaha mandiri juga menjadi perhatian.

“Karena sektor industri itu punya titik jenuh, tidak bisa semua lulusan kita andalkan bisa ditempatkan di sektor-sektor formal,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan budidaya melon dan semangka di OKF diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang produktif di sektor pertanian.

Pelatihan Menyesuaikan Kebutuhan Masyarakat

Program tailor-made training memungkinkan masyarakat mengusulkan jenis pelatihan sesuai kebutuhan dan potensi daerahnya. Tidak hanya sektor pertanian, skema ini juga dapat diterapkan untuk berbagai bidang kompetensi yang dibutuhkan masyarakat maupun dunia usaha.

Yose menjelaskan, pihak pengusul perlu menyiapkan lokasi praktik yang sesuai dengan pelatihan yang diajukan. Dalam program budidaya buah di OKF, lahan praktik disediakan oleh Omah Kayu Farm.

BBPVP Bekasi kemudian mendukung pelaksanaan pelatihan melalui penyediaan instruktur dan pembelajaran sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

“Kalau pengusungnya mau mengusulkan level-level setelah ini, kita akan menyediakan. Itu gunanya skema tailor-made training,” ujar Yose.

Fleksibilitas tersebut membuka peluang bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan kompetensi secara bertahap, sesuai kebutuhan dan kesiapan mereka.

Ke depan, kesinambungan pelatihan, pendampingan usaha, akses permodalan, dan pemasaran akan menjadi faktor penting dalam mendorong peserta beralih dari penerima pelatihan menjadi pelaku usaha yang produktif.

Masyarakat yang ingin mengetahui informasi mengenai program pelatihan vokasi Kemnaker dapat memantau kanal resmi BBPVP Bekasi, situs Kemnaker, serta layanan Siap Kerja dan Skillhub. Informasi mengenai program dan persyaratan peserta perlu diperiksa melalui pengumuman resmi yang berlaku.

Melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan masyarakat, Kemnaker berupaya memperluas pilihan bagi pencari kerja dan calon wirausaha untuk meningkatkan kompetensi, memanfaatkan potensi lokal, serta membangun kemandirian ekonomi. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait