Dubes Iran: Lebih Siap dari Perang 12 Hari, Siap Hadapi AS dan Israel

Bagikan

Dubes Iran: Lebih Siap dari Perang 12 Hari, Siap Hadapi AS dan Israel
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat jumpa pers di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan negaranya dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan konflik terbuka dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dalam pernyataannya, Boroujerdi menegaskan bahwa Iran sebenarnya tidak menginginkan perang, namun telah berada dalam posisi siaga penuh untuk merespons setiap ancaman.

“Kami sudah ingatkan kepada mereka bahwa kami tidak ingin berperang dikarenakan kami tidak mengharapkan juga sebuah peperangan, tetapi pada saat bersamaan kami sudah siap siaga,” ujar Boroujerdi dalam jumpa pers di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Ia bahkan menyebut kesiapan militer Iran saat ini lebih kuat dibandingkan saat konflik singkat yang berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025 lalu.

“Siap melawan, lebih kuat dan lebih siap dari perang 12 hari yang pernah kami lewati. Kami siap untuk mematahkan dan memberikan balasan terhadap berbagai fitnah yang mereka lancarkan terhadap negara kami,” tegasnya.

Korban Sipil Capai 555 Orang

Boroujerdi juga mengungkapkan bahwa serangan yang disebut melibatkan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) telah menewaskan lebih dari 555 warga sipil di Iran.

Menurutnya, sejumlah fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur umum menjadi sasaran serangan, sehingga banyak korban berasal dari kalangan non-militer.

“Dalam penyerangan ini sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban, di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita,” kata Boroujerdi.

Ia menambahkan, lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar termasuk dalam korban tewas. Selain itu, korban juga disebut berasal dari masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Baca Juga :  Jadi yang Kesembilan Beroperasi d Indonesia, Swiss-Belhotel International Resmikan Zest Ambon

Kritik terhadap AS dan Israel

Boroujerdi menuding AS dan Israel tidak menghormati proses diplomasi yang sedang berlangsung, termasuk negosiasi yang disebut telah mencapai tahap penting.

“Sekali lagi terbukti bahwa lagi-lagi pada saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” ungkapnya.

Ia juga merujuk pada pernyataan Menteri Luar Negeri Oman sebagai mediator yang disebut mengonfirmasi adanya perkembangan positif dalam negosiasi sebelum serangan terjadi.

Lebih lanjut, Boroujerdi menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional, khususnya Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap negara lain.

Gunakan Hak Bela Diri

Mengacu pada Pasal 51 Piagam PBB, Boroujerdi menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri atas serangan yang diterimanya.

Ia menyebut Iran telah menggunakan hak tersebut dengan melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah basis militer Amerika Serikat yang dianggap sebagai sumber serangan.

Ketegangan antara Iran, AS, dan Israel saat ini menjadi sorotan global dan berpotensi memicu dampak luas, termasuk terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi dunia. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait