Munas III IAC, Alumni Curug Satukan Langkah Majukan Penerbangan Indonesia

Bagikan

Munas III IAC, Alumni Curug Satukan Langkah Majukan Penerbangan Indonesia
Musyawarah Nasional (Munas) III Ikatan Alumni Curug (IAC) di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Nusantara Info/Rizki Indriyanah)

TANGERANG, NUSANTARA INFO: Ikatan Alumni Curug (IAC) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (24/10/2026). Forum ini menjadi momentum memperkuat persatuan alumni lintas generasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta membangun sinergi dengan almamater dan industri penerbangan nasional.

Munas III mengusung tema “Meneguhkan Marwah Curug, Memimpin Masa Depan Penerbangan Indonesia” dengan subtema “Bersatu Lintas Generasi, Bersinergi dengan Almamater dan Industri Mewujudkan Curug sebagai Pusat Penerbangan Berkelas Dunia.”

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum IAC periode 2022–2026 Elfi Amir, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno, Bupati Mimika Johannes Rettob, General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi, serta Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta Teguh Jalu.

Kehadiran unsur regulator, operator, pemerintah daerah, dan alumni menunjukkan pentingnya kolaborasi untuk menjawab tantangan penerbangan, mulai dari pengembangan kompetensi hingga peningkatan keselamatan dan konektivitas udara.

Curug sebagai Tempat Pembentukan Karakter

Ketua Panitia Munas III IAC, Alek Rudi Nainggolan, menegaskan bahwa Curug bukan sekadar tempat memperoleh pendidikan teknis, tetapi juga wadah pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab.

“Curug bukan sekadar tempat yang kita menempuh pendidikan, namun Curug adalah candradimuka,” ujar Alek.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, dan komitmen terhadap keselamatan penerbangan.

Alek menyampaikan, penyelenggaraan Munas III terlaksana melalui swadaya alumni dengan dukungan sponsor dan donatur. Dari 680 undangan yang disampaikan, sebanyak 260 orang telah mengonfirmasi kehadiran saat laporan panitia diberikan.

IAC juga menjalankan kegiatan sosial, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur saat terjadi gempa pada Agustus 2026. Hal ini menunjukkan kontribusi alumni tidak terbatas pada industri penerbangan, tetapi juga mencakup kepedulian sosial.

Regenerasi dan Persatuan Alumni

Ketua Umum IAC periode 2022–2026, Elfi Amir atau Tevi, menyebut Munas III sebagai momentum evaluasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan.

Ia mengingatkan bahwa IAC dideklarasikan pada 30 April 2017. Munas pertama berlangsung pada Desember 2017 dan memilih almarhum Salahudin Rafi sebagai ketua umum pertama. Selanjutnya, Munas kedua digelar pada Juli 2022 untuk menentukan kepengurusan periode 2022–2026.

Baca Juga :  Pullman Jakarta Central Park Hadirkan Perayaan Natal Mewah “A Season of Joyful Indulgence”

Menurut Tevi, regenerasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program, mempertahankan capaian positif, dan merumuskan prioritas baru.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan alumni lintas angkatan dan profesi. Dalam industri penerbangan, koordinasi antara penerbang, teknisi, petugas navigasi, pengelola bandar udara, dan tenaga pendukung lainnya sangat penting untuk menjaga keselamatan serta kualitas pelayanan.

Perkuat Sinergi dengan Industri Penerbangan

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menilai alumni Curug memiliki peran penting dalam pengembangan pelayanan navigasi penerbangan nasional.

Ia menekankan pentingnya kompetensi, disiplin, integritas, dan keselamatan di tengah perkembangan teknologi penerbangan.

Sementara itu, Herdanus Trinofanto yang mewakili Direktur Utama InJourney Airports mengapresiasi Munas III sebagai momentum mempererat hubungan alumni, almamater, dan industri kebandarudaraan.

Menurutnya, kolaborasi dapat diperkuat melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, serta penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan industri.

Sinergi tersebut diharapkan mendukung cita-cita menjadikan Curug sebagai pusat pendidikan penerbangan berkelas dunia dengan lulusan yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Dorong Konektivitas Udara Nasional

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo, menyoroti pentingnya kontribusi alumni dalam menjawab tantangan konektivitas udara Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Penerbangan berperan menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan pariwisata, wilayah perbatasan, dan daerah terpencil. Karena itu, pengembangan transportasi udara perlu memperhatikan pemerataan akses, distribusi logistik, serta keselamatan dan keamanan penerbangan,” ungkapnya.

Tantangan tersebut juga penting bagi wilayah dengan kondisi geografis sulit, termasuk Papua. Pengalaman alumni di berbagai daerah diharapkan menjadi sumber masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan.

Achmad berharap IAC berkembang menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pendampingan antargenerasi, pengembangan kompetensi, dan penguatan budaya keselamatan penerbangan.

Dari Musyawarah Menuju Kontribusi Nyata

Munas III IAC menegaskan pentingnya menerjemahkan persaudaraan alumni menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi organisasi dan industri penerbangan nasional.

Penguatan organisasi, peningkatan kompetensi, kemitraan dengan almamater, serta kerja sama dengan industri diharapkan menjadi prioritas program kerja berikutnya.

Melalui persatuan lintas generasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, IAC diharapkan mampu memperkuat kontribusi alumni terhadap penerbangan Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya Curug sebagai pusat pendidikan penerbangan berkelas dunia. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait