
Tangsel, Nusantara Info: Fenomena puluhan rumah dijual secara bersamaan terjadi di Perumahan Taman Mangu Indah, Bintaro Sektor 9, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Sedikitnya 38 rumah di kawasan RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat, kini terpasang plang “dijual”, mencerminkan perubahan drastis di lingkungan yang dulunya dikenal asri dan nyaman.
Kawasan tersebut berada di sisi barat aliran Kali Ciputat yang membelah wilayah Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Pondok Aren. Namun, suasana yang biasanya hidup dengan aktivitas warga kini berubah menjadi lengang. Jalanan sepi, sejumlah rumah tampak tak terurus, bahkan sebagian mulai mengalami kerusakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan cat rumah yang memudar, halaman ditumbuhi rumput liar, hingga bangunan yang mulai retak. Beberapa rumah tertutup rapat, sementara lainnya terbuka tanpa aktivitas berarti.
Seorang warga yang telah menetap lebih dari 30 tahun di kawasan tersebut mengungkapkan, banjir menjadi alasan utama banyak warga memilih menjual rumah mereka.
“Saya kurang tahu persis, tapi yang jelas karena banjir,” ujarnya singkat saat ditemui di teras rumahnya.
Ia menceritakan, kondisi lingkungan dulu sangat berbeda. Kawasan sekitar masih didominasi lahan terbuka dan kebun, serta aliran air yang jernih. Namun, perubahan mulai terasa seiring pesatnya pembangunan di wilayah hulu.
“Dulu kawasan Bintaro itu masih banyak kebun. Sekarang sudah banyak bangunan, airnya lari ke sini semua. Jadi sering banjir,” katanya.
Warga lainnya menyebut fenomena rumah dijual mulai marak sejak dua tahun terakhir, seiring meningkatnya intensitas banjir di kawasan tersebut.
“Mulai banyak yang pasang plang dijual sejak 2024. Tapi ya belum tentu cepat laku,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir yang terjadi bukan sekadar genangan biasa. Tinggi air bahkan bisa mencapai betis orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan rasa tidak aman.
“Kalau hujan deras, pasti khawatir. Air bisa naik sampai sebetis,” katanya.
Dugaan Dampak Pembangunan di Hulu
Keluhan warga terkait banjir juga berkaitan dengan dugaan perubahan fungsi aliran Kali Ciputat. Isu ini mencuat setelah sejumlah anggota dewan melakukan peninjauan ke kawasan pusat perbelanjaan Bintaro X-Change.
Dari hasil peninjauan tersebut, muncul dugaan bahwa sebagian bangunan berdiri di atas area yang sebelumnya merupakan aliran Kali Ciputat. Dugaan ini memicu perhatian publik karena dinilai berpotensi memengaruhi sistem drainase dan aliran air ke wilayah hilir, termasuk Taman Mangu Indah.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait validitas dugaan tersebut. Namun, isu ini terus berkembang dan menjadi sorotan masyarakat.
Ancaman bagi Permukiman Lama
Fenomena rumah dijual massal di Taman Mangu Indah mencerminkan tekanan yang dihadapi kawasan permukiman lama akibat perubahan tata ruang dan pembangunan perkotaan.
Selain berdampak pada nilai properti, kondisi ini juga berpotensi mengubah struktur sosial masyarakat. Kawasan yang sebelumnya padat aktivitas kini berisiko menjadi semi-kosong jika tren penjualan rumah terus berlanjut.
Para pengamat menilai, persoalan ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan tata ruang, sistem drainase, serta pengendalian pembangunan di wilayah hulu.
Jika tidak ditangani secara komprehensif, bukan tidak mungkin fenomena serupa akan terjadi di kawasan lain yang berada di sepanjang aliran sungai perkotaan. (*)






