
JAKARTA, NUSANTARA INFO: Kebakaran menghanguskan 15 rumah di Jalan Kramat Sawah 10, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026) malam. Sebanyak 32 kepala keluarga (KK) atau 120 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin, membenarkan kejadian itu.
“Ada 15 rumah terbakar,” ujar Syarifudin, Jumat (21/8/2026).
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. Saat itu, warga bernama Masturoh bersama keluarganya sedang berada di dalam rumah ketika melihat kemunculan api dari bagian lantai atas.
Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Salah satu rumah yang turut terdampak merupakan milik warga bernama Yustidar.
32 Mobil Pemadam Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat petugas Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan kekuatan dalam jumlah besar untuk menangani kebakaran.
Sebanyak 32 unit mobil pemadam kebakaran bersama sekitar 150 personel dikerahkan menuju lokasi di Jalan Kramat Sawah 10.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar lebih luas ke bangunan lain yang berada di kawasan permukiman tersebut.
Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas berhasil melokalisasi kebakaran pada pukul 21.09 WIB. Dengan demikian, api tidak lagi merambat ke bangunan di sekitar lokasi.
15 Rumah Terdampak, 120 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Berdasarkan pendataan sementara, rumah yang terdampak kebakaran tersebar di dua wilayah rukun tetangga (RT).
Sebanyak delapan rumah berada di wilayah RT 008, sedangkan tujuh rumah lainnya berada di RT 009.
Total terdapat 32 KK atau 120 jiwa yang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Pendataan diperlukan untuk memastikan seluruh warga terdampak teridentifikasi serta mengetahui kebutuhan penanganan pascakebakaran.
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Hingga Jumat (21/8/2026), penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman petugas.
Begitu pula dengan total kerugian materiil akibat kebakaran yang belum dapat dipastikan.
Petugas masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Api yang muncul dari satu bangunan dapat dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain, terutama ketika bangunan berdiri berdekatan.
Masyarakat di kawasan permukiman diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi sumber api, termasuk instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga yang dapat memicu kebakaran.
Bagi warga yang menemukan tanda-tanda kebakaran, penanganan sedini mungkin menjadi penting untuk mencegah api membesar dan merambat ke bangunan lain. (*)






