FIFA Minta Mesir Copot 7 Bintang Juara Afrika dari Jersey Piala Dunia 2026

Bagikan

FIFA Minta Mesir Copot 7 Bintang Juara Afrika dari Jersey Piala Dunia 2026
Menjelang lawan Belgia di Piala Dunia 2026, FIFA meminta Mesir tidak menggunakan tujuh bintang juara Piala Afrika pada jersey resmi mereka karena aturan hanya mengizinkan bintang yang merepresentasikan gelar juara dunia. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Nusantara Info: Tim Nasional Mesir mendapat peringatan dari FIFA menjelang laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Federasi sepak bola dunia itu meminta Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) untuk tidak mencantumkan tujuh bintang yang selama ini menghiasi jersey tim berjuluk The Pharaohs selama turnamen berlangsung.

Keputusan tersebut muncul menjelang pertandingan pertama Mesir di Grup G melawan Belgia yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB.

Tujuh bintang yang selama ini terpasang pada jersey Mesir melambangkan keberhasilan mereka menjuarai Piala Afrika (AFCON) sebanyak tujuh kali, menjadikan Mesir sebagai negara tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut. Namun, FIFA menilai penggunaan simbol tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk Piala Dunia.

FIFA Hanya Akui Gelar Piala Dunia di Jersey

Berdasarkan pedoman resmi FIFA, bintang yang ditampilkan pada jersey peserta Piala Dunia hanya diperbolehkan untuk menunjukkan jumlah gelar juara dunia yang diraih sebuah negara. Aturan ini diterapkan demi menjaga standar dan keseragaman identitas seluruh peserta turnamen.

Media Officer EFA, Mohamed Morad Thabet, menegaskan bahwa pemberitahuan tersebut bukanlah sanksi atau hukuman khusus kepada Mesir, melainkan prosedur yang telah disampaikan FIFA jauh sebelum turnamen dimulai.

“Ini adalah prosedur rutin. Empat bulan lalu FIFA telah memberi tahu Asosiasi Sepak Bola Mesir mengenai tidak diperbolehkannya menampilkan bintang Piala Afrika pada jersey tim nasional selama pertandingan Piala Dunia,” kata Thabet seperti dikutip dari ESPN.

Ia menambahkan bahwa federasi sepak bola Mesir telah mempersiapkan perubahan tersebut sejak lama sehingga tidak akan mengganggu persiapan tim menghadapi turnamen.

“Tim nasional sudah mengantisipasi hal ini dan telah melakukan persiapan yang diperlukan jauh sebelumnya,” ujarnya.

Simbol Kebanggaan Afrika yang Harus Dilepas

Bagi publik Mesir, tujuh bintang di jersey bukan sekadar ornamen. Simbol tersebut menjadi representasi dominasi Mesir di level Afrika selama beberapa dekade.

Baca Juga :  Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Transportasi Jawa Tengah Hadapi Lonjakan 20 Juta Pemudik Nataru 2025/2026

Mesir tercatat sebagai pemegang rekor gelar Piala Afrika dengan tujuh trofi yang diraih pada edisi 1957, 1959, 1986, 1998, 2006, 2008, dan 2010. Prestasi tersebut menjadikan The Pharaohs sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola benua Afrika.

Karena itu, keputusan FIFA memicu perbincangan di kalangan suporter yang menganggap simbol tersebut sebagai bagian dari identitas nasional tim.

Meski demikian, aturan FIFA memang secara tegas membedakan pencapaian di tingkat dunia dan regional dalam penggunaan atribut resmi di Piala Dunia.

Uruguay Jadi Satu-satunya Pengecualian

Menariknya, FIFA memberikan pengecualian kepada Uruguay yang tetap diperbolehkan menggunakan empat bintang di atas lambang federasi mereka.

Dua bintang pertama merepresentasikan gelar juara Piala Dunia 1930 dan 1950. Sementara dua bintang lainnya berasal dari keberhasilan Uruguay menjuarai Olimpiade 1924 dan 1928.

Pengecualian itu diberikan karena turnamen sepak bola Olimpiade pada periode tersebut diselenggarakan di bawah pengawasan FIFA dan saat itu dianggap sebagai kompetisi sepak bola internasional paling prestisius sebelum lahirnya Piala Dunia.

Hingga kini, Uruguay menjadi satu-satunya negara yang memperoleh dispensasi khusus terkait penggunaan bintang pada jersey resmi mereka.

Fokus Hadapi Belgia

Terlepas dari polemik jersey, fokus utama Mesir saat ini tetap tertuju pada laga pembuka melawan Belgia yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Grup G.

Mesir mengandalkan generasi pemain yang berpengalaman di kompetisi elite Eropa untuk mencoba melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Hasil positif pada laga pertama akan menjadi modal penting dalam persaingan memperebutkan tiket ke babak gugur.

Dengan atau tanpa tujuh bintang di dada, Mesir tetap membawa status sebagai salah satu tim paling berprestasi di Afrika dan berharap dapat membuktikan kualitasnya di panggung sepak bola terbesar dunia. (*)

Bagikan pendapatmu tentang artikel di atas!

Bagikan

Pos terkait